25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Telkom Bantah Ada Kebocoran Data Pelanggan IndiHome

JAKARTA, duniafintech.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membantah adanya kebocoran data para pelanggan IndiHome pada 21 Agustus 2022 kemarin. Data pelanggan IndiHome tersebut diduga dijual di forum breached.to.

Terkait hal data pelanggan IndiHome tersebut, VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture PT Telkom (Persero) Tbk Rizal Akbar menjelaskan penyimpanan data pelanggan dan browsing history disimpan dengan sangat terkendali dan bersifat terproteksi. Apalagi dalam penyimpanan data sudah diatur dalam regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Baca juga: Kenapa Perlindungan Data Pribadi Penting dan Memerlukan Regulasi?

Selain itu, penyimpanan data juga diatur didalam PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik, Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik dan Peraturan Menteri No 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.

“Jadi seluruh yang kami lakukan dasarnya ada di Undang-Undang. Sehingga membuat kami di Telkom Indonesia sebagai perusahaan publik harus patuh pada UU tersebut,” kata Rizal.

Dia mengungkapkan data-data yang beredar saat ini tidak valid, baik dari segi jumlah digit maupun format penomoran. Jumlah data yang dijual terdiri 26.730.797 record data dengan komposisi browsing history dan data pribadi pengguna periode Agustus 2018 sampai November 2019. Menurutnya data-data tersebut sebagai browsing history dan data pribadi yang dibobol di bulan Agustus 2022.

Baca juga: 40 Ribu Data Pengguna Diduga Bocor, Ini Tanggapan Dirjen Pajak

Padahal, dia menambahkan perusahaan menyimpan data tersebut dari tiga bulan terakhir. Bahkan dia mengaku perusahaan tidak memiliki niat untuk mengintai atau mengambil manfaat dari data historis maupun data pelanggan. Dia memastikan perusahaan mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan dan menjadikan hal ini sebagai prioritas utama demi meningkatkan kenyamanan pelanggan,” kata Rizal.

Baca juga: Tangani Kebocoran Data, Bank Indonesia Bangun Layer Cyber

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE