28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Sri Mulyani Ungkap Situasi Ekonomi Indonesia Masih Dibayangi Perang Rusia

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan meskipun Indonesia tergolong memiliki kemampuan pertumbuhan ekonomi yang potensial, tetapi pertumbuhan situasi ekonomi Indonesia masih dibayang-bayangi oleh situasi global yang tidak menentu. 

Sri Mulyani menjelaskan situasi ekonomi Indonesia harus menghadapi beberapa tantangan dan perlu kewaspadaan terhadap situasi geopolitik seperti perang Ukraina dan Rusia. Sebab, perang tersebut menyebabkan naiknya harga komoditas akibat disrupsi geopolitik. 

Baca juga: Kelola Rp1.170 Triliun, Sri Mulyani Instruksikan BLU untuk Produktif dan Kerja Keras

Dia mengungkapkan situasi tersebut tercermin saat tahun 2022, Indonesia harus menangani pandemi dan memulihkan ekonomi dari gejolak situasi global hingga kenaikan harga pangan. Dia menambahkan meskipun Indonesia mampu melalui fase tersebut, Indonesia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mencapai 5,3 persen lebih tinggi 3,7 persen di tahun 2021. 

Selain itu, anggaran belanja tahun 2022 sebesar Rp3.090 triliun mampu menangani pandemi dan memulihkan ekonomi hingga menghadapi tantangan kenaikan harga pangan. Dia mengaku dengan melihat situasi tersebut, pemerintah optimis dan mampu menghadapi tantangan global dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan lebih baik. 

“Pertumbuhan 5,3 persen itu saat dunia turbulensi, jadi tidak mudah. Kita optimis sekarang ini mampu menggunakan APBN secara lebih baik,” kata Sri Mulyani. 

Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan APBN tahun 2024 nantinya akan difokuskan untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting. 

Sri Mulyani menjelaskan situasi global yang berubah secara drastis dan harus diantisipasi berupa peningkatan tensi geopolitik, kenaikan suku bunga global sebagai dampak inflasi dunia yang sangat tinggi, serta dibukanya kembali Tiongkok pasca periode lockdown. 

Selain itu, pemerintah juga mengantisipasi dampak geopolitik terhadap disrupsi laju ekspor dan kemungkinan peningkatan harga komoditas karena persaingan politik antara negara-negara besar. 

Baca juga: Proyek Tol Telan Rp5,9 Triliun, Sri Mulyani Wanti-wanti Masyarakat Gunakan Uang Ganti Untung

Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini cukup kuat sebesar 5,3% pada tahun 2022 akan terus dijaga momentumnya di tahun 2023 dan 2024.

“Ini berarti dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga untuk bisa tetap tumbuh di atas 5%, maka inflasi di Indonesia juga harus dikendalikan, confidence dari konsumen harus dijaga, dan juga investasi akan terus momentumnya diperkuat,” kata Sri Mulyani. 

Oleh karenanya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa APBN 2024 sesuai arahan Presiden akan difokuskan pada program-program prioritas seperti penurunan kemiskinan dan stunting. Untuk itu, Sri Mulyani mengungkapkan penurunan kemiskinan ekstrem mencapai 0% akan diupayakan pada tahun 2024 dan ini berarti keseluruhan total kemiskinan akan menurun. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran dalam rangka penurunan stunting menuju 3 persen. 

“Ini berarti perlu upaya effort tambahan yang keras dan alokasi anggaran yang disediakan untuk tahun ini dan tahun depan,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Hindari Persepsi Negatif, Sri Mulyani Minta Dirjen Pajak Melaporkan Harta Kekayaannya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE