25.6 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Waduh! Imbas Badai Kripto, OpenSea PHK 20 Persen Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com – Marketplace NFT OpenSea telah melakukan pemangkasan terhadap sebanyak sekitar 20 persen karyawannya baru-baru ini.

Perusahaan jual beli non-fungible token (NFT) terbesar di dunia ini jadi menambah daftar serangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengguncang industri kripto karena harga aset digital terus merosot.

Mengutip laporan Bloomberg via Bisnis.com, Sabtu (16/7/2022), CEO OpenSea Devin Finzer mengumumkan PHK dalam sebuah cuitan di Twitter pada Kamis (14/7/2022) waktu setempat.

Baca juga: Kabar Baik, OpenSea Rilis Fitur Keamanan Baru Buat Proteksi NFT dari Ancaman Penipuan

Namun, ia tidak merinci berapa karyawan yang terdampak PHK dari persentase tersebut.

“Kenyataannya kami memasuki kombinasi musim dingin kripto yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ketidakstabilan ekonomi makro yang luas. Kami perlu mempersiapkan perusahaan akan kemungkinan kemunduran yang berkepanjangan,” kata Finzer dalam pernyataannya kepada karyawan dan dibagikan melalui Twitter. 

Dia juga memperingatkan penurunan yang berkepanjangan di tengah jatuhnya harga kripto dan ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas.

Menurut situs LinkedIn, Marketplace NFT OpenSea memiliki sebanyak 769 karyawan. Dengan dilakukannya PHK ini, akan menghilangkan lebih dari 150 pekerjaan.

PHK merupakan pukulan besar bagi marketplace NFT OpenSea, yang bernilai lebih dari US$ 13,3 miliar pada Januari 2022 selama puncak ledakan modal ventura di industri kripto.

Baca juga: Gawat! 6 NFT Melayang, OpenSea Akui Ada Peretas di Discord Server Mereka

OpenSea bergabung dengan perusahaan kripto lain yang mengumumkan PHK besar-besaran, termasuk Coinbase Global, Gemini Trust, Crypto.com dan BlockFi.

Berdasarkan pelacak data blockchain DappRadar, OpenSea adalah pasar NFT teratas berdasarkan volume perdagangannya.

Perusahaan jual beli NFT ini telah melakukan penjualan lebih dari US$31 miliar sepanjang waktu berdirinya.

Tetapi permintaan untuk NFT telah turun tajam selama pelemahan pasar kripto terbaru. OpenSea mengalami penurunan penjualan hingga setengahnya selama sebulan terakhir, dengan harga rata-rata NFT di pasarnya turun hampir 40 persen.

Bahkan koleksi NFT blue-chip, seperti Bored Ape Yacht Club dan CryptoPunks, telah merasakan dinginnya apa yang disebut crypto winter. 

Menurut Finzer, OpenSea berencana untuk memberikan pesangon dan cakupan perawatan kesehatan hingga tahun 2023 dan mempercepat pembagian saham perusahaan untuk karyawan yang diberhentikan.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

Baca juga: Mengenal Karafuru, NFT Anak Bangsa yang Laris Manis di Pasaran OpenSea

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE