32.4 C
Jakarta
Senin, 2 November, 2026

Harga Bitcoin Terancam Turun Lebih Dalam, Indeks Ketakutan Anjlok dan ETF BTC Kehilangan US$643 Juta

Harga Bitcoin (BTC) memasuki November 2026 dalam kondisi penuh tekanan setelah mengalami penurunan sekitar 7,3% sepanjang Oktober. Memburuknya sentimen investor, arus keluar dana ETF Bitcoin spot, serta peretasan Binance senilai US$6,3 miliar meningkatkan kekhawatiran bahwa koreksi pasar kripto belum sepenuhnya berakhir.

Berdasarkan laporan Investing.com pada Minggu (1/11/2026), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$77.820 pada pukul 13.17 WIB, menguat 0,76% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Meskipun mencatatkan pemulihan harian, BTC masih berada di bawah level psikologis US$80.000.

Indikator Crypto Fear and Greed Index juga memperlihatkan penurunan tajam dari 70 pada 4 Oktober menjadi 36 pada 30 Oktober.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar bergeser dari zona keserakahan menuju ketakutan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Analis Bitfinex menilai Bitcoin perlu kembali merebut level US$80.000 untuk memperkuat peluang pemulihan, sementara US$75.000 menjadi area support penting.

Harga Bitcoin Turun 7,3% pada Oktober

Bitcoin mengalami pelemahan sepanjang Oktober 2026 setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.

Berdasarkan data yang dikutip Investing.com, BTC membuka bulan Oktober di sekitar US$83.554.

Pada akhir bulan, harga Bitcoin berada di sekitar US$77.558.

Penurunan tersebut setara sekitar 7,3% sepanjang Oktober.

Dalam periode yang sama, Bitcoin sempat menyentuh level terendah bulanan sekitar US$76.314.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya berlangsung dalam satu sesi perdagangan.

Namun, perubahan harga sepanjang bulan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global, aktivitas investor, dan perkembangan industri kripto.

Karena itu, penurunan Oktober tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan satu peristiwa.

harga bitcoin naik, waspadai bear market

Bitcoin Masih Sulit Kembali ke US$80.000

Memasuki November, Bitcoin sempat mencatatkan pemulihan terbatas.

Pada 1 November 2026, BTC diperdagangkan di sekitar US$77.820, naik 0,76% secara harian berdasarkan laporan Investing.com.

Namun, harga tersebut masih sekitar 2,7% di bawah US$80.000.

Level US$80.000 menjadi perhatian karena merupakan angka psikologis yang sering digunakan investor untuk mengevaluasi kekuatan pemulihan Bitcoin.

Selain itu, sejumlah analis menilai kemampuan BTC kembali bergerak di atas level tersebut dapat membantu memperbaiki struktur harga jangka pendek.

Meski demikian, mencapai US$80.000 tidak otomatis menjamin tren kenaikan baru.

Investor tetap perlu memperhatikan keberlanjutan permintaan dan kondisi likuiditas pasar.

Fear and Greed Index Turun dari 70 ke 36

Salah satu indikator yang memperlihatkan memburuknya sentimen pasar adalah Crypto Fear and Greed Index.

Indeks tersebut berada pada level 70 pada 4 Oktober 2026.

Namun, pada 30 Oktober, nilainya turun menjadi 36.

Artinya, indeks mengalami penurunan sebanyak 34 poin dalam waktu kurang dari empat minggu.

Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran sentimen dari zona keserakahan menuju zona ketakutan.

Fear and Greed Index digunakan untuk menggambarkan kondisi psikologis pasar berdasarkan sejumlah indikator.

Namun, indeks ini bukan alat yang dapat memastikan arah harga Bitcoin berikutnya.

Sentimen takut dapat bertahan selama periode koreksi, tetapi juga dapat muncul menjelang pemulihan.

Karena itu, investor perlu menggunakannya bersama data harga, volume perdagangan, dan indikator lainnya.

Apakah Ketakutan Ekstrem Menjadi Sinyal Beli Bitcoin?

Sebagian investor menggunakan sentimen pasar sebagai pendekatan kontrarian.

Dalam pendekatan tersebut, ketakutan yang tinggi dapat dianggap sebagai indikasi bahwa banyak pelaku pasar telah melakukan penjualan.

Namun, strategi ini memiliki keterbatasan.

Pasar yang berada dalam kondisi takut tidak selalu langsung mengalami pemulihan.

Investing.com menyoroti tiga periode historis ketika Fear and Greed Index mengalami penurunan lebih dari 30 poin dalam satu bulan.

Dalam ketiga periode tersebut, Bitcoin masih diperdagangkan lebih rendah 30 hari kemudian.

Namun, jumlah sampel tersebut terlalu kecil untuk menghasilkan prediksi yang andal.

Perbandingan historis lebih tepat digunakan sebagai pengingat bahwa sentimen negatif dapat berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan investor.

Harga bitcoin

ETF Bitcoin Spot Catat Arus Keluar US$643,3 Juta

Tekanan pasar juga terlihat pada produk ETF Bitcoin spot Amerika Serikat.

Menurut Investing.com, ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar bersih sebesar US$643,3 juta pada 30 Oktober 2026.

Nilai tersebut menjadi arus keluar harian terbesar sepanjang Oktober.

Penarikan dana itu juga mengakhiri empat sesi perdagangan berturut-turut yang sebelumnya mencatatkan arus masuk.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa permintaan melalui produk ETF belum stabil.

Namun, arus keluar tidak selalu berarti seluruh investor institusional kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin.

Aktivitas ETF dapat dipengaruhi penyesuaian portofolio, kebutuhan likuiditas, serta perubahan ekspektasi risiko.

Meski demikian, arus dana yang besar dapat menjadi salah satu indikator penting untuk menilai tekanan pasar jangka pendek.

Arus Masuk Kumulatif ETF Turun ke US$57 Miliar

Selain arus keluar harian, data kumulatif ETF Bitcoin spot juga menunjukkan penurunan.

Menurut laporan Investing.com, total arus masuk bersih kumulatif ETF Bitcoin spot AS turun menjadi sekitar US$57 miliar.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan puncak Oktober yang mencapai sekitar US$57,8 miliar.

Selisihnya sekitar US$800 juta.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa sebagian arus masuk bersih sebelumnya telah berbalik menjadi penarikan dana.

Namun, arus masuk kumulatif tidak sama dengan nilai total aset yang dikelola ETF.

Nilai aset ETF juga dipengaruhi oleh perubahan harga Bitcoin dan jumlah unit investasi yang beredar.

Karena itu, investor perlu membedakan arus dana bersih dari perubahan nilai pasar portofolio ETF.

Open Interest Bitcoin Tembus 686.000 BTC

Pasar derivatif juga menunjukkan meningkatnya risiko volatilitas.

Investing.com melaporkan bahwa open interest futures Bitcoin mencapai sekitar 686.000 BTC, level tertinggi dalam lima minggu.

Open interest merupakan jumlah kontrak berjangka yang masih terbuka dan belum diselesaikan.

Kenaikan indikator tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas posisi perdagangan.

Namun, open interest yang tinggi tidak secara otomatis menunjukkan bahwa mayoritas trader memperkirakan harga akan naik.

Posisi futures selalu melibatkan pihak yang mengambil eksposur long dan short.

Untuk menilai kecenderungan pasar, data open interest perlu dianalisis bersama harga, volume, tingkat pendanaan, dan aktivitas likuidasi.

Dalam kondisi volatilitas tinggi, posisi dengan leverage besar dapat meningkatkan risiko penutupan paksa.

Posisi Long Dominasi Likuidasi

Tekanan terhadap trader yang mengharapkan kenaikan harga juga terlihat dari data likuidasi.

Menurut laporan Investing.com, posisi long menyumbang sekitar 79% dari total likuidasi pada periode pengamatan.

Posisi long merupakan posisi perdagangan yang memperoleh keuntungan apabila harga aset meningkat.

Ketika harga Bitcoin turun, posisi long berleverage dapat mengalami kerugian besar.

Jika margin tidak lagi mencukupi, posisi tersebut dapat ditutup secara otomatis.

Dominasi likuidasi long menunjukkan bahwa tekanan penurunan harga lebih banyak memukul trader yang sebelumnya mengambil posisi bullish.

Namun, data tersebut tidak berarti 79% dari seluruh trader Bitcoin sedang mengambil posisi long.

Angka tersebut hanya menggambarkan komposisi posisi yang terlikuidasi dalam periode laporan.

Harga Bitcoin Memerah

Analis Bitfinex Soroti Support Bitcoin US$75.000

Analis Bitfinex mengidentifikasi US$75.000 sebagai salah satu area support penting bagi Bitcoin.

Level tersebut menjadi perhatian karena berada di bawah harga perdagangan awal November.

Dari harga US$77.820, penurunan menuju US$75.000 setara sekitar 3,6%.

Namun, area support bukan harga yang pasti akan dicapai atau dipertahankan.

Jika tekanan jual meningkat, Bitcoin dapat menguji level tersebut.

Sebaliknya, apabila permintaan kembali menguat, harga dapat pulih tanpa harus turun ke US$75.000.

Karena itu, support lebih tepat dipahami sebagai zona teknikal yang perlu diamati, bukan target harga yang pasti terjadi.

Bitcoin Perlu Rebut Kembali US$80.000

Selain support, analis Bitfinex juga menyoroti pentingnya level US$80.000.

Menurut mereka, pemulihan yang lebih berkelanjutan membutuhkan kemampuan Bitcoin untuk kembali bergerak di atas area tersebut.

Secara teknikal, harga yang berhasil menembus resistance dan mempertahankan kenaikan dapat menunjukkan membaiknya permintaan.

Namun, investor juga perlu memperhatikan kemungkinan penembusan palsu atau false breakout.

Dalam kondisi tersebut, harga sempat melewati resistance sebelum kembali turun.

Karena itu, keberlanjutan pergerakan setelah penembusan menjadi faktor penting dalam analisis.

Volume perdagangan dan aktivitas pasar spot dapat digunakan sebagai indikator pendukung.

Peretasan Binance US$6,3 Miliar Perburuk Kekhawatiran

Selain indikator teknikal, pasar menghadapi tekanan akibat laporan peretasan Binance.

Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan pencurian aset digital senilai sekitar US$6,3 miliar.

Nilai yang sangat besar meningkatkan kekhawatiran investor mengenai keamanan penyimpanan aset di bursa kripto.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian regulator dan aparat penegak hukum.

Namun, peretasan bursa tidak otomatis berarti jaringan Bitcoin mengalami kegagalan keamanan.

Risiko yang terjadi pada penyedia layanan kustodian berbeda dari keamanan protokol blockchain itu sendiri.

Meski demikian, insiden pada bursa besar dapat mengganggu kepercayaan pasar dan meningkatkan keinginan investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset kripto.

FBI Kaitkan Peretasan Binance dengan TraderTraitor

Menurut laporan Investing.com, FBI mengaitkan peretasan Binance dengan kelompok peretas TraderTraitor yang berasal dari Korea Utara.

Kelompok tersebut diduga terlibat dalam pencurian aset digital dan pemindahan dana melalui berbagai alamat blockchain.

Penyelidik menyatakan bahwa pelaku mengonversi sebagian besar aset yang dicuri menjadi Ethereum.

Dana tersebut kemudian diduga dipindahkan melalui berbagai layanan pertukaran aset dan platform keuangan terdesentralisasi.

FBI meminta pelaku industri kripto untuk memblokir transaksi yang melibatkan alamat-alamat yang telah diidentifikasi.

Sementara itu, perusahaan analitik blockchain Chainalysis memperingatkan bahwa ribuan dompet telah terlibat dalam aliran dana terkait.

Temuan tersebut memperlihatkan kompleksitas pelacakan aset digital setelah pencurian berskala besar.

Binance Klaim Pulihkan 90% Aset yang Dicuri

Binance menyatakan telah mengisi kembali sekitar 90% dari nilai aset yang dicuri.

Perusahaan juga berkomitmen menanggung kerugian pelanggan yang terdampak.

Langkah tersebut dapat membantu menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan bursa.

Namun, klaim pengisian kembali aset perlu dibedakan dari keberhasilan mengembalikan dana yang dicuri dari pelaku.

Perusahaan dapat menggunakan sumber daya internal untuk memenuhi kewajiban kepada pelanggan meskipun proses pemulihan aset hasil pencurian masih berlangsung.

Karena itu, investor perlu memperhatikan keterbukaan informasi berikutnya mengenai kondisi cadangan, layanan penarikan, dan penyelesaian insiden.

Pemulihan operasional bursa dapat membantu mengurangi ketidakpastian, tetapi tidak menjamin harga Bitcoin segera naik.

Bitcoin Masuki November di Tengah Ulang Tahun White Paper ke-18

Tekanan pasar tersebut bertepatan dengan peringatan 18 tahun publikasi white paper Bitcoin.

Pada 31 Oktober 2008, sosok atau kelompok yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto memperkenalkan rancangan Bitcoin melalui dokumen berjudul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.

Dokumen tersebut menjadi dasar pengembangan jaringan Bitcoin yang kemudian diluncurkan pada Januari 2009.

Selama 18 tahun sejak publikasi white paper, Bitcoin berkembang dari eksperimen teknologi menjadi aset digital yang diperdagangkan secara global.

Namun, perkembangan tersebut tidak menghilangkan volatilitas harga dan risiko yang berasal dari perusahaan penyedia layanan.

Peristiwa pada akhir Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa pertumbuhan industri tetap perlu disertai pengelolaan risiko yang kuat.

Harga Ethereum, XRP, Solana, dan BNB Beragam

Tekanan pasar tidak hanya terlihat pada Bitcoin.

Pada awal perdagangan 1 November 2026, sejumlah aset kripto besar menunjukkan pergerakan yang berbeda.

Menurut data Investing.com, Ethereum naik sekitar 1,13% menjadi US$2.267,82.

XRP menguat sekitar 0,38% ke US$1,2521.

Sementara itu, Solana melemah sekitar 0,40% menjadi US$95,61.

BNB meningkat sekitar 0,21% menuju US$705,23.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa altcoin tidak selalu bergerak dengan arah dan persentase yang sama.

Selain kondisi Bitcoin, harga masing-masing aset dipengaruhi oleh faktor likuiditas, aktivitas jaringan, dan sentimen spesifik proyek.

Tiga Skenario Bitcoin pada Awal November

Skenario bullish: Bitcoin mampu kembali melewati US$80.000 dan mempertahankan kenaikan. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang pemulihan apabila didukung arus ETF yang membaik.

Skenario konsolidasi: Bitcoin bergerak di antara support US$75.000 dan resistance US$80.000 karena investor masih menunggu katalis baru.

Skenario bearish: Bitcoin gagal mempertahankan area US$75.000 dan menghadapi tekanan jual lanjutan. Dalam kondisi tersebut, pasar perlu mengevaluasi kembali zona support berikutnya berdasarkan struktur harga terbaru.

Ketiga skenario merupakan kemungkinan berdasarkan kondisi pasar pada awal November, bukan prediksi yang pasti terjadi.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Investor yang mengikuti pergerakan Bitcoin perlu memperhatikan beberapa indikator secara bersamaan.

Pertama, kemampuan harga bertahan di atas support US$75.000.

Kedua, kemungkinan pemulihan menuju US$80.000.

Ketiga, perubahan Crypto Fear and Greed Index yang dapat menggambarkan perkembangan sentimen pasar.

Keempat, arus dana ETF Bitcoin spot AS.

Kelima, perkembangan open interest dan likuidasi derivatif.

Selain itu, penyelesaian insiden keamanan Binance juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar.

Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator karena masing-masing memiliki keterbatasan.

Kesimpulan

Bitcoin memasuki November 2026 dalam kondisi tertekan setelah turun sekitar 7,3% sepanjang Oktober.

Memburuknya sentimen terlihat dari penurunan Crypto Fear and Greed Index dari 70 menjadi 36.

Tekanan juga muncul melalui arus keluar ETF Bitcoin spot AS sebesar US$643,3 juta pada 30 Oktober.

Di pasar derivatif, open interest futures Bitcoin mencapai 686.000 BTC, sementara posisi long mendominasi likuidasi.

Peretasan Binance senilai US$6,3 miliar turut meningkatkan kekhawatiran investor mengenai keamanan industri kripto.

Analis Bitfinex menyoroti US$75.000 sebagai support penting dan US$80.000 sebagai level yang perlu direbut kembali untuk memperkuat pemulihan.

Dengan demikian, risiko penurunan Bitcoin belum sepenuhnya hilang meskipun harga sempat mencatatkan kenaikan terbatas pada awal November.

CEK SELENGKAPNYA ARTIKEL BERITA KRIPTO TERBARU DI SINI >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU