33.1 C
Jakarta
Selasa, 28 April, 2026

Bitcoin Turun dari $77.000, Ether dan Solana Ikut Melemah : Apa Penyebabnya?

Pasar kripto kembali menunjukkan tekanan. Bitcoin turun ke kisaran $76.923 pada perdagangan terbaru, melemah sekitar 2,4% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini terjadi setelah BTC gagal menembus level resistensi kuat di sekitar $79.000–$79.400.

Tak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto besar seperti Ethereum dan Solana juga ikut terkoreksi, menandakan tekanan merata di pasar.

Pergerakan Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin

Dalam 24 jam terakhir, mayoritas kripto papan atas berada di zona merah:

  • Bitcoin: turun 2,4% ke $76.923
  • Ethereum: turun 3,7% ke $2.290
  • XRP: turun 3,2% ke $1,39
  • Solana: turun 3,9% ke $84,10
  • BNB: melemah sekitar 1,8%

Hanya beberapa aset seperti TRON dan Dogecoin yang mampu bertahan di zona hijau.

Level $79.000 Jadi Batas Kuat Bitcoin

Bitcoin

Bitcoin tercatat telah tiga kali gagal menembus area $79.000 dalam delapan sesi terakhir. Hal ini menjadikan level tersebut sebagai resistance kuat sekaligus batas atas pergerakan harga saat ini.

Kondisi ini membuat pasar berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku pasar masih menunggu katalis kuat untuk menentukan arah selanjutnya—apakah menembus $80.000 atau justru kembali turun.

Perbedaan Pendapat Analis

Ada dua pandangan utama yang berkembang di kalangan analis:

1. Didukung Permintaan Spot

Menurut Mike Novogratz dari Galaxy Digital, kenaikan sebelumnya didorong oleh:

  • Kembalinya investor ritel
  • Masuknya modal institusional
  • Pasokan Bitcoin yang terbatas

Data dari Santiment bahkan menunjukkan akumulasi lebih dari 40.000 BTC oleh investor besar (whale) dalam dua minggu terakhir.

2. Efek Short Squeeze

Sebaliknya, Ki Young-Ju dari CryptoQuant menilai kenaikan tersebut lebih dipicu oleh short squeeze di pasar derivatif.

Ketika banyak posisi short ditutup secara paksa, harga terdorong naik sementara. Namun setelah tekanan tersebut hilang, pasar rentan mengalami koreksi kembali.

Sinyal dari Pasar Derivatif

Data menunjukkan tingkat pendanaan (funding rate) masih negatif, yang berarti trader short membayar trader long.

Secara historis, kondisi ini sering menjadi pertanda dua kemungkinan:

  • Terjadinya short squeeze lanjutan
  • Atau justru pembalikan harga (reversal)

Artinya, pasar saat ini masih berada dalam fase yang tidak pasti.

Faktor Global yang Mempengaruhi

Bitcoin

Selain faktor internal kripto, ada beberapa sentimen global yang turut memengaruhi pasar:

  • Kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve
  • Laporan keuangan raksasa teknologi seperti Alphabet Inc., Microsoft, Amazon, Meta Platforms, dan Apple
  • Kenaikan harga minyak mentah Brent
  • Stabilitas pasar Asia dan kebijakan Bank of Japan

Semua faktor ini bisa menjadi katalis besar bagi arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.

Akumulasi Institusi Masih Berlanjut

Meski harga terkoreksi, minat institusi terhadap Bitcoin tetap tinggi:

  • Strategy membeli BTC senilai $3,9 miliar
  • Metaplanet menerbitkan obligasi $50 juta untuk membeli Bitcoin

Langkah ini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap aset kripto masih kuat.

Kesimpulan: Menuju Breakout atau Koreksi Lanjutan?

Pergerakan Bitcoin saat ini berada di titik krusial. Level $79.000–$80.000 menjadi penentu arah selanjutnya:

  • Jika berhasil ditembus → potensi rally baru
  • Jika kembali ditolak → konsolidasi atau penurunan lebih dalam

Dengan banyaknya faktor yang berperan, mulai dari kebijakan moneter hingga sentimen pasar derivatif, investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh.

Pasar kripto belum kehilangan momentum, tetapi arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh katalis besar dalam waktu dekat.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU