31.8 C
Jakarta
Selasa, 7 April, 2026

Februari 2026: Tingkat Risiko Kredit Macet Fintech Lending Naik 4,54%

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat risiko kredit macet (TWP90) industri fintech peer-to-peer (P2P) lending mengalami kenaikan pada Februari 2026.

TWP90 tercatat sebesar 4,54%, meningkat dari:

  • 4,38% pada Januari 2026
  • 2,78% pada Februari 2025

Meski masih berada di bawah batas aman OJK sebesar 5%, tren kenaikan ini mulai menjadi perhatian bagi pelaku industri.

Penyebab Kenaikan Risiko Kredit

Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), kenaikan TWP90 dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:

  • Kasus pada sejumlah penyelenggara, termasuk PT Dana Syariah Indonesia (DSI)
  • Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih
  • Penurunan kualitas pembiayaan di tengah tekanan makro

Faktor-faktor tersebut membuat kemampuan bayar sebagian peminjam mengalami penurunan.

fintech

Imbauan untuk Industri

Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar, mengimbau seluruh penyelenggara fintech lending untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

Ia menekankan pentingnya:

  • Pendekatan yang lebih konservatif
  • Penerapan prinsip prudential (kehati-hatian)
  • Kepatuhan terhadap regulasi (compliance)

Targetnya, industri diharapkan mampu menekan TWP90 kembali ke level di bawah 3% dalam jangka ke depan.

Pertumbuhan Industri Fintech P2P Lending Tetap Kuat

fintech

Di tengah kenaikan risiko kredit, industri fintech lending masih mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Outstanding pembiayaan mencapai Rp100,69 triliun per Februari 2026, tumbuh 25,75% secara tahunan (yoy).

Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan pinjaman digital tetap tinggi, meskipun kualitas kredit mulai tertekan.

Kesimpulan

Kenaikan TWP90 ke level 4,54% menjadi sinyal bahwa industri fintech lending menghadapi tantangan baru dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Meski masih dalam batas aman, pelaku industri perlu meningkatkan manajemen risiko agar pertumbuhan yang tinggi tetap diimbangi dengan kesehatan portofolio yang terjaga.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU