26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Vexanium Luncurkan Testnet Untuk Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

duniafintech.com – Vexanium, perusahaan blockchain asal Indonesia yang bernaung di bawah PT Wujudkan Mimpi Indonesia memiliki mimpi supaya Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat mengadopsi blockchain secara cepat. Berdasarkan pemikiran itu, Vexanium luncurkan Testnet.

Perkembangan teknologi di Indonesia memang selalu berkembang dari masa ke masa. Hal ini menjadikan blockchain sebagai teknologi yang tak bisa dihindari. Blockchain sendiri terutama cryptocurrency merupakan teknologi yang sudah mulai booming beberapa tahun belakangan ini. 

Baca juga

Tujuan Vexanium Luncurkan Testnet

Vexanium akan meluncurkan Testnet pada Jumat, 19 April 2019. Testnet ini sendiri merupakan awal dari rencana perampungan mainnet Vexanium yang diperkirakan akan diluncurkan pada Q2 2019. Launching testnet ini sendiri mencakup Wallet BETA (Desktop & MAC Version) testing dan Dapps (Decentralized Application).

Teknologi yang ditawarkan oleh Vexanium ini sendiri mencakup beberapa aspek di antaranya adalah skalabilitas, biaya transaksi, konsensus, pembuatan smart contract & bahasa pemrograman dan tentu saja dilengkapi dengan fitur anti pencurian dan pembekuan.

Dari segi skalabilitas, Vexanium akan mampu menampung 1500 hingga 2000 TPS (Transaction Per Second) sementara kebanyakan paltform blockchain hanya mampu menampung 10 hingga 100 TPS saja.

Dari segi biaya transaksi, Vexanium tidak menggunakan biaya transaksi seperti platform kebanyakan yang biasanya membutuhkan biaya transaksi di setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna.

Baca juga

Dari segi konsensus, Vexanium akan menggunakan konsensus DPoS (Delegated Proof of Stake) yang berarti Vexanium akan lebih mengedepankan skalabilitas dan performa jaringan yang mumpuni.

Dari segi pembuatan smart contract dan bahasa pemrograman, blockchain Vexanium akan menggunakan bahasa pemrograman C++ sehingga programmer akan lebih mudah dalam membuat smart contract dengan menggunakan blockchain dari Vexanium.

Fitur yang tidak kalah penting adalah fitur anti pencurian dan pembekuan,  dengan menggunakan DPoS maka teknologi blockchain Vexanium akan mampu untuk memperbarui kode kontrak yang tidak sesuai atau salah tanpa melibatkan hard fork.

picture: pixabay.com

-Press Release-

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...
LANGUAGE