28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Silicon Valley Bank Bangkrut, Ini Dampaknya untuk Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) menggegerkan seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya setelah SVB mengalami bangkrut, Signature Bank pun juga menyusul mengalami kebangkrutan, bahkan Credit Suisse juga tengah mengalami gejolak.

Gonjang-ganjing ketiga bank tersebut, menimbulkan spekulasi bahwa gejolak ketiga bank tersebut sebagai tanda-tanda krisis ekonomi global yang diprediksi akan mendekati kenyataan. Lalu, bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Indonesia?

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Silicon Valley Bank Ambruk, Begini Tanggapan IFSoc Terkait Fintech

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengungkapkan bangkrutnya bank-bank besar tersebut tidak berdampak secara langsung, baik terhadap perbankan Indonesia maupun perusahaan startup Indonesia. 

Dia menjelaskan bank-bank tersebut tidak memiliki korelasi secara langsung terhadap perusahaan startup Indonesia, lalu perbankan di Indonesia juga masih tergolong solid. Meski tidak memiliki dampak langsung, Indonesia harus tetap waspada. Menurutnya pemerintah harus meninjau kembali bank-bank Indonesia yang memerlukan pengawasan serius. 

“Pada hari ini kita harus mereview tingkat prudential kita, tingkat kehati-hatian kita. Sehingga nanti terpetakan bank yang memerlukan pengawasan lebih serius,” kata Eko.

Dia mengungkapkan bangkrutnya bank-bank tersebut juga memiliki dampak secara tidak langsung. Hal itu terbukti dengan melihat volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan yang meningkat. Dia mencontohkan dengan turunnya harga saham Credit Suisse. Menurutnya dampak terhadap penurunan harga saham memicu sentimen negatif di pasar global.

“Ini kalau tidak diatasi dengan segera bisa merambat kemana-mana,” kata Eko.

Kendati demikian, Eko mengungkapkan permasalahan ketiga bank tersebut tidak selalu membawa dampak negatif bagi Indonesia. Menurutnya permasalahan ketiga bank tersebut juga membawa dampak positif bagi Indonesia yaitu adanya penguatan nilai Rupiah. 

Dia menilai Bank Sentral Amerika Serikat The Fed tidak akan melakukan agresif dalam menentukan kebijakan suku bunga karena dengan melihat situasi perbankan Amerika Serikat sudah ada yang mengalami kebangkrutan. Namun, penguatan nilai Rupiah juga harus didukung dengan volatilitas pasar saham harus terkendali. Kemudian, inflasi dalam negeri juga harus terkendali. 

Dia menjelaskan angka inflasi dipengaruhi dengan kenaikan suku bunga dan berkaitan dengan membangun atau mengarahkan ekspektasi terhadap angka inflasi ke depannya. 

Baca juga: Jokowi: Bangkrut Silicon Valley Bank Bentuk Kegentingan Ekonomi Global

“Kalau suku bunga The Fed melandai, bahkan ada yang memprediksi akhir tahun bisa turun hingga 100 basis point. Seharusnya tekanan Rupiah menjadi berkurang,” kata Eko. 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan menilai penutupan Silicon Valley Bank (SVB) oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat pada 10 Maret lalu tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penutupan SVB diperkirakan tidak berdampak langsung terhadap Perbankan Indonesia yang tidak memiliki hubungan bisnis, facility line maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB.

Selain itu, berbeda dengan SVB dan perbankan di AS umumnya, bank-bank di Indonesia tidak memberikan kredit dan investasi kepada perusahaan technology startups maupun kripto. 

“Oleh karena itu, OJK mengharapkan agar masyarakat dan Industri tidak terpengaruh terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat,” kata Dian.

Menurutnya Indonesia setelah krisis keuangan tahun 1998 telah melakukan langkah-langkah yang mendasar dalam rangka penguatan kelembagaan, infrastruktur hukum, dan penguatan tata kelola serta perlindungan nasabah yang telah menciptakan sistem perbankan yang kuat, resilien dan stabil. 

Hal ini tercermin dari kinerja Industri Perbankan yang terjaga baik dan solid serta tetap tumbuh positif di tengah tekanan perekonomian domestik dan global yang selama ini berlangsung.

Baca juga: OJK Pastikan Penutupan Silicon Valley Bank tidak Berdampak terhadap Perbankan Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE