Adapundi memperkuat strategi kolaborasi ekosistem pendanaan digital Indonesia dengan menjadi salah satu kolaborator utama ajang Fintech Lending Days 2026 di Bali pada Jumat, 21 Agustus 2026, seperti dilansir dari Investor Daily pada Senin, 24 Agustus 2026.
Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tersebut mengusung tema ‘Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem’. Forum ini mempertemukan regulator, pemerintah, perbankan, penyelenggara Pinjaman Daring (Pindar), investor, hingga mitra strategis.
Head of Risk & Product Adapundi Aristama Budiono menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pindar dan perbankan daerah untuk memperluas akses pendanaan serta meningkatkan efisiensi penyaluran pembiayaan dalam Banking Partnership Forum.
“Pertumbuhan industri yang berkelanjutan tidak dapat dicapai oleh satu platform maupun satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antarpelaku industri untuk menciptakan ekosistem yang semakin kuat,” ujar Aristama Budiono, Head of Risk & Product Adapundi, dikutip, Senin 24 Agustus 2026.
Baca juga : Semester I 2026: Pembiayaan Pindar ke UMKM Naik 23,25%
Adapundi terus memperluas kemitraan baru dengan memanfaatkan skema loan channeling yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Loan channeling menjadi salah satu model kolaborasi yang relevan saat ini. Dengan kesiapan sistem dan infrastruktur yang dimiliki, Adapundi terus membuka peluang kolaborasi yang sejalan dengan perkembangan ekosistem,” kata Aristama Budiono, Head of Risk & Product Adapundi.
Infrastruktur teknologi digital milik Pindar dinilai mampu mengefisiensikan proses pendanaan, sementara perbankan daerah memiliki keunggulan jaringan dan pemahaman pasar lokal. Namun, perluasan kolaborasi ini tetap memerlukan tata kelola serta manajemen risiko yang ketat.
“OJK sebagai regulator memiliki peran penting dalam menjaga dan mengawasi perkembangan industri. Di sisi lain, pelaku industri tetap memiliki ruang untuk berkembang dan berinovasi,” ujar Aristama Budiono, Head of Risk & Product Adapundi.






