29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Sukuk adalah: Pengertian, Jenis-jenis, dan Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Sukuk adalah salah satu instrumen sekaligus jenis investasi yang ditawarkan dengan berbagai keuntungan. Sukuk atau yang sering disebut sebagai “obligasi Islam” merupakan instrumen keuangan yang menarik perhatian signifikan dalam dunia investasi global. 

Instrumen investasi ini berakar pada prinsip-prinsip syariah Islam yang melarang praktik riba (bunga) serta transaksi yang melibatkan unsur spekulasi atau ketidakpastian. Keunggulan sukuk membuatnya menjadi elemen penting dalam konteks investasi. Salah satunya adalah karena instrumen investasi ini dibentuk sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor Muslim yang ingin berkomitmen pada investasi sesuai dengan nilai-nilai keyakinan mereka. 

Di samping itu, berinvestasi dalam obligasi Islam dapat membantu investor dalam melakukan diversifikasi portofolio, mengingat instrumen investasi ini dapat mencakup berbagai sektor ekonomi, termasuk real estate, infrastruktur, energi, dan lainnya.

Sebagai informasi, selain trading, aktivitas lainnya yang juga bisa dan sering kali dilakukan dalam blockchain adalah staking crypto, salah satunya matic staking.

Staking pada dasarnya adalah salah satu bentuk aktivitas ketika seseorang mempertahankan/menahan sejumlah koin crypto dalam sebuah jaringan blockchain untuk mendukung operasi jaringan dan sebagai imbalannya.

Nantinya, orang tersebut akan menerima hadiah dalam bentuk koin crypto tamahan yang dibuat oleh jaringan tersebut.

Anda pun bisa melakukan staking di platform crypto, salah satunya di INDODAX.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Kode Etik AI di Fintech Resmi Diluncurkan, Ini Harapan OJK

Sukuk adalah

Sukuk adalah sertifikat kepemilikan yang memberikan hak kepemilikan atas aset atau proyek tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam konteks ini, pemegang instrumen investasi ini turut berbagi risiko dan keuntungan terkait dengan aset atau proyek tersebut.

Beberapa prinsip mendasar yang menjadi dasar bagi instrumen investasi ini melibatkan larangan terhadap riba. Artinya, instrumen investasi ini tidak menghasilkan pendapatan berupa bunga, melainkan didasarkan pada pembagian risiko dan keuntungan antara penerbit dan pemegang obligasi Islam. Dalam konteks instrumen investasi ini, pemegangnya berbagi keuntungan yang diperoleh dari proyek atau aset yang dijamin oleh sukuk tersebut.

Prinsip lainnya adalah instrumen investasi ini harus didukung oleh aset substansial yang memiliki nilai riil, seperti properti, infrastruktur, atau proyek bisnis yang konkret dan berpotensi menghasilkan pendapatan. Selanjutnya, transaksi instrumen investasi ini harus menghindari unsur spekulasi atau ketidakpastian yang berlebihan, sehingga investasi dalam obligasi Islam harus berdasarkan proyeksi pendapatan dan risiko yang rasional.

Prinsip dasar lainnya adalah larangan terhadap aktivitas haram. Artinya, instrumen investasi ini tidak boleh digunakan untuk mendukung aktivitas yang diharamkan oleh prinsip-prinsip Islam, seperti industri alkohol, perjudian, atau produksi senjata.

Instrumen investasi ini memiliki berbagai alasan penting yang membuatnya menjadi instrumen investasi menarik. Salah satunya adalah memberikan kesempatan bagi investor Muslim untuk berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, menghindari riba atau aktivitas haram. Selain itu, instrumen investasi ini membantu investor mendiversifikasi portofolio mereka dengan mendukung berbagai jenis aset, mengurangi risiko melalui penyebaran investasi di berbagai sektor ekonomi. Banyak obligasi Islam juga menawarkan pembayaran pendapatan tetap, menjadi alternatif menarik bagi investor yang mencari pendapatan reguler dibandingkan saham yang lebih volatil.

Adapun instrumen investasi ini sering digunakan untuk mendukung proyek infrastruktur vital seperti jalan, bandara, dan pembangkit listrik, memungkinkan investor berperan dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Pasar instrumen investasi ini tersebar di berbagai negara, termasuk di ekonomi berkembang, memungkinkan investor melakukan diversifikasi geografis dalam portofolio mereka.

Jenis-jenis Sukuk dan Keuntungannya

Sukuk merupakan instrumen keuangan Islam yang memiliki variasi jenis dan karakteristik. Dua varian obligasi Islam yang akan dibahas adalah Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, yang masing-masing memiliki ciri khas dan keuntungannya. Pada dasarnya, keduanya memegang peran penting dalam memfasilitasi investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menyediakan opsi beragam bagi investor dengan berbagai tingkat modal dan preferensi investasi. Berikut adalah penjelasan terkait keduanya.

1. Ritel

Sukuk Ritel, atau yang juga dikenal sebagai Suku Negara Ritel, merupakan opsi investasi syariah yang disediakan oleh pemerintah Indonesia kepada masyarakat. Produk ini dirancang sebagai instrumen investasi yang aman, mudah diakses, terjangkau, dan memberikan keuntungan. Dengan obligasi Islam yang satu ini, pemerintah memberikan kesempatan langsung kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Investor akan menerima imbalan berupa bunga tetap yang dibayarkan setiap bulan. Berikut adalah karakteristiknya:

  • Tersedia untuk masyarakat/Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Investasi dikelola dengan prinsip syariah.
  • Pemesanan dapat dimulai dari nilai Rp 1 juta.
  • Tenornya adalah 3 tahun.
  • Imbalan tetap dibayarkan setiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder di antara investor lokal.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari berinvestasi dalam Sukuk Ritel meliputi:

  • Pokok imbalan dijamin oleh negara.
  • Dapat diperjualbelikan di pasar sekunder di antara investor lokal.
  • Tingkat imbalan bersaing, bahkan lebih tinggi daripada rata-rata tingkat bunga deposito dari bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Investor dapat berinvestasi dengan modal sekecil Rp 1 juta.
  • Tingkat imbalan tetap sebesar 5,47% per tahun.
  • Berinvestasi dalam instrumen investasi ini berkontribusi pada pembiayaan pembangunan negara.
  • Imbalan dibayarkan setiap bulan.
  • Investasi dalam Sukuk Ritel sesuai dengan prinsip syariah.

2. Tabungan

Sukuk Tabungan merupakan kategori Surat Berharga Negara (SBN) yang ditujukan untuk warga negara Indonesia dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Jenis instrumen investasi yang satu ini mirip dengan tabungan atau deposito bank, namun memiliki keunggulan yang signifikan. Beberapa karakteristiknya meliputi:

  • Pengelolaan investasi sesuai dengan prinsip syariah.
  • Pemesanan dimulai dari Rp1 juta.
  • Imbalan bersifat mengambang dengan tingkat imbalan minimal.
  • Tenor investasi selama 2 tahun.
  • Tersedia fasilitas early redemption.
  • Tidak dapat diperjualbelikan atau dialihkan.

Sukuk Tabungan menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain:

  • Pokok dan imbalan dijamin oleh negara.
  • Early redemption tanpa biaya redemption yang dikenakan oleh pemerintah.
  • Tingkat imbalan yang kompetitif, bahkan melebihi rata-rata tingkat bunga deposito dari bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Kemudahan akses transaksi melalui Sistem Elektronik (online).
  • Tingkat imbalan mengambang sesuai dengan perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan tingkat imbalan minimal (floor).
  • Berinvestasi dalam Sukuk Tabungan berarti terlibat langsung dalam pembangunan negara.
  • Produk ini sejalan dengan prinsip syariah.
  • Imbalan dibayarkan setiap bulan.

Bisakah Sukuk dan Kripto Bersatu?

Obligasi Islam dan teknologi blockchain memiliki potensi untuk saling terintegrasi dalam beberapa cara yang dapat memberikan manfaat bagi kedua pasar. Kolaborasi potensial ini membuka peluang baru dalam pasar keuangan syariah dan membawa berbagai keuntungan. Berikut beberapa potensi integrasi instrumen investasi ini dan teknologi blockchain yang perlu diperhatikan:

  1. Tokenisasi Sukuk

Salah satu metode utama di mana instrumen investasi ini dan teknologi blockchain dapat terintegrasi adalah melalui tokenisasi Sukuk. Tokenisasi obligasi Islam melibatkan transformasi kepemilikan Sukuk tradisional menjadi bentuk token digital yang berbasis blockchain. Token tersebut merepresentasikan kepemilikan atas aset atau proyek yang dijamin oleh Sukuk tersebut.

Manfaat:

  • Akses Global: Tokenisasi Sukuk memungkinkan investasi Sukuk oleh individu dan investor institusional di seluruh dunia tanpa keterlibatan infrastruktur keuangan konvensional.
  • Likuiditas dan Transparansi: Dengan diperdagangkan di platform blockchain, token Sukuk dapat meningkatkan likuiditas dan transparansi pasar. Investasi dapat dicairkan dengan lebih mudah dan cepat.
  • Biaya Rendah: Infrastruktur blockchain dapat mengurangi biaya administrasi dan perantara dalam proses penerbitan dan perdagangan Sukuk.
  1. Penerbitan Sukuk Berbasis Blockchain

Penerbitan Sukuk secara langsung berbasis blockchain adalah langkah tambahan yang dapat menggabungkan teknologi blockchain dengan instrumen keuangan syariah. Dalam implementasinya, Sukuk diterbitkan sebagai kontrak pintar (smart contract) di dalam jaringan blockchain.

Manfaat:

  • Transparansi dan Keamanan: Transaksi Sukuk dipantau dan dicatat dalam buku besar terdesentralisasi, meningkatkan tingkat transparansi dan keamanan.
  • Kepatuhan Syariah Otomatis: Kontrak pintar dapat diprogram sedemikian rupa untuk memastikan bahwa setiap transaksi Sukuk selalu mematuhi prinsip-prinsip syariah. Hal ini mengurangi risiko ketidakpatuhan.
  1. Integrasi Kripto dan Sukuk Berbasis Proyek

Sukuk berbasis proyek adalah instrumen keuangan yang dijamin oleh proyek-proyek nyata, seperti infrastruktur atau energi terbarukan. Integrasi teknologi blockchain dapat memberikan pemegang Sukuk akses langsung ke manfaat dari proyek tersebut melalui token digital, seperti berbagi keuntungan dari pendapatan proyek yang tercatat dalam blockchain.

Baca juga: Pinjaman Online Syariah: Keuntungan dan Daftar Rekomendasi Terbaik

Sukuk

Manfaat:

  • Pendapatan yang Lebih Cepat: Pemegang Sukuk dapat menerima pendapatan dengan lebih cepat dan transparan karena pendapatan langsung tercatat dalam blockchain.
  • Pendapatan yang Terukur: Pemanfaatan blockchain memungkinkan pemantauan dan pelacakan yang lebih akurat terhadap kinerja proyek yang dijamin oleh Sukuk. Ini memberikan pemegang Sukuk visibilitas yang lebih besar atas investasinya.

Kemungkinan Penggunaan Kripto dalam Sukuk

Pemanfaatan kripto dalam Sukuk pada dasarnya merupakan konsep menarik, namun juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Meskipun memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas pasar, implementasi ini memerlukan penyesuaian dan pemecahan masalah yang cermat untuk memenuhi standar syariah dan meminimalkan risiko. Beberapa potensi penggunaan kripto dalam Sukuk meliputi:

  • Pembayaran Bunga atau Dividen: Kripto dapat digunakan sebagai metode pembayaran bunga atau dividen kepada pemegang Sukuk melalui token kripto yang mewakili kepemilikan Sukuk. Pada jatuh tempo pembayaran, pemegang Sukuk menerima token kripto sebagai imbalan.
  • Transparansi dan Efisiensi: Penggunaan kripto dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pembayaran bunga atau dividen. Transaksi di blockchain dapat secara otomatis dicatat dan diakses oleh semua pihak terkait.
  • Akses Global: Kripto sebagai aset digital dapat diakses oleh individu di seluruh dunia, memungkinkan partisipasi investor internasional dalam pasar obligasi Islam tanpa hambatan geografis.

Keuntungan penggunaan kripto dalam obligasi Islam melibatkan:

  • Biaya Transaksi yang Rendah: Penggunaan kripto dapat mengurangi biaya administrasi terkait pembayaran bunga atau dividen Sukuk, termasuk biaya transfer, konversi mata uang, dan biaya perantara.
  • Kecepatan Transaksi: Transaksi kripto dapat diproses lebih cepat daripada metode tradisional, memungkinkan pembayaran bunga atau dividen lebih tepat waktu.
  • Transparansi dan Keamanan: Teknologi blockchain memberikan tingkat transparansi dan keamanan yang tinggi dalam pelacakan dan pencatatan transaksi, meningkatkan kepercayaan pemegang Sukuk.

Namun, ada sejumlah tantangan dalam penggunaan kripto dalam Sukuk, seperti:

  • Kepatuhan Syariah: Menjamin bahwa penggunaan kripto dalam Sukuk mematuhi prinsip-prinsip syariah merupakan tantangan utama, termasuk menentukan mata uang digital yang sesuai syariah dan manajemen token kripto sesuai prinsip-prinsip syariah.
  • Volatilitas Kripto: Nilai kripto seperti Bitcoin atau Ethereum cenderung sangat volatil, menjadi tantangan dalam menetapkan nilai bunga atau dividen yang tetap dalam mata uang kripto.
  • Regulasi: Peraturan terkait kripto bervariasi di berbagai negara, dan beberapa pemerintah masih merumuskan regulasi. Perbedaan ini dapat menjadi hambatan, terutama jika pihak berwenang tidak mengakui kripto sebagai aset yang sah.
  • Penerimaan Pasar: Penerimaan pasar terhadap penggunaan kripto dalam Sukuk juga menjadi pertimbangan, karena beberapa investor mungkin merasa tidak nyaman dengan mata uang digital dan lebih memilih aset tradisional.

Baca juga: Cara Trading Crypto di INDODAX yang Perlu Diketahui Trader Pemula!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE