30.8 C
Jakarta
Senin, 26 Januari, 2026

Hingga November 2025 : Laba Fintech P2P Lending Naik 94%

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) tumbuh signifikan sebesar 90,4% secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi Rp 2,38 triliun per November 2025.

Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai lonjakan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang masih kuat. Tingginya pertumbuhan ini mencerminkan permintaan masyarakat terhadap layanan fintech lending yang tetap solid, meskipun sepanjang 2025 industri dihadapkan pada berbagai tantangan.

Fintech P2P Lending

Menurut Nailul, permintaan terhadap pindar masih terjaga, terlihat dari pertumbuhan pembiayaan yang melampaui 20% ketika pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan justru melambat. Hal tersebut ia sampaikan kepada Kontan, Senin (26 Januari 2026).

Ia menjelaskan, hasil survei permintaan kredit menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan pembiayaan dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ketika kebutuhan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi oleh perbankan, pelaku usaha cenderung mencari sumber pendanaan alternatif, termasuk melalui fintech lending.

Baca Juga : 

Dirut BRI : Fintech di Indonesia Memiliki Potensi Pengembangan yang Besar

Dari sisi industri, Nailul menambahkan bahwa penyesuaian suku bunga turut mendorong peningkatan permintaan. Meskipun margin keuntungan per pinjaman mengalami penurunan, keterlibatan perbankan yang semakin besar sebagai lender justru memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas platform fintech lending.

Ia memperkirakan tren pertumbuhan pembiayaan fintech lending masih akan berlanjut pada tahun ini. Namun, laju pertumbuhannya berpotensi melambat seiring adanya pengetatan regulasi, khususnya dari sisi borrower, yang dapat menekan permintaan.

Selain faktor regulasi, Nailul menilai penurunan suku bunga kredit UMKM berpeluang mengalihkan kembali permintaan pembiayaan ke perbankan. Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah potensi dampak kasus di sektor pindar terhadap perbankan sebagai lender, yang dapat memengaruhi ketersediaan pendanaan. Meski demikian, hingga saat ini kondisi tersebut dinilai masih relatif aman.

Proyeksi Pertumbuhan Fintech

fintech p2p lending (pindar)

Secara keseluruhan, Nailul memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan P2P lending tahun ini tetap berada pada kisaran dua digit, yakni di atas 20%. Jika terjadi perlambatan, pertumbuhan diperkirakan masih dapat mencapai lebih dari 15%. Kinerja pembiayaan tersebut pada akhirnya akan sejalan dengan pertumbuhan laba industri.

Sebagai informasi, OJK mencatat outstanding pembiayaan P2P lending mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025, tumbuh 25,45% secara YoY. Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tercatat sebesar 4,33% pada periode yang sama.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU