26.1 C
Jakarta
Rabu, 18 Februari, 2026

Strategy (MSTR) Kembali Borong Bitcoin, Tambah 2.486 BTC Senilai US$168,4 Juta

Strategy (MSTR) kembali melanjutkan strategi akumulasi bitcoinnya dengan membeli 2.486 BTC pada pekan lalu senilai sekitar US$168,4 juta.

Dengan pembelian terbaru tersebut, total kepemilikan bitcoin perusahaan kini mencapai 717.131 BTC. Seluruh akumulasi itu diperoleh dengan total biaya sekitar US$54,52 miliar, dengan rata-rata harga perolehan tercatat di kisaran US$76.027 per BTC.

Manajemen menyebutkan bahwa pembelian tersebut dibiayai melalui aksi pendanaan di pasar modal. Perusahaan menghimpun dana sekitar US$90,5 juta dari penjualan saham biasa serta US$78,4 juta dari penerbitan saham preferen seri STRC.

Langkah ini kembali menegaskan konsistensi Strategy dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset utama cadangan perusahaan, meskipun pasar kripto masih berada dalam fase volatilitas tinggi dan dibayangi ketidakpastian makroekonomi global.

kenapa bitcoin turun hari ini 3

Aksi akumulasi berkelanjutan ini juga memperkuat posisinya sebagai pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia. Pergerakan Strategy kerap menjadi barometer sentimen dan tingkat kepercayaan investor institusi terhadap prospek jangka panjang aset kripto terbesar tersebut.

Di tengah tekanan harga bitcoin sepanjang awal tahun ini, pembelian agresif tersebut dipandang sebagian pelaku pasar sebagai sinyal bahwa investor institusi tertentu masih melihat pelemahan harga sebagai peluang akumulasi jangka panjang, alih-alih alasan untuk mengurangi eksposur.

Analisis Dampak ke Industri Kripto

1. Menguatkan Narasi Bitcoin sebagai Aset Treasury
Strategi akumulasi yang konsisten memperkuat narasi bitcoin sebagai alternatif aset lindung nilai dan cadangan korporasi. Ini dapat mendorong perusahaan lain mempertimbangkan alokasi serupa, terutama di tengah ketidakpastian inflasi dan suku bunga global.

Baca juga : 

Kripto Masih Menjadi Investasi Favorit, Total Investor Capai 20,19 Juta Orang

2. Meningkatkan Sentimen Institusional
Aksi pembelian dalam jumlah besar saat harga tertekan sering ditafsirkan sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang. Hal ini berpotensi memperbaiki sentimen pasar dan mengurangi tekanan psikologis investor ritel.

3. Risiko Konsentrasi dan Volatilitas
Di sisi lain, kepemilikan dalam jumlah sangat besar oleh satu entitas meningkatkan risiko konsentrasi pasar. Setiap aksi jual signifikan di masa depan berpotensi memicu volatilitas tinggi.

4. Pengaruh terhadap Siklus Pasar
Jika aksi akumulasi korporasi berlanjut, pola ini dapat mempercepat fase pemulihan harga dengan mengurangi pasokan yang beredar di pasar (supply squeeze), terutama jika permintaan ritel dan ETF juga meningkat.

Secara keseluruhan, langkah Strategy kembali menegaskan bahwa sebagian pelaku institusi masih memandang bitcoin sebagai instrumen strategis jangka panjang, bukan sekadar aset spekulatif jangka pendek.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU