28.9 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Truemoney Temukan Peluang di Mobile Fintech Myanmar

duniafintech.com – TrueMoney akhirnya memasuki pasar mobile fintech di Myanmar, bersaing dengan layanan e-money Myanmar yang sudah ada lebih dulu seperti Myanmar Mobile Money, myKyat dan lain-lain.

Strateginya adalah memenuhi permintaan akan layanan untuk memfasilitasi transfer tunai internasional oleh warga Myanmar.

“Kami memiliki saluran yang menghubungkan pasar uang mobile di seluruh wilayah,” ungkap Siriporn Nimtiparat, Managing Director TrueMoney Myanmar Co, kepada The Myanmar Times.

TrueMoney sendiri merupakan perusahaan asal Thailand yang menyediakan layanan keuangan bergerak yang memungkinkan pengguna menyetorkan uang tunai ke rekening mobile secara online atau di gerai penjualan barang fisik dan mentransfer uang di dalam negeri atau luar negeri.

TrueMoney merupakan satu-satunya perusahan fintech di ASEAn yang membentuk jaringan uang bergerak di Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia yang memungkinkan semua pengguna mentransfer uang antar negara-negara tersebut.

Myanmar merupakan pasar kami yang paling baru di ASEAN,” tambah Siriporn.

Di Thailand, TrueMoney menjadi satu-satunya perusahaan pembayaran mobile yang mengizinkan pekerja Myanmar mengirim uang ke negaranya dalam waktu satu jam saja.

Hingga kini True Money telah menjalin kemitraan di mana siapapun dapat mentransfer dana melalui fasilitas penjualan seperti gerai 7-Eleven dan gerai True Coffee di Thailand.

Kami menargetkan empat juta atau lebih pekerja Myanmar yang tinggal di Thailand yang perlu mentransfer uang ke rumah tapi tidak memiliki rekening bank lokal,” imbuh Siriporn.

 Saat  ini setidaknya 2 juta dolar dana berpindah antara Thailand dan Myanmar setiap harinya.

Meningkatnya Persaingan

TrueMoney sedang berkembang di Myanmar karena populasi masyarakat menengah ke bawah semakin meningkat. Sekitar 80 persen penduduk tidak memiliki rekening bank di Myanmar, di mana sebagian besar lebih suka membawa gumpalan uang tunai yang besar. Dengan teknologi mobile money, banyak operator melihat negara tersebut sebagai peluang.

Dengan layanan uang mobile tidak perlu membuat rekening bank. Layanan ini untuk yang tidak berkepentingan yang ingin meningkatkan kualitas hidup mereka,” tutup Siriporn.

 

Sumber: mmtimes.com

Penulis : Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Buka Tabungan BCA Dollar Terbaru dan Daftar Biayanya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara buka Tabungan BCA Dollar berikut ini penting diketahui jika kamu memang tertarik dengan jenis tabungan yang satu ini. Sebagaimana diketahui, BCA...

OJK Keluarkan 671 Sanksi Kepada Pelaku Pasar Modal

JAKARTA, duniafintech.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan sebanyak 671 surat sanksi, serta selain itu, OJK juga menerbitkan 12...

OJK Akui Minimnya Pengetahuan Perempuan Soal Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat jarak tingkat literasi keuangan digital antara perempuan dan laki-laki. Perempuan merupakan sektor yang membutuhkan perhatian...

Mendag Harapkan Harga Mie Instan Tidak Naik

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Zaini, mengharapkan kenaikan harga gandum tidak membuat harga mie ataupun mie instan menjadi naik. Hal itu disebabkan...

Malacca Trust Insurance: Profil Lengkap hingga Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Insurance merupakan adalah perusahaan asuransi umum yang lumayan terkenal di kalangan masyarakat. Perusahaan ini berdiri dengan nama PT Malacca Trust...
LANGUAGE