23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Sandi Ajak Masyarakat Borong Produk Lokal

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong masyarakat untuk membeli dan memakai produk buatan lokal.

Hal ini sebagai sebagai upaya mempercepat kebangkitan ekonomi dan memperluas peluang kerja. Lebih-lebih, UMKM yang terintegrasi dengan ekosistem digital terus meningkat sehingga akses penjualannya lebih mudah.

“Sebanyak 5,5 juta UMKM, artisan tambahan, telah on boarding pada marketplace dengan total sebesar 17,2 juta unit di tahun 2021,” katanya dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Nusa Dua, Bali Jumat (25/3).

Menurut Sandi, sapaan akrabnya, angka ini telah mencapai 57% dari target 30 juta UMKM yang on bording ke dalam ekosistem digital pada 2023. Karena itu, dia pun optimis target tersebut dapat tercapai tahun depan.

“Kami optimis akan mencapai target tersebut tepat pada waktunya,” ujarnya.

Produk lokal ekonomi kreatif di Indonesia, lanjutnya, memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari luar negeri. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bangga dengan produk buatan Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional.

“Bangga Buatan Indonesia (BBI), jangan cuma bangga, tapi beli buatan Indonesia. Jadi kita jangan jadi Rohali (Rombongan Hanya Lihat-lihat), atau Rihana (Rombongan hanya nanya-nanya), kita semua harus jadi Rojali (Rombongan Jadi Belanja dan Beli),” ucapnya.

Ungkapan Sandi sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kementerian dan Lembaga dalam ratas terbatas (ratas) sebelumnya yang mendorong masing-masing K/L melakukan percepatan, dengan menghapuskan persyaratan yang menghambat penggunaan produk dalam negeri, dan produk UMKM serta koperasi.

“Presiden Jokowi ingin mendorong kewirausahaan sebagai bentuk bagian dari tatanan ekonomi baru pascapandemi. Sehingga dapat membuka lapangan kerja dan peluang usaha, menuju kebangkitan ekonomi,” tuturnya.

Sektor UMKM terbukti mampu menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap ekspor pun mencapai US$15,06 miliar. Sementara dari sisi penciptaan kerja sektor ekonomi kreatif mampu menghadirkan 18,7 juta kesempatan kerja pada tahun 2021.

“Maka saya mendorong UMKM mulai go digital agar mampu menjadi bagian dari tatanan ekonomi baru,” jelasnya.

Menparekraf yang didapuk sebagai Ketua Harian Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) juga menyatakan akan terus memastikan digitalisasi dan peningkatan ekosistem ekonomi digital dari produk ekonomi kreatif semakin meluas dalam program Gernas BBI tahun ini.

Gernas BBI juga diharapkan mampu menjadi salah satu langkah pendorong kebangkitan ekonomi dan pembuka lapangan kerja. Adapun, Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri di Nusa Dua, Bali, diselenggarakan selama tiga hari pada 22-24 Maret 2022.

Sejumlah Kementerian dan Lembaga ikut serta menyukseskan acara tersebut. Mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan UKM, hingga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 1.000 peserta yang berasal dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan industri serta para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Penulis: Nanda Aria

Admin: Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU