32.8 C
Jakarta
Senin, 8 Agustus, 2022

Tokopedia Bikin Aturan Baru, Ada Biaya Rp1.000 Tiap Belanja

JAKARTA, duniafintech.com – Platform e-commerce ternama Tokopedia telah mengeluarkan aturan terbaru saat berbelanja di marketplace mereka.

Aturan itu terkait pengenaan biaya tambahan berupa biaya jasa aplikasi sebesar Rp1.000 untuk setiap transaksi produk fisik via situs maupun aplikasi. Kebijakan yangs satu ini telah diberlakukan sejak Rabu, 3 Agustus 2022, lalu.

Baca juga: Cara Bayar Tokopedia Pakai GoPayLater, Mudah Kok!

Mengutip detikcom, menurut Head of External Communications Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, penerapan biaya tersebut sebagai cara untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.

“Salah satu caranya adalah dengan menerapkan biaya jasa aplikasi sebesar Rp1.000 per 3 Agustus 2022 untuk setiap transaksi produk fisik melalui situs maupun aplikasi Tokopedia,” ucapnya melalui keterangan resmi.

Biaya jasa aplikasi Tokopedia ini, sambungnya, akan terlihat pada halaman pembayaran dan invoice. Namun, juga diterangkan bahwa biaya jasa aplikasi Tokopedia sebesar Rp1.000 ini tidak akan berlaku untuk transaksi produk keuangan, produk digital, TopAds, zakat dan donasi, kecuali transaksi pembulatan emas, donasi atau pulsa yang disertakan dalam pembelian produk fisik.

Di samping itu, pengguna atau pembeli juga tidak akan dikenakan biaya jasa aplikasi jika total pembayaran Rp 0 dan terdapat informasi “bebas bayar dari Tokopedia” pada halaman pembayaran mereka.

Disebutkan juga, biaya jasa aplikasi ini telah termasuk biaya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai ketentuan peraturan perundangan di bidang perpajakan yang berlaku. Kemudian, jika produk atau barang invoice yang dibeli lebih dari satu dalam satu pembayaran transaksi maka biaya jasa yang dikenakan nantinya hanya satu kali.

“Jika keseluruhan transaksi pembelian barang dibatalkan maka biaya jasa aplikasi (Tokopedia) dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna sesuai dengan proses pengembalian atau refund yang berlaku pada metode bayar yang digunakan,” tutupnya.

Baca juga: Bisa Juga di Tokopedia! Inilah Syarat dan Cara Aktivasi GoPaylater Cicil

Menyabet penghargaan dunia

Di luar kabar tersebut, Tokopedia juga diketahui telah mengukir prestasi gemilang, dengan berhasil menyabet penghargaan Best Workplace for Innovators 2022 dari Fast Company. 

Adapun penghargaan yang satu ini diberikan kepada 100 perusahaan dengan tempat kerja terbaik dari berbagai industri, termasuk ilmu komputer, biotech, consumer packaged goods, pendidikan, layanan keuangan, keamanan siber, engineering, B2B, hingga konsumen produk dan layanan.

Sebagai informasi, Editor Fast Company dan Accenture telah bekerja sama menilai hampir 1.500 aplikasi. Fast Company pun menggandeng sebanyak 8 juri terkemuka untuk memilih dan menilai 100 perusahaan teratas.

Dikatakan COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto, prestasi itu diraih atas upaya Tokopedia dalam menghadirkan lingkungan kerja yang purpose-driven dan dibangun di atas dengan 3 nilai DNA, yakni “Focus on Consumer”, “Growth Mindset”, dan “Make it Happen, Make it Better”  sehingga dapat menciptakan beragam inovasi.

“Nilai ‘Make It Happen, Make It Better’ benar-benar terasa dalam keseharian organisasi Tokopedia. Pertanyaan, ‘Mau mulai apa lagi?’, selalu jadi pertanyaan internal untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8/2022).

Disampaikannya, Tokopedia pun ikut menciptakan tempat kerja yang beragam dan inklusif lewat berbagai kebijakan. Kebijakan ini, sambungnya, tentunya sesuai dengan ekosistem bisnis GoTo yang beragam, yang terdiri dari transportasi on-demand, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan fulfillment, serta layanan keuangan.

Ia menambahkan, seluruh upaya ini tentu saja bertujuan untuk memastikan setiap karyawan dari latar belakang apa pun supaya merasa diterima, dihargai, dan memiliki kemampuan untuk menjadi versi terbaik mereka.

Selain itu, lewat penciptaan budaya yang beragam, setara, dan inklusif, perusahaan pun bisa menjadi lebih inovatif, produktif, tangguh, dan bertanggung jawab.

“Kami percaya bahwa talenta yang berkualitas tidak hanya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan, tetapi juga dapat mengembangkan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, untuk bersama membangun budaya kerja yang positif baik di level tim maupun level organisasi secara keseluruhan,” jelasnya.

Baca juga: Cara Daftar OVO PayLater, Bisa Juga Loh lewat Tokopedia!

“Kami berkomitmen untuk membantu para Nakama (karyawan Tokopedia) dalam menemukan dan mencapai purpose mereka sembari berusaha mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Menanamkan budaya, nilai, dan prinsip kerja yang baik merupakan kunci untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik,” tandasnya.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal.  FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa...

Mudah! Begini Cara Top Up OVO lewat Bank Bukopin via Wokee

JAKARTA, duniafintech.com – Mau tahu cara top up OVO lewat Bank Bukopin? Pada dasarnya, caranya  sebenarnya sangat gampang kok untuk kamu lakukan. Seperti diketahui, belakangan...

Luhut: Kita Salah Satu Negara yang Punya Utang Terkecil di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Letnan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal utang pemerintah Indonesia yang sudah menembus...

Tol Serang-Panimbang Pakai Utang China, Luhut: Jangan Mubazir!

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan...

Hasil Survei, Investor Muda Lebih Paham Kripto Ketimbang Saham

JAKARTA, duniafintech.com - Investor Muda dianggap lebih paham kripto ketimbang saham. Kripto masih lebih menarik dibanding aset investasi saham atau obligasi bagi investor ritel.  Sebuah...
LANGUAGE