31.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Ingin perbaiki Citra Pinjol, Akseleran Fokus Garap Sektor Konsumtif di 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, Christopher Gultom mengungkapkan bahwa pada tahun depan pihaknya akan fokus untuk mengembangkan pembiayaan ke sektor konsumtif.

Dia menjelaskan, sebagai platform peer to peer (P2P) lending yang berdiri sejak 2017, Akseleran selama ini lebih fokus kepada sektor produktif dengan pembiayaan pada UMKM yang bergerak di bisnis konstruksi dan energi.

Namun, di 2022 perusahaan akan mencoba tantangan baru untuk menggarap sektor konsumtif yang juga memiliki pangsa pasar yang luas.

Christopher mengungkapkan, masuknya Akseleran ke sektor konsumtif karena tergerak untuk memperbaiki citra fintech lending atau pinjaman online (pinjol) yang telah tercoreng oleh keberadaan pinjol ilegal dengan bunga yang mencekik.

“Kita punya niatan terutama dengan maraknya kemarin penjol bunganya tinggi, jadi Akseleran ikut tergeraklah untuk ikut serta memperbaiki citra pinjol. Jadi pengennya kita ke depan masuk juga ke pinjaman konsumtif tapi dengan bunga yang jauh yang lebih kompetitif,” katanya saat berbincang dengan Duniafintech.com, Senin (6/12).

Dia menuturkan, partisipasi Akseleran di sektor konsumtif tersebut untuk menunjukkan bahwa pinjol legal memiliki corak yang lebih ramah bagi konsumen dengan bunga yang lebih kompetitif dan cara penagihan yang lebih baik.

Pasalnya, dengan maraknya fenomena pinjol ilegal belakangan dengan semua embel-embel negatifnya telah membuat masyarakat cenderung menyamaratakan industri ini, sehingga merugikan pinjol yang resmi dan berizin di OJK.

“Memang hal-hal ini yang perlu lebih digencarkan lagi edukasinya ke masyarakat. Bahwa perbedaan yang legal dan ilegal itu signifikan sekali. Cuma edukasinya saja yang belum terlalu nyampe,” ujarnya.

Ingin Menghadirkan Bunga Pinjaman dan NPL yang Lebih Rendah

Christopher pun menuturkan, untuk masuk ke sektor konsumtif saat ini cenderung lebih mudah bagi pemain baru. Pasalnya, semua data dari peminjam dan pemberi pinjaman telah terdata di Fintech Data Center.

Sehingga, data-data tersebut dapat digunakan untuk melakukan screening bagi calon peminjam. Supaya dana yang disalurkan dapat diberikan kepada kreditur dengan profil risiko yang baik dan jaminan pengembalian pinjaman yang lebih terjaga.

Dengan begitu, tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) dapat ditekan lebih rendah. Sehingga penyelenggara pinjaman dapat menghadirkan bunga pinjaman yang lebih minim dan menghindarkan peminjam dari lingkaran gali lubang tutup lubang.

“Jadi harapannya dengan semakin dewasanya industri pinjaman konsumtif tidak ada lagi bunga-bunga tinggi yang membebankan masyarakat gali lubang tutup lubang karena enggak bisa membayar pinjaman,” ucapnya.

Strategi Akseleran Garap Sektor Konsumtif 

Dia pun mengungkapkan, strategis Akseleran untuk masuk ke sektor ini adalah dengan menghadirkan bunga pinjaman yang lebih rendah dengan tenor pinjaman yang lebih panjang, yaitu mencapai 12 bulan.

Karena, menurut pengamatan Akseleran, kendala yang dihadapi oleh kreditur di lapangan adalah masih banyak platform yang menyediakan bunga pinjaman yang tinggi dengan tenor yang pendek.

Sehingga, membuat konsumen terjebak pada pinjaman berlipat, dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Untuk itu, dia mencoba memberikan solusi dari persoalan tersebut dengan jangka waktu pinjaman dan bunga yang lebih bersahabat.

“Jadi terkesannya mencekik. Padahal sebenarnya kalau boleh jujur yang minjam harusnya tahu, kalau enggak bisa balikin harusnya enggak usah minjam, atau ngomong, saya enggak bisa dalam dua bulan, bisanya dalam empat atau enam bulan (mengembalikan pinjaman). Jadi karena kita lihat pasarnya seperti itu, kita coba buat tenornya yang 12 bulan,” kata dia.

Simak video selengkapnya di bawah ini

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...

HFIS BPJS Kesehatan, Begini Cara Menggunakannya

JAKARTA, duniafintech.com – Aplikasi HFIS BPJS Kesehatan merupakan aplikasi yang digunakan untuk menghimpun data milik fasilitas kesehatan mitra BPJS. Aplikasi ini adalah akronim dari Health...
LANGUAGE