25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Xiaomi Jual Ponsel Fitur 4G Harga Miring?

duniafintech.com – Xiaomi, salah satu merk ponsel pintar yang sedang naik daun saat ini, sekarang tidak hanya bergulat di pasar smarphone, Xiaomi kini ikut masuk dalam peta persaingan ponsel dasar atau nama lainnya disebut (feature phone).

Baca juga : Bitcoin Cash Kini Diterima di Hampir 50 Juta Merchant

Vendor ponsel asal China ini membantu penjualan ponsel fitur dengan harga Rp. 500.000-an di platform crowdfunding-nya. Meski dibanderol dengan harga murah, ponsel fitur yang dijual di platform crowdfunding Xiaomi ini tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya ponsel bernama Qin ini memiliki teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ponsel Qin merupakan proyek crowdfund yang didukung oleh lebih dari 23.000 orang. Kabarnya ponsel ini akan hadir dengan dua seri yang berbeda spesifikasinya.

Seri Qin 1 merupakan seri yang dimana spesifikasinya lebih rendah. Ponsel ini akan ditenagai oleh chipset MediaTek MT6260A dengan CPU ARM7, dengan prosesor yang dipadankan dengan RAM 8 MB dan penyimpanan 16 MB.

Wajar saja jika seri Qin 1 spesifikasinya sangat minim. karena Qin 1 memang sengaja dibuat untuk menyasar pasar ponsel fitur untuk kalangan menengah kebawah. Meski demikian, ponsel Qin 1 akan dapat bertahan hingga 15 hari meski dengan kapasitas baterai hanya sebesar 1.480 mAh.

Baca juga : Cara Unik Pengajuan Klaim dari Lemonade

Seri kedua adalah Qin 1s yang memiliki spesifikasi lebih tinggi. Qin 1s juga dilengkapi dengan AI yang dapat menerjemahkan perintah pengguna ke 17 bahasa dan dapat berfungsi dengan menggunakan jaringan 4G.

Ponsel ditenagai dengan prosesor SC9820E ARM Cortex A53 yang mampu berlari di kecepatan 1,3 Ghz. Prosesor ini dipadankan dengan GPU ARM Mali T82, Ram sebesar 256 MB dan kapasitas penyimpanan internal sebesar 512 MB.

Untuk seri Qin 1s, ponsel ini berjalan dengan sistem operasi Mocor 5 yang berdasarkan Andorid. Jadi besar kemungkinan ponsel ini akan dapat menjalankan aplikasi populer semisal WhatsApp, dan Facebook.

Kedua ponsel dengan bentuk candybar ini memiliki keyboard fisik 9 angka (T9) layaknya bentuk ponsel fitur pada umumnya. Ukuran layarnya pun tidak luas yakni hanya berukuran 2,8 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel.

Uniknya, meski berupa ponsel fitur, keduanya akan dilengkapi dengan port USB type C untuk pengisian daya dan sinkronisasi data. Sayangnya kedua ponsel ini kabarnya tidak akan dilengkapi oleh fitur kamera.

Di China, ponsel ini akan dibanderol dengan harga sekitar 199 yuan atau sekitar hampir mencapai Rp. 500.000 dan akan tersedia pada 15 September 2018 mendatang.

Sayangnya belum beredar kabar mengenai negara mana saja yang akan menjadi sasaran dipasarkannya ponsel fitur ini, seperti yang dilansir dari GSM Arena, Senin (6/8/2018)

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE