28 C
Jakarta
Jumat, 13 Februari, 2026

CEO AdaKami Ungkap Tiga Kunci Kepemimpinan

Perjalanan karier seorang pemimpin di industri fintech tak selalu berawal dari sektor keuangan. Bernardino Moningka Vega Jr., CEO AdaKami, membuktikan bahwa pengalaman lintas industri justru menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang adaptif.

Bernardino, yang akrab disapa Dino, memulai karier profesionalnya di sektor properti. Ia kemudian memperluas pengalaman ke berbagai industri lain, termasuk energi dan infrastruktur, sebelum akhirnya memimpin perusahaan fintech.

Pengalaman lintas sektor tersebut membentuk perspektif kepemimpinan yang kontekstual dan fleksibel. Setiap industri memberinya pelajaran berbeda, mulai dari pengelolaan organisasi, pengambilan keputusan strategis, hingga kemampuan membaca risiko dan peluang bisnis secara komprehensif.

aplikasi adakami

Perjalanan Dino menuju kursi CEO AdaKami pun tidak direncanakan sejak awal. Posisi tersebut diraih secara bertahap, mengikuti dinamika karier profesional dan kebutuhan industri terhadap sosok pemimpin dengan latar belakang multidisiplin.

Dalam setiap transisi industri, Dino selalu menempatkan proses belajar sebagai prioritas utama. Memahami karakter industri, model bisnis, serta tantangan yang dihadapi menjadi langkah awal sebelum merumuskan arah dan strategi perusahaan.

Tiga Kunci Kepemimpinan Ala Dino CEO Adakami

Dalam memimpin perusahaan, Dino berpegang pada tiga prinsip utama.

Pertama, memahami model bisnis secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya terus belajar, bahkan ketika telah memiliki pengalaman panjang di level manajerial.

Kedua, menerapkan sistem meritokrasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Pengembangan tim dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja, sehingga organisasi dapat tumbuh secara sehat dan profesional.

Baca juga : 

DPR Minta Regulasi Fintech dan Kripto Tidak Terlalu Ketat, Industri Diminta Aktif Beri Masukan

Ketiga, menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap pengambilan keputusan. Baginya, integritas merupakan fondasi utama untuk menghasilkan kebijakan yang objektif dan berkelanjutan.

Pendekatan lintas industri ini menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika industri fintech yang sarat regulasi, tuntutan tata kelola, serta aspek kepercayaan publik.

Dino menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan komitmen untuk terus belajar, membangun tim yang solid, serta menjaga integritas demi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi tantangan, terus beradaptasi dengan perubahan, dan terlibat langsung dalam membangun karier dan usaha,” ujar Dino dalam keterangannya belum lama ini.

Sebelum kembali ke Indonesia dan membangun karier profesionalnya, Dino menempuh pendidikan sarjana Teknik Sipil di University of Southern California dan melanjutkan studi MBA di Providence College.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU