27.9 C
Jakarta
Rabu, 24 Juli, 2024

Viral di Twitter! Ratusan Kurir SiCepat Diduga Kena PHK Massal

JAKARTA, duniafintech.com – Saat ini sedang viral di media sosial Twitter soal kabar terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh perusahaan logistik PT Sicepat Expres Indonesia atau SiCepat terhadap karyawannya.

Rumor yang beredar menyebut bahwa PHK ini dilakukan oleh SiCepat terhadap ratusan kurirnya. Isu ini diungkap oleh salah satu akun Twitter @ar**no**a*t*_i* yang membagikan kabar itu dengan menyertakan dua gambar berupa foto dan tangkapan layar.

Pada cuitan itu disebutkan, SiCepat sedang melakukan gelombang PHK kepada kurir di Jabodetabek, dengan jumlah mencapai sebanyak 365 orang. Menariknya lagi, disebutkan bahwa mereka diminta untuk menandatangani surat pengunduran diri atau resign.

“Tujuannya, agar perusahaan tidak membayar pesangon dan hak2 lainnya bagi kurir,” cuit @ar**no**a*t*_i*, dikutip dari Detik.com, Senin (14/3/2022).

Adapun dari dua gambar yang disertakan ini, salah satunya diduga adalah surat resign yang diminta agar kurir menandatantinya. Sementara itu, tangkapan layarnya diduga sebagai postingan salah satu kurir SiCepat.

Kemudian, juga disebutkan bahwa perusahaan ini diduga melakukan hal tersebut untuk mengganti para kurir yang berstatus karyawan tetap dengan kurir outsourcing. Cuitan ini telah 8.110 di-retweets dan memperoleh sebanyak 19,7 ribu likes. Hingga kini, SiCepat pun belum merespons rumor tersebut.

Perjalanan 8 tahun

Sebagai informasi, dalam perjalanannya selama 8 tahun di Indonesia, SiCepat Ekspres telah menjadi salah satu perusahaan dengan layanan luas mencakup pergudangan dan pemenuhan, logistik jarak menengah dan distribusi online.

SiCepat diketahui berdiri sejak tahun 2014 silam dan terus berkembang hingga mendapatkan jangkauan ke seluruh pelosok tanah air. Selama delapan tahun, menurut The Kim Hai selaku CEO SiCepat Ekspres Indonesia, perusahaan ini sudah punya lebih dari 1.500 gerai, 149 PUDO, dan 54 sortation yang tersebar.

“Selama 2021 saja, SiCepat telah mengirimkan hingga lebih dari 2,8 juta paket per hari dan mencatat growth y-o-y hingga 93% dibandingkan 2020. Sedangkan untuk tahun ini, kami optimis dapat mencetak peningkatan volume pengiriman dengan target pertumbuhan sebesar 32% dibandingkan dengan tahun lalu,” tuturnya pada Februari 2022 lalu, dikutip dari detikINET.

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU