32.8 C
Jakarta
Selasa, 23 April, 2024

Sushiswap (SUSHI): Ketahui Keunikan hingga Cara Belinya

Sushiswap adalah salah satu pemain penting dalam ekosistem Decentralized Finance (DeFi). Seperti diketahui, dunia keuangan terus mengalami transformasi melalui revolusi digital, dan salah satu inovasi terkemuka yang muncul adalah DeFi. 

DeFi menciptakan sistem keuangan yang beroperasi di atas teknologi blockchain, mengeliminasi perantara tradisional seperti bank atau lembaga keuangan. Dalam ekosistem DeFi, Sushiswap memainkan peran penting sebagai protokol terdesentralisasi di jaringan Ethereum

Sushiswap, berperan sebagai protokol pertukaran dan penyedia likuiditas, mengizinkan pengguna untuk terlibat dalam pertukaran aset kripto tanpa melibatkan pihak ketiga, memberikan kendali lebih besar kepada pemegang aset.

Penting untuk memahami inovasi dan perubahan dalam ekosistem DeFi, karena perubahan cepat dalam teknologi dan kebijakan dapat memiliki dampak signifikan pada pengguna DeFi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang inovasi ini menjadi kunci untuk mengoptimalkan partisipasi dan manfaat dari DeFi.

Baca juga: Near Protocol (NEAR): Ekosistem, Cara Kerja, hingga Keunikannya

sushiswap

Apa Itu Shushiswap

Sebelum membahas Sushiswap, penting untuk memahami konsep decentralized exchange (DEX). DEX adalah platform pertukaran kripto yang menghubungkan pembeli dan penjual secara langsung tanpa melibatkan perantara. DEX menggunakan smart contract dengan teknologi Automated Market Maker (AMM) untuk menjalankan transaksi jual beli aset kripto.

AMM memerlukan liquidity pool sebagai sumber likuiditas untuk aset kripto yang diperdagangkan. Liquidity pool adalah tempat di mana investor menyetor dana mereka untuk memberikan likuiditas pada aset kripto tertentu. Investor yang menyediakan likuiditas disebut liquidity provider (LP) dan menerima imbalan berdasarkan jumlah aset kripto yang mereka setorkan.

Sushiswap, sebagai DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum, menekankan komunitas. Platform ini memungkinkan pengguna untuk menukarkan aset kripto tanpa perantara dan bersifat non-custodial, yang berarti setiap transaksi diproses langsung melalui smart contract tanpa menyimpan dana pengguna. Token utama DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini adalah SUSHI, mengikuti standar ERC-20.

DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini menarik perhatian karena tumbuh dari fork Uniswap dan berhasil mengembangkan basis pengguna aktif serta menampung ratusan juta USD dalam waktu singkat. Meskipun protokol ini mirip dengan Uniswap dalam sistem kerjanya karena mengadopsi kode sumber open-source, DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini membawa inovasi melalui tata kelola komunitas dan skema pemberian imbalan dengan token SUSHI.

DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini resmi diluncurkan pada bulan Agustus 2020 oleh dua pengembang yang menggunakan nama samaran, yaitu Chef Maki dan 0xMaki, ketika gelombang “DeFi Summer” mencapai puncaknya. Meskipun menghadapi kontroversi karena dugaan exit scam oleh salah satu pendirinya, Chef Maki, yang menukarkan token SUSHI senilai 14 juta dolar AS dengan ETH pada tanggal 5 September 2020, Sushiswap berhasil memulihkan kepercayaan komunitas setelah proyek diserahkan kepada CEO FTX Exchange, Sam Bankman-Fried.

Di bawah kepemimpinan Sam Bankman-Fried, Sushiswap berhasil sukses dalam memigrasikan dana dari Uniswap ke liquidity pool Sushiswap, memulihkan kepercayaan komunitas, dan membuktikan keberlanjutan proyek. Pada tanggal 11 September 2020, Chef Maki akhirnya mengembalikan 38.000 ETH kepada pengembang DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini sambil meminta maaf melalui akun Twitter-nya. Kejadian ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan Sushiswap menuju perkembangan dan penerimaan yang lebih luas dalam ekosistem DeFi.

Cara Kerja Sushiswap

DEX yang beroperasi di jaringan Ethereum ini memudahkan transaksi jual beli aset kripto antar pengguna dan memberikan akses kepada siapa saja yang ingin menambahkan likuiditas pada liquidity pool SushiSwap dengan menghubungkan dompet Ethereum ke akun layanan ini.

Prosesnya melibatkan pengguna yang mengunci aset mereka pada smart contracts dengan rasio setara, yaitu 1:1. Sebagai contoh, jika seorang pengguna ingin menambahkan 2 ETH pada liquidity pool ETH-SUSHI, maka mereka harus mentransfer 1 ETH dalam bentuk SUSHI melalui fungsi Swap.

Selain menambah likuiditas pada pasangan perdagangan yang sudah ada, pengguna juga memiliki opsi untuk menyediakan cryptocurrency pada liquidity pool baru untuk transaksi yang belum ada.

Sebagai liquidity provider (LP) awal, mereka memiliki fleksibilitas untuk menetapkan rasio penukaran awal atau harga, yang kemungkinan akan disesuaikan secara otomatis jika ada pihak lain yang menambahkan token pada liquidity pool melalui arbitrase.

Pengguna yang menyediakan cryptocurrency pada liquidity pool berhak mendapatkan token SLP (SushiSwap Liquidity Provider), yang mewakili bagian proporsional dari aset yang terkumpul. Hal ini memberikan kemampuan kepada pengguna untuk melakukan klaim kembali dana mereka dan memperoleh biaya kripto sesuai dengan proporsi mereka kapan saja sesuai keinginan mereka. Sistem ini memberikan fleksibilitas dan insentif kepada para penyedia likuiditas dalam ekosistem SushiSwap.

SUSHI Coin: Lebih dari Sekadar Mata Uang Digital

Pada tanggal 11 November 2022, harga token SUSHI mencapai $1,21 dengan volume perdagangan mencapai $137.100.396 dalam periode 24 jam terakhir. Melalui analisis grafik, terlihat bahwa nilai SUSHI mengalami penurunan pada akhir tahun 2021, tetapi mengalami pembalikan tren pada pertengahan Desember 2021.

Seiring dengan kondisi pasar kripto yang cenderung bearish, harga SUSHI menurun sejak Januari 2022 dan bergerak secara mendatar sejak bulan Mei hingga saat ini. Ketika SUSHI diperkenalkan, pasokan token awalnya tidak terbatas. Namun, berdasarkan rekomendasi dari komunitas, batasan pasokan ditetapkan menjadi 250 juta SUSHI. Pada tanggal 1 November 2022, total SUSHI yang beredar di pasar mencapai 244.542.059 SUSHI.

Bagi mereka yang tertarik untuk berinvestasi di Sushiswap, mempertimbangkan roadmap Sushiswap dapat menjadi langkah yang bijak. Rencana masa depan Sushiswap mencakup fokus pada pengembangan Shoyu 2.0 Beta (NFT Marketplace Sushiswap), peningkatan Kashi, peningkatan transparansi anggaran melalui pengawasan komunitas, dan pengembangan fitur lainnya. Dengan memahami arah pengembangan ini, para investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih terukur di Sushiswap.

Keunikan dari Sushiswap: Mengapa Berbeda dari Lainnya

Sebagai Automated Market Maker (AMM), SushiSwap membedakan diri dari bursa terdesentralisasi tradisional dengan menghilangkan buku pesanan dan tetap mengatasi masalah likuiditas. Meskipun memiliki persamaan dengan AMM seperti Uniswap, SushiSwap melakukan beberapa perubahan kunci untuk meningkatkan dampak partisipasi jaringan di masa depan.

Beberapa pengguna Uniswap merasa tidak puas dengan tingkat fee yang dianggap rendah bagi penyedia likuiditas. Selain itu, kritik juga timbul terkait keterlibatan venture capitalist dalam platform dan kurangnya desentralisasi dalam tata kelola Uniswap.

Inovasi utama dari protokol ini adalah token SUSHI, di mana penyedia likuiditas diberi hadiah. Berbeda dengan Uniswap, token ini memberikan hak kepada pemiliknya untuk terus menerima sebagian dari biaya, bahkan setelah mereka berhenti menyediakan likuiditas secara aktif.

SUSHI juga berhasil mengatasi masalah desentralisasi dalam Uniswap dengan memberikan hak tata kelola kepada pemiliknya. Dengan semangat dan motivasi yang sejalan, SushiSwap menerapkan pendekatan “fair launch” dalam distribusi token, menghindari alokasi khusus untuk venture capitalist. Melalui langkah-langkah ini, SushiSwap menunjukkan komitmen untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil dan terdesentralisasi bagi para pemangku kepentingan.

Perbandingan dengan Uniswap

SushiSwap, sebagai token Ethereum, memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam tata kelola komunitas dan mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi. Proyek ini bertujuan menyederhanakan perdagangan aset kripto dan meningkatkan transparansi dengan memberikan akses melalui desktop dan aplikasi seluler.

Baca juga: Konsensus Avalanche di Dunia Kripto: Sejarah, Cara Kerja, hingga Cara Membelinya

sushiswap

Di sisi lain, Uniswap, sebagai protokol perdagangan kripto di blockchain Ethereum, menawarkan cara inovatif untuk menukar token ERC-20 tanpa memerlukan perantara tepercaya. Sistem ini menjamin keamanan dana dengan meningkatkan resistensi terhadap sensor dan aspek keamanan inti, menyederhanakan proses perdagangan dengan mengurangi langkah-langkah yang diperlukan.

Dalam era pertumbuhan DeFi, baik Uniswap maupun SushiSwap memiliki potensi untuk meningkatkan adopsi sepanjang tahun 2022. Namun, Uniswap memiliki prospek kenaikan yang lebih tinggi, terutama karena dominasi pasar yang dimilikinya. Sebagai pemimpin dalam perdagangan terdesentralisasi, Uniswap menjadi pilihan utama bagi investor yang tertarik pada ekosistem ini.

Dominasi pasar Uniswap memberikan keuntungan tambahan, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan risiko yang terkait dengan pertukaran terpusat, seperti risiko peretasan, kekurangan privasi, dan potensi penyensoran.

Di sisi lain, SushiSwap menghadapi tantangan karena beberapa konflik internal, menempatkannya pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan Uniswap. Kondisi pasar yang fluktuatif membuat investor cenderung menghindari aset kripto yang dianggap terlalu berisiko.

Migrasi Likuiditas dan Fleksibilitas dalam DeFi

Beberapa waktu lalu, UNISWAP menyelesaikan program insentif likuiditas yang menyebabkan eksodus besar-besaran dari platform DeFi tersebut. UNISWAP memanfaatkan sistem pembuat pasar otomatis atau auto market maker untuk mengumpulkan dana dari pengguna dengan berbagai pasangan perdagangan, seperti ETH/USDT atau UNI/ETH.

Platform ini secara otomatis mencocokkan perdagangan dan memberi imbalan kepada kontributor pool dengan sebagian kecil dari biaya perdagangan, memberikan insentif bagi mereka untuk terus menyumbangkan dana dan melakukan staking token likuiditas pada aplikasi DeFi lain.

Dampaknya adalah kumpulan likuiditas sangat dipengaruhi oleh pool yang memberikan hasil tertinggi bagi pengguna. Ini menyebabkan mayoritas pengguna lebih fokus pada keuntungan daripada loyalitas pada suatu DEX tertentu. Namun, skenario ini menciptakan situasi yang tidak stabil, di mana pengguna cenderung beralih ke protokol lain yang menawarkan hasil lebih tinggi, menyebabkan penarikan dana massal ketika hasil atau keuntungan menurun.

Meskipun UNISWAP sebelumnya menduduki posisi teratas dalam Total Value Locked (TVL) di pasar DeFi, protokol tersebut mengalami goncangan ketika hampir 50% pengguna meninggalkannya. Saat ini, UNISWAP turun ke peringkat ke-5 dari posisi 3 hanya dalam 24 jam.

Beberapa protokol lain berhasil menarik pengguna, tetapi Sushiswap tampaknya menjadi yang paling sukses dalam menarik jumlah pengguna terbanyak dari UNISWAP. Kontroversi muncul ketika Sushiswap, yang dikenal karena migrasinya dari UNISWAP, melibatkan pencipta yang anonim yang “menjual” platform kepada pihak lain.

Cara Beli Sushiswap di INDODAX

Untuk kamu yang ingin membeli aset kripto Sushiswap di INDODAX, caranya sangat mudah. Berikut ini langkah-langkah untuk membeli Sushiwap di INDODAX, yaitu:

  • Buka situs web resmi INDODAX atau unduh aplikasi INDODAX di perangkat seluler kamu.
  • Lakukan login ke akun INDODAX yang sudah ada atau daftar akun baru jika belum memiliki.
  • Setelah login, pilih menu “Marketplace” atau sejenisnya untuk melihat daftar aset kripto yang tersedia.
  • Cari Sushiswap dalam daftar aset dan klik opsi Sushiswap untuk melihat grafik harga serta informasi lainnya.
  • Perhatikan bagian “Trading” atau “Beli/Jual” di antarmuka INDODAX.
  • Pada bagian ini, masukkan jumlah Sushiswap yang ingin kamu beli dan sesuaikan opsi lain, seperti tipe order (market order atau limit order).
  • Setelah penyesuaian, periksa ringkasan pesanan dengan seksama sebelum menyelesaikan transaksi untuk memastikan semua detail sesuai dengan keinginanmu.
  • Jika sudah yakin, klik tombol “Beli” atau “Place Order” untuk menyelesaikan pembelian Sushiswap.
  • Jika menggunakan aplikasi INDODAX maka pastikan untuk memverifikasi transaksi menggunakan metode keamanan yang telah diatur sebelumnya, seperti PIN atau verifikasi dua faktor (2FA).
  • Selamat, transaksi pembelian Sushiswap di INDODAX telah berhasil! Jangan lupa menyimpan informasi transaksi dan pastikan untuk menjaga keamanan akun kripto kamu dengan baik.

sushiswap

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, SushiSwap mempermudah transaksi kripto dengan memungkinkan pengguna menambahkan likuiditas pada liquidity pool-nya. Pengguna dapat mengunci aset mereka pada smart contracts dengan rasio 1:1, sebagai contoh, dengan menambahkan 2 ETH pada pool ETH-SUSHI dan mentransfer 1 ETH ke dalam bentuk SUSHI melalui fungsi Swap. Selain menambah likuiditas pada pasangan perdagangan yang sudah ada, pengguna juga dapat menyediakan aset kripto pada liquidity pool baru.

Sebagai liquidity provider (LP) awal, mereka dapat menetapkan rasio penukaran awal, yang dapat disesuaikan secara otomatis melalui arbitrase. Sebagai imbalannya, pengguna berhak mendapatkan token SLP (SushiSwap Liquidity Provider) yang mewakili bagian proporsional dari aset yang terkumpul. Ini memberikan fleksibilitas kepada penyedia likuiditas untuk klaim dana dan memperoleh biaya kripto sesuai dengan proporsi mereka, menciptakan sistem yang memberikan insentif dan fleksibilitas dalam ekosistem SushiSwap.

Dalam hal keunikan, SushiSwap sebagai Automated Market Maker (AMM) membedakan dirinya dari bursa terdesentralisasi tradisional dengan menghilangkan buku pesanan dan terus mengatasi masalah likuiditas. Tidak seperti Uniswap, SushiSwap menghadirkan token SUSHI yang memberikan hak kepada penyedia likuiditas untuk terus menerima sebagian dari biaya, bahkan setelah mereka berhenti menyediakan likuiditas secara aktif.

Penting untuk diingat bahwa pilihan antara Sushiswap dan Uniswap bukan keputusan sederhana. Keduanya memiliki pendekatan dan fitur yang berbeda, memenuhi preferensi dan kebutuhan pengguna yang beragam. Beberapa pengguna mungkin lebih suka Sushiswap karena model insentifnya yang unik, sementara yang lain mungkin lebih memilih Uniswap karena pertimbangan seperti tata kelola atau desentralisasi.

Baca juga: Koin Crypto yang Akan Naik: Tips Jika Crypto Alami Penurunan

Baca terus berita fintech Indonesia dan berita kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE