25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Serangan Siber Meningkat 3 Kali Lipat di Masa Pandemi

DuniaFintech.com – Serangan siber dinilai meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan jumlah serangan di periode yang sama pada tahun 2019. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengungkapkan, serangan yang menjadi tren selama pandemi meliputi pencurian data melalui malware.

Serangan kejahatan siber tidak pernah berhenti dilakukan dan terus berkembang meski tengah di kondisi pandemi COVID-19. BSSN mencatat, selama periode bulan Januari-November 2020, telah terjadi serangan siber sebanyak lebih dari 423 juta serangan.

“Hal ini menjadi perhatian karena serangan yang terjadi di dunia maya dapat menyebabkan kerusakan dan terganggunya stabilitas di dunia nyata,”

Hinsa mengklaim, masa pandemi saat ini turut mendorong transformasi digital di seluruh dunia. Dampaknya adalah terjadinya peningkatan yang signifikan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kehidupan masyarakat.

Peningkatan traffic internet dan maraknya penggunaan aplikasi daring, turut dimanfaatkan oleh beberapa pihak tertentu untuk melancarkan serangan siber, seperti malware, phising, SQL Injection, Hijacking dan Distributed Denial of Service (DDOS).

“Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, menyebabkan keamanan siber menjadi isu strategis di berbagai negara,”

Baca juga:

Serangan Siber Meningkat 3 Kali Lipat

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga telah mengingatkan ancaman kejahatan siber, termasuk kejahatan penyalahgunaan data yang harus dihadapi Indonesia.

“Data adalah jenis kekayaan baru bangsa Indonesia. Kini, data lebih berharga dari minyak. Karenanya, dalam bidang pertahanan keamanan, Indonesia juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber,” 

Hinsa mengatakan, SKSN merupakan amanat dalam ketentuan Pasal 94 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Pasal tersebut menyatakan, peran pemerintah dalam menetapkan strategi keamanan siber nasional merupakan bagian dari strategi keamanan nasional.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Penyaluran Pinjaman Akseleran Capai Rp495 Miliar di Kuartal III-2021

Sepanjang kuartal III-2021, penyelenggara fintech P2P lending Akseleran sukses mencatatkan pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha hingga 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak periode Juli...

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...
LANGUAGE