29.3 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

TERKAIT BIAYA ISI ULANG GO-PAY, GOJEK DAN BANK MANDIRI BELUM TEMUKAN TITIK TEMU

duniafintech.com – Persoalan adanya biaya isi ulang Go-Pay melalui akun Bank Mandiri, belum menemukan titik temu. Pasalnya, masing-masing pihak memberikan penjelasannya, terkait biaya administrasi tersebut yang akan dikenakan per tanggal 15 September 2017 .

“Tidak ada pengenaan biaya ke customer. Kami tidak memperkenankan pengenaan biaya seperti itu ke customer,” kata Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri. “Kami sudah surati Gojek bahwa biaya itu tidak boleh di passthrough ke konsumen. Ini analoginya mirip dengan toko yang masih membebani konsumen kartu kredit padahal kami tidak memperbolehkan.” Terangnya.

Pada pihak Gojek juga memberikan keterangannya yang disampaikan oleh Rindu Ragilia, Public Relation Manager PT Go-Jek Indonesia, sebagaimana yang dilansir dari laman Bisnis.com, “Boleh diinformasikan [Mandiri] membantahnya bagaimana, ya?” Namun, Rindu berjanji segera mengecek kebenaran kabar tersebut secepat mungkin.

Kalau ada update kami segera kabari,” kata Rindu.

Para pelanggan yang menggunakan top up Go-Pay, diresahkan adanya pemberitaan tersebut yang disampaikan melalui pesan singkat (SMS) dengan dua versi bahasa, berikut kutipannya,

Atas kebijakan baru Bank Mandiri, nilai pengisian saldo GO-PAY Anda akan dipotong Rp2.500 oleh Bank Mandiri per 15 September 2017″.

Dan ini dalam versi bahasa Inggris, “Due to a new policy of Bank Mandiri, starting 15 September 2017 your GO-PAY top up balance will be deducted Rp2.500 as a fee by Bank Mandiri“.

Padahal sistem Go-Pay ini (baca juga : TOPUP GO-PAY JADI LEBIH MUDAH DI JARINGAN ATM PRIMA) sedang melakukan kerjasama dengan jaringan ATM Prima, “Kerjasama ini tidak hanya untuk menghadirkan kemudahan top up GOPAY bagi pengguna aplikasi GO-JEK tetapi juga merupakan wujud kontribusi dalam mendukung gerakan cashless society,” kata Piotr Jakubowski, Chief Marketing Officer GO-JEK Indonesia.

Sayang dengan adanya saling bantah mengenai biaya administrasi top up Go-Pay, akan memberikan banyak reaksi dari pelanggan,

Beneran apa spam nih min? ~ Eko Prasetyo

Kenapa dibebankan ke pelanggan ya? ~ Chrisinno

Terus terang saya keberatan kalau ada potongan begini, soalnya saya dalam seminggu bisa isi Gopay sekali dalam tiga hari,” kata Putri salah satu pelanggan Gojek.

Semoga cepat mendapatkan titik temu terbaik, yang tidak merugikan baik pihak konsumen, Bank Mandiri, dan Gojek selaku pemilik produk keuangan Go-Pay (baca juga : LAYANAN KEUANGAN INI RAIH PENGHARGAAN DARI BI – KATEGORI PERUSAHAAN FINTECH TERAKTIF).

Source :

  • bisnis.com
  • fanpage Gojek

Written by : Fenni Wardhiati

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...
LANGUAGE