25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Utang Indonesia Naik Per September jadi Rp7.420 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com – Utang Indonesia naik, hal itu dinyatakan Kementerian Keuangan, mengalami kenaikan Rp183,86 triliun per 30 September 2022.

Utang Indonesia naik dari Rp7.236,61 triliun menjadi Rp7.420,47 triliun.

Jika dilihat dari rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik menjadi 39,30 persen per tanggal 30 September 2022.

Artinya rasio utang pemerintah tersebut masih tergolong aman, Kementerian Keuangan pun menilai masih tergolong jauh dari batas maksimal yang ditentukan dalam regulasi pemerintah yaitu mencapai sebesar 60 persen dari PDB.

“Peningkatan tersebut masih dalam batas aman jika dibandingkan dengan bulan lalu,” seperti yang tertulis dalam APBN KiTa.

Baca juga: Utang Luar Negeri RI dari Singapura Turun, Nambah Rp17 Triliun di China

utang indonesia naik

Utang Indonesia Naik namun Masih Aman Terkendali

Utang pemerintah saat ini didominasi oleh mata uang domestik (rupiah) yaitu mencapai 70,86 persen.

Kepemilikan investor asing mengalami penurunan sejak tahun 2019 mencapai 38,57 persen hingga akhir 2021 tercatat mencapai 19,05 persen dan per tanggal 18 Oktober 2022 mencapai 14,09 persen.

Sedangkan untuk realisasi pembiayaan utang mencapai sebesar Rp478,90 atau 50,70 persen dari target yang ditetapkan pada tanggal 30 September 2022.

Jumlah realisasi pembiayaan utang tersebut mengalami penurunan 26,04 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu mencapai sebesar Rp647,49 triliu. Realisasi pembiayaan terdiri dari SBN (neto) mencapai Rp470,87 triliun dan realisasi pinjaman (neto) Rp8,02 triliun.

Baca juga: Yakin Utang Indonesia Terkecil Dengan Negara Lain? ini Jawabannya

Masih terkait utang Indonesia naik, realisasi pinjaman tersebut terdiri dari realisasi penarikan pinjaman dalam negeri sebesar Rp3,95 triliun, realisasi pembiayaan cicilan pokok pinjaman dalam negeri mencapai sebesar negatif Rp1,40 triliun, realisasi penarikan pinjaman luar negeri mencapaisebesar Rp62,96 triliun dan realisasi pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri mencapai sebesar negatif Rp57,49 triliun.

Baca jugaIndonesia Tambah Utang Lagi, Kali Ini Dari ADB Senilai Rp2,1 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE