25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Terbitkan Global Bond, Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat posisi devisa Indonesia mengalami peningkatan pada akhir Januari 2023 yaitu sebesar US$139,4 miliar. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menjelaskan cadangan devisa tersebut meningkat jika dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2022 yaitu sebesar US$137,2 miliar. Dia mengungkapkan peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2023 dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. 

Baca juga: Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

Dia mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” kata Erwin. 

Dia mengungkapkan ke depannya, Bank Indonesia memandang cadangan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri ini tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respon kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional. 

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia mencatat posisi cadangan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai  US$137,2 miliar. Cadangan devisa tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar US$134 miliar. 

Baca juga: UMKM Fesyen di Indonesia Berpotensi Dulang Devisa

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan peningkatan posisi cadangan devisa pada Desember 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman pemerintah. 

Menurut Erwin posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” kata Erwin. 

Erwin menegaskan ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. 

“Seiring dengan berbagai respon kebijakan dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional,” kata Erwin.

Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun untuk Bayar Utang Negara

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE