35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Tone Vays: Tahun 2020, Bitcoin akan Mendominasi Dibandingkan Altcoin

duniafintech.com – Bitcoin akan mendominasi atas pasar cryptocurrency tahun depan sebagai pukulan baru bagi altcoin, menurut analis terkemuka Tone Vays. Dalam tayangan youtube Bitcoin Trading nya beberapa hari lalu, Toni selaku maximalist bitcoin memperingatkan kepada trader altcoin untuk menghadapi kondidi yang lebih buruk menjelang tahun 2020.

Dilansir dari laman Cointelegraph, Tony Vays seorang Analis Bitcoin mengungkapkan, “salah satu prediksi saya untuk tahun 2020 adalah adanya dominasi bitcoin pada tahun 2020 yang mencapai 85%” katanya.

Vays menjelaskan bitcoin akan mendominasi dan semakin memperkuat posisi pasarnya yang akan menghasilkan keuntungan yang sudah diamankannya tahun ini. Dominasinya saat ini 69% berbanding 51% pada Januari. Sebagai persentase terhadap posisinya pada Januari 2018, dominasi bitcoin naik 87%. Dalam jangka panjang, angka-angka itu akan terus berkembang untuk bitcoin.

“Menurut saya bitcoin akan mendominasi atas dasar satu dorongan lagi, cara kami beralih dari 50% menjadi 70% pada tahun 2019. Selain itu, kami memiliki 10-15% lagi dalam bitcoin untuk diperoleh dari sh* tcoins karena terus menuju 90% dan 95% lalu 98%” ungkap Vays

Baca Juga:

Faktor mendasar yang mendorong kesuksesan bitcoin adalah kekuatan hashrate. Sejak bitcoin/USD mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada bulan Desember 2017, hashrate telah tumbuh sebesar 800%, sesuatu yang Vays gambarkan sebagai “luar biasa.”

Hashrate mengacu pada daya penambang komputasi keseluruhan yang memilih untuk mencurahkan untuk mengoperasikan blockchain bitcoin. Meskipun harga lebih rendah, minat dan persaingan di antara penambang terus berkembang, juga menghasilkan jaringan bitcoin yang lebih aman.

Terkenal tidak yakin tentang peran potensial untuk cryptocurrency alternatif, Vays kemudian memprediksi bahwa produk sidechain Liquid bitcoin pada akhirnya akan “menghancurkan” utilitas pesaing.

Dengan kata lain, Ethereum, EOS dan Cardano, yang semuanya memiliki altcoin yang menyertai untuk platform mereka di 20 cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar juga akan menurun.

Dalam laporan IBT, Draper baru-baru ini menyesuaikan ramalannya mengenai bitcoin, ia mengatakan bahwa waktunya untuk mencapai $ 250.000 hanya enam hingga 12 bulan setelah mengurangi separuh pada Mei 2020. Dia sebelumnya menyatakan bahwa crypto terkemuka akan mencapai tingkat harga stratosfer pada tahun 2023.

Dalam sebuah tweet, BlockTV menunjukkan bahwa Vays menyebut prediksi harga astronomi Draper “sangat tidak bertanggung jawab.”

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...

Layanan Permodalan dan Pinjaman Online Untuk Petani? Simak Disini!

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) di Indonesia telah beragam. Hingga kini, terdapat berbagai permodalan dan pinjaman untuk berbagai profesi seperti...
LANGUAGE