26.9 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Alat Manajemen Aset Digital Dikembangkan Accenture

duniafintech.com – Perusahaan Shaanxi Electric Power Co., yang membangun dan mengoperasikan jaringan tenaga listrik di Provinsi Shaanxi China bersama Accenture melakukan pengembangan untuk meluncurkan sistem alat manajemen aset digital.

Sistem alat manajemen aset digital itu bisa mengumpulkan dan memberikan akses perusahaan listrik ke semua informasi siklus hidup aset. Ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengumpulkan wawasan prediktif untuk meningkatkan pengambilan keputusan secara real-time.

Manfaat yang ditargetkan dengan pengembangan teknologi sistem alat manajemen aset digital ini termasuk modal yang lebih rendah dan biaya operasional, mengurangi risiko terhadap orang dan aset, dan meningkatkan kinerja operasional.

Sebagai bagian dari proyek, Accenture merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem manajemen aset siklus hidup digital, berdasarkan pada internet of things (IoT) dan teknologi mobile. Sistem ini menghubungkan, mengintegrasikan, dan menganalisis data dari berbagai perangkat – seperti transformer, pemutus sirkuit, relay, dan aset grid lainnya – di seluruh siklus penuh mereka.

Baca juga: LAWAN PERUBAHAN IKLIM DENGAN TOKEN BLOCKCHAIN

Pekerja di lokasi menggunakan perangkat seluler untuk berkomunikasi dengan tag RFID yang dipasang ke peralatan untuk operasi apa pun, yang mengumpulkan sejumlah besar data operasional.

Aplikasi seluler yang dikembangkan oleh Accenture bekerja sama dengan Shaanxi Electric mendukung proses ini dan fokus pada beberapa bidang utama, termasuk penerimaan dan distribusi persediaan, instalasi dan pengujian infrastruktur, inspeksi peralatan, dan verifikasi aset. Accenture juga membantu Shaanxi Electric memindahkan aplikasi ini dari server lokal ke lingkungan cloud pribadi milik mereka sendiri.

Mengenal Accenture

Accenture adalah konsultan manajemen global dan perusahaan layanan profesional yang menyediakan layanan strategi, konsultasi, digital, teknologi, dan operasi. Perusahaan Fortune Global 500 ini telah didirikan di Dublin, Irlandia, sejak 1 September 2009.

Baca juga: CERMATI RILIS FITUR TERBARU APA?

Pada tahun 2017, perusahaan ini melaporkan pendapatan bersih sebesar $ 34,9 miliar, dengan lebih dari 425.000 karyawa melayani klien di lebih dari 200 kota di 120 negara. Pada tahun 2015, perusahaan memiliki sekitar 130.000 karyawan di India, sekitar 48.000 di AS, dan sekitar 50.000 di Filipina. Klien Accenture saat ini termasuk 95 dari Fortune Global 100 dan lebih dari tiga perempat dari Fortune Global 500.

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...

Cara Isi E-Money via ATM Mandiri dan Update Saldonya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi e-money via ATM Mandiri dalam ulasan berikut ini sangat penting diketahui oleh para pengguna layanan yang satu ini. Kalau kamu...

Langkah Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sejumlah langkah agar maskapai penerbangan nasional dapat menstabilkan harga tiket pesawat. Erick...
LANGUAGE