31.3 C
Jakarta
Senin, 5 Oktober, 2026

Peter Brandt Prediksi Harga Bitcoin Bisa Tembus US$600.000 pada 2029

Trader veteran Peter Brandt prediksi harga Bitcoin bisa tembus US$600,000 pada 2029. Dia kembali memberikan proyeksi bullish terhadap masa depan Bitcoin (BTC). Setelah sebelumnya memperkirakan BTC berpotensi mencapai US$250.000-US$300.000, Brandt kini menaikkan proyeksinya secara signifikan.

Ia melihat harga Bitcoin berpotensi mencapai kisaran US$300.000 hingga US$600.000 pada akhir 2029.

Bahkan, menurut Brandt, terdapat peluang cukup besar bagi Bitcoin untuk menembus level US$500.000 dalam siklus bull market berikutnya.

Prediksi tersebut muncul ketika Bitcoin kembali menunjukkan penguatan dan bergerak di sekitar US$85.000 pada awal Oktober 2026.

Peter Brandt: Bitcoin Mungkin Sudah Melewati Titik Terendah

Optimisme Brandt didasarkan pada pandangannya bahwa Bitcoin kemungkinan telah menyelesaikan fase terendah dalam siklus pasar saat ini.

Brandt menilai terdapat kemungkinan cukup besar bahwa BTC sudah membentuk bottom dan kini mulai memasuki siklus bull market baru.

Dalam analisisnya, penurunan Bitcoin menuju sekitar US$58.000 pada akhir Juni 2026 berpotensi menjadi titik terendah siklus.

Jika pandangan tersebut benar, pergerakan Bitcoin setelah Juni dapat menjadi bagian awal dari tren bullish yang lebih panjang.

Namun, Brandt tidak mengatakan Bitcoin akan bergerak naik secara lurus tanpa koreksi.

Volatilitas dan koreksi tetap menjadi bagian dari siklus Bitcoin.

peter brandt prediksi harga bitcoin

Target Bitcoin Naik Menjadi US$300.000-US$600.000

Perubahan terbesar terdapat pada target jangka panjang Brandt.

Pada Juli 2026, ia sebelumnya memperkirakan Bitcoin dapat mencapai kisaran US$250.000-US$300.000.

Kini, target tersebut dinaikkan menjadi US$300.000-US$600.000 pada akhir 2029.

Brandt juga melihat peluang yang cukup besar Bitcoin mencapai US$500.000 dalam siklus bullish tersebut.

Dengan demikian, angka US$600.000 sebaiknya dipahami sebagai batas atas kisaran proyeksi, bukan kepastian harga yang akan dicapai Bitcoin.

Apa Artinya Jika Bitcoin Mencapai US$600.000?

Jika Bitcoin benar-benar mencapai US$600.000, kenaikannya dari harga sekitar US$85.000 akan sangat besar.

Secara kasar, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar tujuh kali lipat untuk mencapai level tersebut.

Target US$300.000 pun berarti Bitcoin harus mengalami apresiasi lebih dari tiga kali lipat dari kisaran harga awal Oktober 2026.

Proyeksi tersebut menunjukkan betapa bullish pandangan Brandt terhadap siklus jangka panjang Bitcoin.

Namun, perjalanan menuju level tersebut tentu dapat melibatkan berbagai koreksi besar.

Sejarah Bitcoin menunjukkan bahwa bull market tidak selalu bergerak secara linear. Koreksi puluhan persen tetap dapat terjadi bahkan ketika tren jangka panjang masih bullish.

Bitcoin Berada di Sekitar US$85.570

Prediksi Brandt muncul ketika Bitcoin kembali memperlihatkan momentum positif.

Pada Senin, 5 Oktober 2026, Bitcoin berada di sekitar US$85.570,18 pada pukul 11.38 WIB.

Harga tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 0,90% dalam 24 jam dan sekitar 2,24% selama tujuh hari terakhir.

Pada akhir pekan sebelumnya, Bitcoin juga sempat diperdagangkan di sekitar US$85.821 setelah menguat 1,4%.

Pergerakan tersebut membuat pasar kembali memperhatikan peluang dimulainya fase bullish baru.

harga bitcoin 21 Agustus 2026

Brandt Sebelumnya Justru Memperingatkan Risiko Bitcoin

Menariknya, Brandt tidak selalu memberikan prediksi bullish terhadap Bitcoin.

Trader yang telah berpengalaman selama puluhan tahun tersebut sebelumnya juga memperingatkan kemungkinan koreksi dan risiko penurunan BTC.

Karena itu, perubahan proyeksinya menjadi penting.

Pandangan bahwa Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik terendah sekitar US$58.000 membuat Brandt kini melihat struktur pasar dengan perspektif berbeda.

Meski demikian, ia masih membuka kemungkinan terjadinya koreksi jangka pendek.

Bitcoin dapat mengalami penurunan sementara meskipun secara struktural telah memasuki bull market baru.

Mengapa Target US$600.000 Masih Sangat Spekulatif?

Target Bitcoin US$600.000 tentu menarik perhatian, tetapi investor tetap perlu melihatnya sebagai sebuah skenario.

Harga Bitcoin dalam tiga tahun ke depan akan dipengaruhi banyak faktor.

Likuiditas global menjadi salah satu yang terpenting. Kebijakan Federal Reserve dan bank sentral dunia dapat menentukan seberapa besar modal mengalir menuju aset berisiko.

Permintaan institusional juga akan memainkan peran besar.

ETF Bitcoin spot telah membuka jalur baru bagi investor tradisional untuk memperoleh eksposur terhadap BTC. Jika permintaan institusional meningkat dalam beberapa tahun mendatang, struktur permintaan Bitcoin dapat berubah secara signifikan.

Namun, risiko tetap ada.

Regulasi, kondisi ekonomi global, resesi, geopolitik, perubahan teknologi serta sentimen investor dapat mengubah siklus pasar.

Baca juga : 

Harga Bitcoin Dekati US$86.000, Data Tenaga Kerja AS Lemah Jadi Pendorong

Apakah Bitcoin Bisa Mencapai US$500.000?

Dalam skenario Brandt, level US$500.000 bukan sesuatu yang mustahil.

Namun, Bitcoin harus mengalami ekspansi kapitalisasi pasar yang sangat besar untuk mencapainya.

Semakin tinggi harga Bitcoin, semakin besar modal yang dibutuhkan untuk mendorong kenaikan lebih lanjut.

Karena itu, perjalanan dari US$85.000 menuju US$500.000 kemungkinan membutuhkan kombinasi beberapa faktor sekaligus, mulai dari pertumbuhan adopsi, masuknya modal institusional hingga kondisi likuiditas global yang mendukung.

Prediksi tersebut juga memiliki horizon waktu yang panjang hingga 2029.

Dalam periode tiga tahun, kondisi ekonomi dan pasar dapat mengalami perubahan besar.

Prediksi Harga Bukan Jaminan

Hal paling penting dari proyeksi Brandt adalah membedakan antara prediksi dan kepastian.

Brandt menggunakan pengalaman serta analisis siklus pasar untuk membangun skenario harga Bitcoin.

Namun, tidak ada metode analisis yang dapat memastikan harga Bitcoin beberapa tahun ke depan.

Bahkan analis dan trader berpengalaman dapat mengubah pandangannya ketika struktur pasar berubah.

Brandt sendiri telah beberapa kali merevisi target Bitcoin berdasarkan perkembangan pasar terbaru.

Karena itu, angka US$300.000-US$600.000 lebih tepat digunakan sebagai gambaran skenario bullish jangka panjang dibandingkan target harga yang pasti terjadi.

Kesimpulan

Trader veteran Peter Brandt memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai US$300.000 hingga US$600.000 pada akhir 2029.

Proyeksi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya pada Juli 2026 sebesar US$250.000-US$300.000.

Brandt menilai Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik terendah siklus di sekitar US$58.000 pada Juni dan kini berpotensi memasuki bull market baru.

Ia juga melihat peluang cukup besar Bitcoin mencapai US$500.000 dalam siklus tersebut.

Namun, target US$600.000 merupakan batas atas sebuah proyeksi, bukan kepastian.

Perjalanan Bitcoin hingga 2029 masih akan dipengaruhi kondisi likuiditas global, kebijakan moneter, permintaan institusional, regulasi serta perkembangan industri kripto.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi.

BACA ARTIKEL BERITA KRIPTO TERBARU SELENGKAPNYA DI SINI>>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU