27.6 C
Jakarta
Jumat, 19 April, 2024

Soal Peluang Platform Dompet Digital Gabung di MyPertamina, Pertamina dan LinkAja Pilih Bungkam!

JAKARTA, duniafintech.com – Platform digital LinkAja dinilai tidak akan sanggup untuk bersaing dengan pelaku usaha digital seperti OVO, GoPay, Shopee Pay dan lain-lain, jika aplikasi MyPertamina membuka peluang bagi platform lainnya sebagai system pembelian BBM subsidi.

Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Nailul Huda mengungkapkan bahwa LinkAja sangat sulit bersaing dengan platform GoPay, OVO, Shopee Pay. Hal itu dikarenakan ekosistem LinkAja sangat terbatas, sedangkan platform digital lainnya seperti GoPay, OVO dan Shopee Pay memiliki ekosistem digital yang sangat kuat.

“Sulit untuk bersaing mengingat saat ini ekosistem LinkAja sangat terbatas. Mereka (Gopay, OVO dan Shopee Pay) masih menjadi raja dompet digital di dalam negeri,” kata Huda kepada duniafintech.com. Jakarta, Kamis (7/7).

Baca juga: Aplikasi MyPertamina Bakal Jadi Syarat Beli BBM Bersubsidi, Bikin Ribet? 

Dia menjelaskan keterbatasan ekosistem digital LinkAja diakibatkan masih tergantung terhadap layanan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sehingga, dengan adanya penggunaan LinkAja dalam aplikasi MyPertamina sangat membantu untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dari biaya administrasi dan nilai valuasi bisnis yang meningkat.

Menurutnya privilege yang dimiliki LinkAja dalam aplikasi MyPertamina membuat masyarakat secara terpaksa untuk menggunakan aplikasi LinkAja karena masyarakat tidak memiliki pilihan platform digital lainnya. Sebab, jika hanya satu-satunya LinkAja tentunya biaya administrasinya sangat mahal namun jika memiliki platform lainnya bisa dimungkinkan masyarakat mendapatkan harga yang murah.

“Seharusnya bisa lebih murah dompet digital lain, tapi karena diharuskan pakai LinkAja jadi lebih mahal. Masyarakat yang rugi jatuhnya,” kata Huda.

Baca juga: Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM, Netizen: Negara Ini Makin Ribet!

Seharusnya, dia menambahkan konsumen bisa saja masyarakat membayar BBM subsidi dengan aplikasi LinkAja tanpa menggunakan aplikasi MyPertamina. Sehingga terkesan masyarakat harus dipaksa menggunakan MyPertamina.

“Jadi kayak pemaksaan orang harus pakai MyPertamina tanpa ada alternatif lainnya,” kata Huda.

Menanggapi hal itu, pengamat ekonomi Heru Sutadi mengatakan seharusnya Pertamina membuka peluang untuk beberapa model dan metode pembayaran, baik dengan platform lainnya maupun melalui kartu kredit ataupun debit. Apalagi, MyPertamina merupakan platform terbuka yang digunakan untuk pengendalian subsidi BBM sehingga disarankan harus memiliki beragam jenis pembayaran.

“Kalau mau maju sebagai aplikasi, harus dibuka ke pelaku usaha platform digital lainnya,” kata Heru kepada duniafintech.com.

Menurutnya Pertamina menggandeng LinkAja sebagai satu-satunya pembayaran di aplikasi MyPertamina sebagai upaya untuk meningkatkan pengguna LinkAja untuk menjadi Unicorn. Sebab, saat ini persaingan sangatlah ketat dengan menghadapi platform digital seperti OVO, GoPay dan Shopee Pay. Sehingga, bentuk Kerjasama tersebut antara MyPertamina dan LinkAja diharapkan bisa menjadi Unicorn.

“Kalau tidak dipaksa beli BBM tanpa MyPertamina kan tidak ada yang pakai aplikasi (LinkAja) ini,” kata Heru.

Sementara itu, duniafintech mencoba menghubungi Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting untuk dimintai tanggapannya mengapa MyPertamina tidak membuka peluang dengan pelaku usaha digital lainnya dan apakah ada peluang perbankan swasta juga bisa bergabung sebagai system pembayaran untuk kredit atau debit card. Irto tidak memberikan respon terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh duniafintech.com.

Selain itu, duniafintech.com juga menghubungi Direktur Operasional LinkAja Widjayanto Djaenudin untuk dimintai tanggapannya terkait dugaan monopoli yang dilakukan pihaknya. Hingga saat berita ini diturunkan, Widjayanto tidak memberikan tanggapan apapun kepada duniafintech.com.

Baca juga: Berlaku 1 Juli, Beli Pertalite di 11 Daerah Ini Wajib Daftar MyPertamina 

Baca terus berita fintech Indonesia dan berita kripto terkini hanya di duniafintech.com

 

Laporan: Gemal A.N Panggabean – Heronimus Ronito

Editor: Rahmat Fitranto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE