27.6 C
Jakarta
Selasa, 23 April, 2024

Apa Itu Sui: Teknologi, Cara Kerja, hingga 4 Keunggulannya

Sui adalah salah satu proyek yang dihasilkan oleh Aptos. Perlu diketahui, pada akhir tahun 2022, muncul sebuah lapisan blockchain layer-1 terbaru yang dikenal sebagai Aptos, tengah berada dalam kondisi pasar yang sedang lesu (bear). 

Aptos merupakan hasil inisiatif kripto yang digagas oleh sekelompok pengembang yang sebelumnya terlibat dalam proyek Meta (Facebook), khususnya dalam pengembangan blockchain Meta yang dikenal sebagai Diem.

Setelah proyek Diem dihentikan, tim pengembang tersebut membubarkan diri dan memulai kolaborasi pada berbagai proyek kripto secara mandiri, termasuk di antaranya proyek Aptos. Salah satu pencapaian yang dihasilkan dari proyek ini adalah Sui, suatu inovasi yang berasal dari tim pengembang yang sebelumnya terlibat dalam proyek Diem.

Proyek ini sendiri memperlihatkan perbedaan mendasar dalam struktur dan pendekatannya bila dibandingkan dengan sejumlah besar blockchain lainnya. Umumnya, blockchain menyimpan data transaksi secara kronologis, mulai dari transaksi pertama hingga yang terbaru, seperti yang umum dilakukan oleh Bitcoin, Ethereum, dan Solana.

Mengenal Apa Itu Sui?

Sui merupakan suatu blockchain layer-1 permissionless yang dikembangkan oleh tim eks-Meta dengan fokus sebagai platform smart contract. Tujuan utama proyek blockchain ini adalah memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem. 

Baca juga:

sui

Pengumuman proyek ini dilakukan bersamaan dengan Aptos, yang menandai kehadiran proyek blockchain ini dalam tren proyek kripto layer-1 yang berupaya bersaing dengan Ethereum.

Tim pengembang proyek blockchain ini mengklaim bahwa platform ini mampu mengolah lebih dari 100.000 transaksi per detik (TPS). Keunikan proyek blockchain ini terletak pada eksekusi transaksi secara paralel melalui pendekatan object-centric processing, membedakannya dari blockchain konvensional.

Seperti yang telah disebutkan, tim pengembang proyek blockchain ini terdiri dari para pengembang eks-Diem Meta, yang juga menciptakan bahasa pemrograman Move. Move digunakan oleh Sui dan Aptos. 

Sejak diumumkan, proyek blockchain ini telah berhasil melewati dua putaran pendanaan, yaitu seri A dan B, dengan total dana mencapai $336 juta, mendekati jumlah yang berhasil dikumpulkan oleh Aptos, yakni $350 juta.

Proyek blockchain ini baru-baru ini menyelesaikan tahap pengujian kedua di testnet, melibatkan partisipasi 41 validator yang berhasil memproses 36,5 juta transaksi dari 1,6 juta alamat.

Teknologi SUI

Dalam ekosistem blockchain proyek ini, terdapat sejumlah teknologi yang dapat dimanfaatkan, di antaranya:

  1. Sui Move: Fondasi Baru Smart Contract yang Aman

Sui Move berperan sebagai alat untuk mendefinisikan, membuat, dan mengelola objek proyek blockchain ini  yang dapat diprogram guna mewakili aset pada tingkat pengguna. Dengan penambahan fungsionalitas baru ke dalam Move, proyek blockchain ini juga memberlakukan batasan tambahan untuk meningkatkan tingkat keamanan. 

Sui Move dapat dianggap sebagai bahasa pemrograman yang secara khusus dirancang untuk menciptakan smart contract pada platform proyek blockchain ini.

Selain itu, program ini dikembangkan bersama dengan Sui Prover, suatu alat yang memeriksa kode dalam smart contract untuk memastikan keamanan dan fungsi yang sesuai. Sui Prover dapat diterapkan dalam berbagai tahap pengujian smart contract, memberikan kemudahan kepada pengembang untuk memastikan keamanan aplikasi mereka.

Konsep utama dalam Sui Move adalah smart contract yang dikenal sebagai Package. Setiap Package mengandung berbagai modul terpisah yang mendefinisikan fungsi tertentu. Sistem modul mempermudah implementasi dan optimasi, dan ketika suatu modul diperbarui, semua smart contract yang menggunakan modul tersebut secara otomatis beralih ke versi terbaru.

Proyek blockchain ini juga telah mempublikasikan dokumen khusus yang memberikan panduan tentang cara membuat smart contract dalam Move, menyediakan sumber informasi yang berharga bagi pengembang yang berinteraksi dengan platform ini.

  1. Memproses Transaksi Berbasis Objek: Paradigma Baru dalam Blockchain

Perlu ditekankan bahwa proyek blockchain ini mengambil keputusan untuk tidak mengurutkan transaksi berdasarkan urutan waktu karena platform ini memproses transaksi berdasarkan objek, bukan subjek transaksi seperti alamat atau akun, dengan tujuan meningkatkan efisiensi jaringannya. 

Dalam pendekatan ini, setiap objek hanya dapat diproses oleh alamat pemiliknya, menjaga tingkat keamanan yang setara dengan blockchain lainnya.

Dalam struktur proyek blockchain ini, transaksi berdasarkan objek dibagi menjadi dua kategori, yaitu single-owner objects dan shared objects. Objek di sini merujuk pada data dalam jaringan proyek blockchain ini, dengan setiap objek memiliki ID unik, dan smart contract dalam proyek blockchain ini disebut sebagai Sui Move Package.

Single-owner objects adalah objek individual yang diproses satu per satu, seperti pembuatan NFT dan transfer aset. Setiap single-owner object hanya dimiliki oleh satu alamat, meskipun sebuah alamat dapat memiliki banyak objek. 

Di sisi lain, shared objects adalah objek yang digunakan oleh lebih dari satu pengguna secara bersamaan, seperti dalam pelelangan dan DEX dengan order book. Sebuah shared object dapat dimiliki oleh beberapa alamat.

Kedua jenis objek ini diproses dengan metode yang berbeda. Single-owner objects tidak memerlukan sistem konsensus dan dapat langsung diproses oleh validator tanpa urutan tertentu, menggunakan sistem Fastpay yang diterapkan oleh proyek blockchain ini. 

Sementara itu, shared objects melibatkan mekanisme konsensus Bullshark dan Narwhal, yang memproses transaksi secara terstruktur, dengan setiap shared object menyimpan riwayat transaksinya sendiri.

Pemrosesan transaksi dari kedua jenis objek ini dapat diilustrasikan sebagai jalur-jalur yang berbeda, memungkinkan proyek blockchain ini untuk memvalidasi transaksi secara paralel, meningkatkan efisiensi dan kinerja jaringan.

  1. Narwhal dan Bullshark: Mekanisme Konsensus yang Membuat Sui Efisien

Mekanisme konsensus dalam proyek blockchain ini memanfaatkan dua protokol berbasis Directed Acyclic Graph (DAG), yaitu Narwhal dan Bullshark. Kedua protokol konsensus ini mengadopsi Delegated Proof-of-Stake (DPoS) sebagai landasan operasionalnya. 

Fungsi unik dari masing-masing protokol ini saling melengkapi untuk mencapai konsensus. Perlu dicatat bahwa mekanisme konsensus proyek blockchain ini khususnya digunakan untuk memproses transaksi shared objects yang diorganisir berdasarkan kausalitas, bukan urutan waktu transaksi.

Dalam pelaksanaannya, proyek blockchain ini menggunakan Narwhal sebagai mempool dan Bullshark sebagai mesin konsensus untuk mengatur urutan transaksi yang membutuhkan kausalitas. Narwhal bertanggung jawab memastikan ketersediaan data yang dikirimkan ke proses konsensus, sedangkan Bullshark memiliki peran dalam menyetujui urutan tertentu dari data tersebut. 

Kedua protokol ini bekerja secara sinergis untuk menyinkronkan transaksi di antara validator dan secara berkala memeriksa status keseluruhan jaringan proyek blockchain ini. Dengan demikian, Narwhal dan Bullshark saling melengkapi untuk memastikan efisiensi dan integritas operasional dari mekanisme konsensus Sui.

Roadmap Sui

Pada bulan Mei 2022, proyek blockchain ini mengumumkan perilisan Devnet, yang saat ini dijalankan oleh setidaknya 4 node yang dikelola oleh Mysten Labs dan Sui Explorer. Meskipun Devnet telah aktif, belum ada pengenalan testnet.

Rencananya, peluncuran testnet akan dilakukan secara bertahap dengan tujuan untuk memperkenalkan dan menguji fitur serta mekanisme yang mendukung mainnet, memastikan kesiapan untuk produksi. Berikut adalah rincian mengenai testnet yang akan diimplementasikan:

  1. Network

Testnet pertama kali akan membentuk jaringan Sui publik multi-entitas. Berbagai aspek, seperti upacara genesis yang terdistribusi, konfigurasi validator, koordinasi operasional, dan operasi dasar jaringan, akan diuji. Pengembang juga diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan dan menguji fitur ini di dalam testnet.

  1. Staking

Konsep staking, umumnya diterapkan dalam konsensus Proof-of-Stake, akan diperkenalkan dalam testnet. Pengembang dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menerapkan konsep staking di testnet. Semua entitas akan diizinkan untuk mengumpulkan token SUI yang cukup untuk berperan sebagai validator dalam mekanisme Delegated Proof-of-Stake (DPoS) yang dimiliki oleh proyek blockchain ini.

  1. Update

Tahap ini akan memberikan pengalaman langkah demi langkah bagi operator dalam menangani operasi jaringan utama. Ini mencakup perubahan dalam set validator, pembaruan perangkat lunak, dan respons terhadap insiden yang mungkin terjadi selama operasi.

Cara Kerja Blockchain Sui

Seperti sebagian besar blockchain layer-1 lainnya, proyek ini mengadopsi arsitektur proof-of-stake (PoS) sebagai mekanisme konsensus utamanya. Dalam jaringan PoS, validator bertanggung jawab untuk memproses transaksi. Selain itu, Sui juga mendukung smart contract, yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Move.

Move, bahasa pemrograman yang mirip dengan Rust (digunakan oleh platform-platform seperti Near, Solana, dan Polkadot), telah disesuaikan oleh proyek blockchain ini untuk memenuhi kebutuhan khususnya, dan versi yang dimodifikasi dikenal sebagai Sui Move.

Proyek blockchain ini membedakan diri dengan perbedaan mendasar dari banyak blockchain lainnya. Biasanya, blockchain menyimpan data transaksi secara kronologis, mulai dari transaksi pertama hingga yang terbaru, seperti dilakukan oleh Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Namun, Sui mengadopsi pendekatan di mana sebagian besar transaksi diproses tanpa mengikuti urutan tertentu.

Meskipun demikian, beberapa transaksi di proyek blockchain ini diatur berdasarkan kausalitas (sebab-akibat), di mana transaksi 1, 2, dan 3 memiliki hubungan erat satu sama lain. Dalam konteks ini, Sui menjaga histori transaksi yang memiliki keterkaitan ini, dari fase genesis hingga yang terbaru. Pendekatan ini mencerminkan inovasi Sui dalam penyimpanan dan pengelolaan data transaksi di dalam ekosistem blockchain.

  1. Sistem Validasi Transaksi Berdasarkan Objek: Fleksibilitas tanpa Batasan Waktu

Pada dasarnya, proyek blockchain ini tidak mengurutkan transaksi berdasarkan urutan waktu, hal ini karena Sui memproses transaksi berdasarkan objek, bukan subjek transaksi seperti alamat atau akun, dengan tujuan meningkatkan efisiensi jaringannya. Dalam sistem ini, setiap objek hanya dapat diproses oleh alamat pemiliknya, sehingga menjaga tingkat keamanan yang sebanding dengan blockchain lainnya.

Dalam ekosistem proyek blockchain ini, transaksi yang dibuat berdasarkan objek dibagi menjadi dua kategori, yaitu single-owner objects dan shared objects. Single-owner objects merupakan objek individual yang diproses satu per satu, seperti pembuatan NFT atau pengiriman dan penerimaan aset. 

Setiap single-owner object dimiliki oleh satu alamat, sementara satu alamat dapat memiliki banyak objek. Di sisi lain, shared objects adalah objek yang digunakan oleh lebih dari satu pengguna secara bersamaan, seperti dalam pelelangan atau DEX dengan order book. Sebuah shared object dapat dimiliki oleh beberapa alamat.

Kedua jenis objek ini diperlakukan secara berbeda dalam prosesnya. Single-owner objects tidak perlu melewati sistem konsensus dan dapat diproses langsung oleh validator tanpa urutan tertentu, dengan proyek blockchain ini menggunakan sistem berbasis Fastpay untuk jenis objek ini. 

Sebaliknya, shared objects melibatkan mekanisme konsensus Bullshark dan Narwhal yang memproses transaksi secara terstruktur. Setiap shared object menyimpan riwayat transaksi masing-masing.

Dalam ilustrasinya, pemrosesan transaksi dari kedua jenis objek ini dapat dibayangkan sebagai jalur-jalur yang berbeda, memungkinkan proyek blockchain ini untuk memvalidasi transaksi secara paralel, meningkatkan efisiensi dan kinerja jaringan secara keseluruhan.

  1. Transaksi Paralel dan Skalabilitas Horizontal: Efisiensi Tinggi tanpa Kompromi Keamanan

Pendekatan pemrosesan transaksi berdasarkan objek membawa proyek blockchain ini pada keunggulan eksekusi transaksi paralel. Seperti yang terlihat dalam ilustrasi, transaksi dapat diproses tanpa memerlukan urutan tertentu, asalkan objek yang terlibat tidak saling berkaitan. 

Dengan demikian, dalam situasi ini, komunikasi antar validator tidak diperlukan, kecuali untuk penanganan transaksi yang melibatkan objek yang sama.

Secara esensial, setiap transaksi diperlakukan pada jalur-jalur terpisah yang disebut sebagai pendekatan multi-lane oleh proyek blockchain ini. Transaksi yang independen dapat diproses oleh validator tanpa sinkronisasi di tingkat jaringan. Konsep “blok” tidak ada dalam jaringan Sui karena transaksi diproses satu per satu. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi latensi dan waktu yang dibutuhkan untuk validasi.

Pemrosesan transaksi untuk single-owner objects tidak memerlukan komunikasi antar validator, memungkinkan setiap validator untuk memprosesnya secara efisien. Proses dimulai dengan quorum driver (validator Full node, penyedia RPC, atau dompet custodial) yang memeriksa validitas transaksi dan menambahkan tanda tangan pada transaksi yang valid. 

Selanjutnya, quorum driver mengumpulkan tanda tangan yang mencapai atau melebihi 2/3 dari total staking dan mengkonversinya menjadi sertifikat. Sertifikat ini kemudian diterima dan diproses oleh sekelompok validator sebelum dikembalikan ke quorum driver, menandakan penyelesaian transaksi.

Mayoritas transaksi tidak memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga pengurutan kronologis dalam blok menjadi tidak diperlukan dan dapat dianggap sebagai penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Proyek blockchain ini membebaskan jaringannya dari beban ini.

Dalam situasi shared objects, setelah validator menerima sertifikat, Narwhal digunakan untuk menyampaikan sertifikat kepada Bullshark untuk pengurutan. Narwhal dan Bullshark berfungsi sebagai mempool berbasis Directed Acyclic Graph (DAG) dengan mekanisme konsensus yang mendukung Byzantine Fault Tolerant (BFT).

Proyek blockchain ini mengatasi hambatan kritis yang sering muncul pada sebagian besar blockchain, yaitu kebutuhan akan konsensus global pada daftar transaksi yang diurutkan kronologis. Dengan demikian, proyek blockchain ini dapat mencapai skalabilitas horizontal dengan membuka jalur validasi transaksi sebanyak mungkin. 

Semakin banyak validator, semakin banyak jalur yang tersedia untuk memproses transaksi. Selain itu, validator dapat meningkatkan kapabilitas mesin mereka untuk membuka lebih banyak jalur pemrosesan transaksi. Skalabilitas horizontal ini menjadi salah satu keunggulan utama yang sering dikemukakan dalam konteks proyek blockchain ini.

Baca juga:

sui

  1. Sui Move dan Sui Prover: Menyederhanakan Pengembangan dan Memastikan Keamanan

Sui Move berperan sebagai alat untuk mendefinisikan, membuat, dan mengelola objek Sui yang dapat diprogram untuk mewakili aset pada tingkat pengguna. Dengan penambahan fungsionalitas baru ke dalam Move, proyek blockchain ini juga menetapkan batasan tambahan guna meningkatkan tingkat keamanan. 

Sui Move diakui sebagai bahasa pemrograman yang digunakan untuk menciptakan smart contract di platform proyek blockchain ini.

Pengembangan Sui Move dilakukan secara bersamaan dengan Sui Prover, sebuah alat yang memeriksa kode dalam smart contract untuk memastikan keamanan dan fungsi yang sesuai. Sui Prover dapat digunakan pada berbagai tahap pengujian smart contract, memberikan kemudahan bagi pengembang untuk memastikan keselamatan aplikasi mereka.

Smart contract dalam Sui Move dikenal sebagai “Package”. Setiap Package mengandung berbagai modul terpisah yang masing-masing mendefinisikan fungsi tertentu. Sistem modul mempermudah implementasi dan optimasi, dan ketika suatu modul diperbarui, semua smart contract yang menggunakan modul tersebut secara otomatis mengadopsi versi terbaru.

Proyek blockchain ini juga telah menerbitkan dokumen khusus yang memberikan panduan tentang cara membuat smart contract dalam Move, menyediakan sumber daya yang berharga bagi pengembang yang bekerja dengan platform ini.

Keunggulan Blockchain Sui

Proyek blockchain ini menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan berbagai blockchain lainnya. Berikut adalah beberapa keunggulan blockchain Sui yang perlu diperhatikan:

  1. Pemrosesan Transaksi Paralel: Daya Ungkit Tinggi dalam Kinerja Jaringan

Sui mengadopsi pendekatan pemrosesan transaksi berdasarkan objek, bukan akun atau alamat. Dengan sistem ini, proyek blockchain ini memungkinkan pemrosesan transaksi secara paralel, di mana objek dapat diproses secara independen dalam jalur-jalur terpisah. 

Tidak ada pengurutan transaksi berdasarkan waktu, yang menghasilkan peningkatan Throughput per Detik (TPS), mengurangi latensi, dan meningkatkan efisiensi jaringan proyek blockchain ini.

  1. Skalabilitas Horizontal: Menghadapi Pertumbuhan Jaringan dengan Tangguh

Melalui pendekatan sistem paralelnya, jaringan proyek blockchain ini mencapai skalabilitas horizontal yang luar biasa. Semakin banyak validator yang terlibat, semakin banyak jalur validasi transaksi yang dapat dibuka. 

Tingkat daya komputasi setiap validator juga berdampak langsung pada jumlah jalur transaksi yang dapat dibuka. Skalabilitas ini praktis tidak terbatas karena jaringan tidak terikat oleh beban penyimpanan data blockchain yang terurut, seperti pada Bitcoin dan Ethereum.

  1. Sui Move: Standar Baru dalam Pembuatan Smart Contract

Sui Move merupakan hasil modifikasi bahasa pemrograman Move oleh proyek blockchain ini, yang digunakan untuk menciptakan dan mengelola smart contract di platform Sui. Keunggulan Sui Move terutama terletak pada peningkatan keamanan, memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap potensi ancaman keamanan.

  1. Mekanisme Konsensus yang Efisien: Memastikan Kecepatan dan Ketahanan Jaringan

Proyek blockchain ini mengadopsi Bullshark dan Narwhal sebagai mekanisme konsensus berbasis Directed Acyclic Graph (DAG). Kedua protokol ini dirancang untuk memproses transaksi dengan cepat dan mengurangi biaya gas secara signifikan. 

Mekanisme konsensus proyek blockchain ini sangat efisien karena khusus diterapkan untuk transaksi shared objects, mengurangi beban kerja secara substansial.

Inovasi Teknologinya Menyongsong Masa Depan Blockchain

Dengan peluncuran resminya, SUI blockchain kini memasuki tahap baru dalam evolusi teknologinya. Tim pengembang SUI blockchain memiliki ambisi besar untuk terus meningkatkan teknologinya dan memperluas penerapannya ke berbagai sektor, termasuk bidang keuangan dan logistik.

Keberhasilan ini tidak hanya menciptakan kegemparan di kalangan komunitas kripto, tetapi juga menarik perhatian sejumlah perusahaan besar yang tertarik untuk mengintegrasikan teknologi SUI blockchain dalam operasional mereka.

Secara menyeluruh, peluncuran SUI blockchain dan peningkatan nilai tokennya telah membangkitkan kembali minat publik terhadap aspek kripto. SUI blockchain berhasil menarik perhatian melalui teknologi inovatifnya dan kemampuannya dalam mengatasi tantangan yang ada dalam ekosistem blockchain saat ini.

Dengan prospek masa depan yang cerah, diharapkan SUI blockchain akan menjadi salah satu pemimpin terdepan dalam industri blockchain di masa mendatang. Dikutip dari laman docs.suipad.xyz, berikut ini roadmap proyek blockchain ini yang perlu diketahui, antara lain:

Q4 2022

  • Peluncuran platform dasar: situs web baru, UI Launchpad yang dapat diperdagangkan
  • Pembangunan Komunitas
  • Pemasaran secara massal

Q1 2023

  • SuiPad di Tesnet
  • Integrasi beberapa dompet
  • Tesnet IDO untuk beberapa proyek di Sui
  • Dorongan pemasaran berkelanjutan dan pembangunan komunitas

Q2 2023

  • SuiPad di Mainnet
  • $SUIP IDO
  • Kolam taruhan dan SuiPad Shield
  • IDO gelombang pertama (4 proyek)

Q3 2023

  • Produksi SuiTank musim pertama (8 Episode)
  • SuiTank musim pertama mengudara
  • IDO gelombang ke-2 (8 proyek)
  • Program Inkubasi SuiPad Kelompok Pertama

Q4 2023

  • Kelompok 1 Akademi SuiPad
  • Inkubasi SuiPad Kelompok ke-2
  • IDO gelombang ke-3 (8 proyek)
  • Produksi SuiTank (musim kedua)

Cara membeli Sui (SUI) di INDODAX adalah dengan memantau informasi terbaru tentang tanggal peluncurannya. Saat ini, tanggal peluncuran koin SUI masih belum dapat dipastikan. Ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk lebih memahami SUI dan merencanakan strategi sebelum memutuskan untuk membeli koin tersebut.

Anda dapat terus memonitor aplikasi dan situs web INDODAX untuk mendapatkan pembaruan terkini tentang ketersediaan SUI. Sementara menunggu peluncuran SUI, Anda juga dapat melakukan investasi pada aset kripto lainnya, seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya, tanpa khawatir tentang potensi penipuan.

Penting dicatat bahwa di INDODAX, semua aset kripto telah melewati evaluasi ketat dan mematuhi prinsip kehati-hatian. Aplikasi INDODAX juga terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), memberikan jaminan keamanan bagi pengguna.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, Sui merupakan blockchain layer-1 permissionless yang dikembangkan oleh tim eks-Meta. Sebagai platform smart contract, proyek blockchain ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem. Pengumuman proyek ini bersamaan dengan Aptos, menandai kehadiran proyek blockchain ini dalam tren proyek kripto layer-1 yang berusaha bersaing dengan Ethereum.

sui

Mirip dengan banyak blockchain layer-1 lainnya, proyek blockchain ini mengadopsi arsitektur proof-of-stake (PoS) sebagai mekanisme konsensus utamanya. Dalam jaringan PoS, validator digunakan untuk memproses transaksi. Selain itu, Sui mendukung smart contract yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman Move.

Keunggulan proyek blockchain ini dibandingkan dengan blockchain lainnya mencakup pemrosesan transaksi parallel, skalabilitas horizontal, Sui Move, dan mekanisme konsensus yang efisien. Pemrosesan transaksi parallel memungkinkan objek diproses secara independen, meningkatkan throughput dan efisiensi jaringan. 

Skalabilitas horizontal tercapai melalui sistem paralel, di mana semakin banyak validator berarti lebih banyak jalur transaksi yang dapat dibuka. Sui Move, sebagai bahasa pemrograman khusus, memberikan lapisan keamanan tambahan, sementara mekanisme konsensus yang efisien, seperti Bullshark dan Narwhal, dirancang untuk memproses transaksi dengan cepat dan biaya gas yang minimal.

Baca juga:

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE