26.2 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

Storiqa RIlis Uji Pasar Blockchain Fokus pada APAC

Mulai sekarang berbelanja dengan crypto adalah nyata. 

duniafintech.com – Hong Kong, November, 2018 – Storiqa, pasar berdasarkan Blockchain, telah meluncurkan beta.storiqa.com yang berfokus pertama-tama di kawasan Asia-Pasifik, dan khususnya Singapura.

Ditujukan untuk membantu produsen kecil dan menengah keluar dari pasar lokal dan meningkatkan penjualan, Storiqa menawarkan penjual pertama 3 bulan masa uji coba gratis dan membantu mereka dengan pemasaran.

Dengan penawaran produk yang tak tertandingi, Storiqa telah terdaftar di pasarnya, 20 merek dengan 170 barang unik. Piring porselen berbentuk stroberi, buku catatan kayu, balon udara enamel – semua barang ini menekankan bahwa pasar berfokus pada produk luar biasa. Semua lini produk di seluruh dekorasi rumah dan aksesoris pribadi dihargai dengan token STQ, ukuran pertukaran di platform. Kemudian, pembeli akan dapat membayar barang dengan fiat bersama dengan crypto. Saat ini semua proses bisnis akan diuji di Singapura dan kemudian di negara-negara APAC lainnya.

Sejak akhir September perusahaan ini telah menguji pasar dengan tokonya sendiri tempat perusahaan menjual barang-barang bermereknya sendiri, dimana secara total menarik 60.000 pengunjung dalam 30 hari masa percobaan.

“Saat ini kami melihat Singapura sebagai pasar percobaan awal bagi kami. Ini sangat internasional dan memiliki ruang bawah tanah yang sempurna untuk pertumbuhan global lebih lanjut. Peluncuran ini tidak hanya akan membantu memecah kendala yang ada tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk berbelanja pertama dengan crypto di dunia. Setelah uji pasar terbatas, Storiqa akan meningkatkan model bisnis ke negara lain, ”kata CEO Storiqa Andrian Galkin.

Tentang Storiqa
Didirikan pada bulan Agustus 2017, dengan tujuan menciptakan pasar yang cepat diatur untuk UKM dengan batas keuangan minimal dan biaya transaksional global. Fitur dan alat utama mereka didasarkan pada penggunaan teknologi cryptocurrency dan Blockchain untuk menyelesaikan masalah industri yang ada antara pembeli dan penjual.

Press Release

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lin Che Wei Punya Jabatan Strategis di Kementrian, Tersangka Baru Mafia Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Lin Che Wei seorang pengusaha, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Minyak...

Bundamedik Catat Pendapatan Terkonsolidasi Sebesar Rp1,71 Triliun di 2021

JAKARTA, duniafintech.com - PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengumumkan sepanjang 2021 mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan terkonsolidasi sebesar 49% menjadi Rp 1,711 triliun dari pendapatan di...

Surplus Neraca Perdagangan April US$7,56 Miliar, BPS: Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan April 2022 kembali mengalami surplus, yaitu sebesar US$7,56 miliar. Menurut...

Jadi Tujuan Mudik dan Wisata, Uang Berputar di Yogyakarta Capai Rp2 Triliun/Hari

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu daerah yang menjadi tujuan pemudik sekaligus wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama libur Lebaran 2022 ini, daerah ini...

Imbas Mudik Lebaran, Okupansi Hotel Meningkat 70%, Sektor Usaha Bangkit

JAKARTA, duniafintech.com - Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Aviliani mengapresiasi pemerintah yang telah berani memutuskan mengizinkan masyarakat untuk melakukan...
LANGUAGE