31.2 C
Jakarta
Minggu, 7 Juni, 2020

Alipay Buka Platform Bagi 40 Juta Penyedia Layanan di Penjuru Tiongkok

duniafintech.com – Fintech asal Tiongkok yang merupakan aplikasi pembayaran, Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan nya (one stop platform) untuk berbagai layanan digital. Hal ini dilakukan Alipay atas dasar persaingannya dengan WeChat dan Meituan sebagai aplikasi terbesar kedua di dunia.

Langkah tersebut menandai perubahan posisi perusahaan dari yang semula hanya berfokus pada layanan keuangan, menjadi sesuatu yang lebih besar. Untuk membantu pengguna mengatasi dampak virus corona, perusahaan Alipay juga memperkenalkan program insentif yang memungkinkan pengembang membuat program mini di platformnya.

Rencana Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan nya ini akan melibatkan 50.000 vendor perangkat lunak independen (ISV) untuk membantu proses ini secara internal dan mengadopsi berbagai teknologi platform, seperti pembayaran, sistem anti-penipuan, pemasaran cerdas, pengelolaan dana, dan wawasan pelanggan, akuisisi dan keterlibatan.

Baca Juga:

Alipay mengatakan program insentif ini memungkinkan teknologi artificial intellegence akan mendorong para penyedia layanan untuk konsisten meningkatkan efisiensi distribusi mereka. Para pengguna akan dapat mengakses rekomendasi hasil personalisasi dari bagian layanan yang baru ditambahkan di Alipay. Sementara itu, ISV akan membantu perusahaan memasukkan teknologi Alipay yang dilengkapi dengan keamanan, keandalan, dan kinerja tingkat keuangan untuk melancarkan Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan.

Inisiatif terbaru Ant Financial dengan Alipay yang saat ini memiliki lebih dari 1 juta penyedia layanan di platformnya, menunjukkan bagaimana perusahaan internet terbesar di negara itu harus terus bersaing secara agresif dalam membangun ekosistem. Selain itu, Memperluas ekosistem mitra industri Alipay telah mendapatkan urgensi lebih besar untuk Ant Financial di tengah perlambatan ekonomi negara itu, yang telah diperburuk oleh perang dagang dengan AS dan krisis coronavirus.

Dikutip dari situs ChinaMorningPost, dalam sepekan Alipay mengklaim ada lebih dari 1.200 pengembang yang merespons dan 181 program mini yang dibuat. Layanan tersebut termasuk pengiriman bahan makanan, konsultasi hukum dan medis, serta logistik. Menurut data Alipay, permintaan konsumen untuk layanan digital telah berkembang pesat. Salah satunya, yakni pencarian untuk layanan gaya hidup di platformnya meningkat 300% pada tahun lalu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Jenis Aset Kripto yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Investasi

DuniaFintech.com - Istilah cryptocurrency dan aset kripto sering digunakan secara bersamaan. Faktanya, cryptocurrency hanyalah salah satu dari beberapa jenis aset kripto. Oleh karena itu, ada...

Cari Pinjaman Cepat Tanpa Jaminan? 3 Aplikasi ini Siap Bantu

DuniaFintech.com - Seringkali ketika kita tengah membutuhkan dana secara cepat selalu disulitkan oleh berbagai macam persyaratan terutama adanya jaminan. Namun kini banyak...

Aset Digital Ini Buat Uang Anda ‘Bekerja’ di Akhir Pekan!

DuniaFintech.com – Laju pergerakan aset digital pada akhir pekan ini (6/6) layak dicermati. Peningkatan tren positif di hari sebelumnya berpotensi untuk menghadirkan...

Hadapi Era New Normal, Koinworks Fokus Dampingi UMKM Digital

DuniaFintech.com - Seluruh masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam memasuki era new normal. Begitu pun dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan memasuki...

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...
LANGUAGE