26.2 C
Jakarta
Sabtu, 2 Maret, 2024

Sri Mulyani Ungkap Asia Tenggara Miliki Potensi Ekonomi Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Asia Tenggara merupakan kawasan dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital sangat pesat dengan pertumbuhan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$200 miliar.

“Maraknya bisnis e-commerce yang memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari turut menopang berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2022 lalu, ekonomi digital Asia Tenggara bahkan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 200 miliar US Dollar, 3 tahun lebih cepat dari proyeksi awal,” kata Sri Mulyani terkait potensi ekonomi digital. 

Baca juga: Gelar RDP Soal Dana Gelap Rp349 Triliun, Komisi III Pastikan Mahfud MD dan Sri Mulyani Datang

Selain itu, Sri Mulyani menambahkan bahwa ekonomi digital juga berkontribusi menciptakan 160.000 pekerjaan langsung dan 30 juta pekerjaan tidak langsung, serta menyumbang 5 persen sampai 10 persen PDB kawasan Asia Tenggara pada tahun 2022.

Sama halnya di Indonesia, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa UMKM juga menjadi aktor penting dalam perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Berkembangnya ekonomi digital, khususnya dalam sektor keuangan, turut membuka jalan bagi para pelaku UMKM, para perempuan pelaku usaha, juga masyarakat miskin dan terpinggirkan untuk mendapatkan akses terhadap produk keuangan formal.

“Maka dari itu, Indonesia selaku pemangku Keketuaan ASEAN tahun ini berkomitmen untuk terus memperkuat inklusi keuangan ASEAN, khususnya pada sektor keuangan digital. Kita tetap optimis membangun ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Arah Kebijakan APBN Tahun 2024

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan sekitar 40 persen atau mencapai US$77 miliar dari nilai total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia. Pada 2025, nilai tersebut diprediksi akan meningkat dua kali lipat menjadi US$130 miliar dan akan terus meningkat hingga mencapai sekitar US$360 miliar di 2030.

“Ke depan, potensi dan peluang ekonomi digital Indonesia semakin terbuka lebar. Apalagi Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yang sebagian besar dalam usia produktif (bonus demografi), serta tingkat penetrasi internet kita mencapai 76,8%,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga mengungkapkan jika mengacu berdasarkan laporan East Ventures – Digital Competitiveness Index 2023 yang mengangkat tema “Keadilan Digital bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menekankan aspek fundamental yaitu inklusivitas dari ekonomi digital. Dalam hal ini, Pemerintah menjalankan beberapa strategi untuk mewujudkan inklusivitas tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Digital ASEAN Tumbuh Positif

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE