25.6 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

Target Tahun Ini Hampir Tercapai, Akseleran Pasang Target Baru: Rp4 Triliun di 2022 

JAKARTA, duniafintech.com – Fintech pembiayaan bersama atau peer to peer (P2P) lending, Akseleran, terus menggenjot kinerjanya hingga tutup tahun ini. Platform penyedia layanan pinjaman berbasis aplikasi tersebut telah berhasil menyalurkan pinjaman hingga Rp1,7 triliun per November 2021.

Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, Christopher Gultom mengungkapkan, realisasi tersebut telah mendekati target penyaluran pinjaman sebesar Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun di 2021. Dia pun optimis target tersebut dapat tercapai.

“Kalau Akseleran sendiri dari awal tahun sampai November realisasi Rp1,7 triliun. Kalau kumulatif kita sudah salurkan Rp3,5 triliun, dari Oktober 2017. kita memang growth tahun ini targetnya 100%,” katanya saat berbincang dengan Duniafintech.com, Senin (6/12).

Dengan realisasi yang mendekati 100% dari target tahun 2021 tersebut, Christopher pun memproyeksikan bahwa target penyaluran pinjaman di tahun 2022 akan terealisasi sebesar Rp4 triliun.

Target di tahun depan pun meningkat sebesar 100% dari target yang telah ditetapkan di tahun ini di kisaran antara Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun.

“Tahun ini targetnya Rp1,9 triliun-Rp2 triliun. Dan sampai bulan lalu sudah terealisasi Rp1,7 triliun. Di tahun depan kita targetnya 100% kenaikannya di angka Rp4 triliun,” ujarnya.

Dia menjelaskan, target tersebut cukup realistis mengingat perkembangan industri fintech lending yang terus tumbuh dari tahun ke tahun di dalam negeri.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) misalnya mencatat, pertumbuhan akun peminjam atau borrower per September 2021 telah mencapai 70.286.048 akun dan akun pemberi pinjaman atau lender mencapai 772.534 akun.

Sedangkan, akumulasi penyaluran dana di industri ini tumbuh positif mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30% (yoy), di mana outstanding pinjaman tercatat sebesar Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18% (yoy).

Potensi ini pun menjadi peluang besar bagi Akseleran untuk terus bertumbuh. Karena itu, lanjut Christopher, Akseleran pada tahun depan akan ikut masuk mengembangkan layanannya dari semula hanya pada sektor produktif ke sektor konsumtif.

“Di tahun depan kita mau coba serius masuk ke pinjaman konsumtif,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini Akseleran telah memiliki produk untuk sektor konsumtif, namun masih terbatas pada pinjaman karyawan di mitra usaha Akseleran di sektor produktif seperti karyawan di perusahaan konstruksi dan energi.

Namun, di tahun depan target untuk sektor konsumtif ini akan lebih diperluas lagi sehingga tidak hanya menjangkau para karyawan, namun juga masyarakat umum. Akan tetapi dia menekankan bahwa pinjaman tersebut akan tetap memperhatikan tingkat risiko kredit peminjam.

“Tapi kita harus ingat bahwa kita growth-nya itu yang sustainable. Dalam artian kita hrs menjaga tingkat kredit macetnya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di Akseleran terjaga di bawah 0,5% hingga Oktober 2021, dan akan terus dijaga agar tetap rendah sehingga memberikan kepercayaan lebib bagi peminjam maupun pemberi pinjaman.

Selain itu, Akseleran juga menggandeng perusahaan asuransi untuk memberi garansi kepada pemberi pinjaman, bahwa dana yang mereka salurkan terlindungi hingga 99%

“Jadi untuk para pemberi pinjaman tidak perlu khawatir di Akseleran karena track record sudah baik dan pihak asuransinya sudah comfortable dengan kami dan berani nanggung di 99%,” ujarnya.

Simak Video selengkapnya di bawah ini

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE