Site icon Dunia Fintech

Wall Street Tertekan Menjelang The Fed : Kemungkinan Buruk Saham Turun

Wall Street Tertekan Menjelang The Fed

New York, 21 Maret 2024 – Bursa saham Wall Street mengalami tekanan pada hari Kamis (21/3) menjelang pengumuman keputusan suku bunga dari The Fed. Investor waspada terhadap potensi kenaikan suku bunga yang agresif untuk meredam inflasi, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Indeks S&P 500 turun 0,5% pada hari ini, dengan sektor teknologi dan keuangan mengalami penurunan terbesar. Indeks Nasdaq Composite turun 0,8%, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,3%.

Investor mencermati pernyataan The Fed terkait dengan prospek ekonomi dan arah kebijakan moneternya. Diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, namun investor khawatir The Fed akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga yang lebih agresif di masa depan.

Beberapa faktor yang menekan Wall Street:

Analis memprediksi:

Investor akan mencermati:

Wall Street tertekan menjelang pengumuman The Fed. Investor waspada terhadap potensi kenaikan suku bunga yang agresif dan ketidakpastian geopolitik. The Fed diharapkan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, namun investor khawatir The Fed akan memberikan sinyal kenaikan suku bunga yang lebih agresif di masa depan.

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin, Wall Street Mixed

The Fed pada hari Rabu (21/3) mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, seperti yang diprediksikan oleh para analis. Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak tahun 2018.

The Fed menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi yang tinggi. Inflasi di Amerika Serikat mencapai 7,9% pada bulan Februari 2024, level tertinggi dalam 40 tahun.

Reaksi Pasar:

Pernyataan The Fed:

Analisis:

The Fed menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam inflasi. Pasar saham AS Wall Street mixed setelah pengumuman The Fed. Investor perlu berhati-hati dan memantau perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter The Fed.

Exit mobile version