25.6 C
Jakarta
Selasa, 4 Oktober, 2022

Alipay Buka Platform Bagi 40 Juta Penyedia Layanan di Penjuru Tiongkok

duniafintech.com – Fintech asal Tiongkok yang merupakan aplikasi pembayaran, Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan nya (one stop platform) untuk berbagai layanan digital. Hal ini dilakukan Alipay atas dasar persaingannya dengan WeChat dan Meituan sebagai aplikasi terbesar kedua di dunia.

Langkah tersebut menandai perubahan posisi perusahaan dari yang semula hanya berfokus pada layanan keuangan, menjadi sesuatu yang lebih besar. Untuk membantu pengguna mengatasi dampak virus corona, perusahaan Alipay juga memperkenalkan program insentif yang memungkinkan pengembang membuat program mini di platformnya.

Rencana Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan nya ini akan melibatkan 50.000 vendor perangkat lunak independen (ISV) untuk membantu proses ini secara internal dan mengadopsi berbagai teknologi platform, seperti pembayaran, sistem anti-penipuan, pemasaran cerdas, pengelolaan dana, dan wawasan pelanggan, akuisisi dan keterlibatan.

Baca Juga:

Alipay mengatakan program insentif ini memungkinkan teknologi artificial intellegence akan mendorong para penyedia layanan untuk konsisten meningkatkan efisiensi distribusi mereka. Para pengguna akan dapat mengakses rekomendasi hasil personalisasi dari bagian layanan yang baru ditambahkan di Alipay. Sementara itu, ISV akan membantu perusahaan memasukkan teknologi Alipay yang dilengkapi dengan keamanan, keandalan, dan kinerja tingkat keuangan untuk melancarkan Alipay buka platform bagi 40 juta penyedia layanan.

Inisiatif terbaru Ant Financial dengan Alipay yang saat ini memiliki lebih dari 1 juta penyedia layanan di platformnya, menunjukkan bagaimana perusahaan internet terbesar di negara itu harus terus bersaing secara agresif dalam membangun ekosistem. Selain itu, Memperluas ekosistem mitra industri Alipay telah mendapatkan urgensi lebih besar untuk Ant Financial di tengah perlambatan ekonomi negara itu, yang telah diperburuk oleh perang dagang dengan AS dan krisis coronavirus.

Dikutip dari situs ChinaMorningPost, dalam sepekan Alipay mengklaim ada lebih dari 1.200 pengembang yang merespons dan 181 program mini yang dibuat. Layanan tersebut termasuk pengiriman bahan makanan, konsultasi hukum dan medis, serta logistik. Menurut data Alipay, permintaan konsumen untuk layanan digital telah berkembang pesat. Salah satunya, yakni pencarian untuk layanan gaya hidup di platformnya meningkat 300% pada tahun lalu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Blibli.com Kembali Ajukan Rencana IPO di Tahun Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali buka suara terkait rencana Blibli.com untuk IPO/Initial Public Offering tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK...

Bulog Endus Perusahaan Swasta Rusak Harga Beras di Pasar

JAKARTA, duniafintech.com - Perum Bulog/Badan Urusan Logistik mengendus adanya permainan perusahaan swasta yang menyebabkan harga beras melonjak. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan perusahaan...

BSU Tahap 4 Sudah Cair, Begini Cara Cek Status Pencairannya

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah memastikan program bantuan subsidi upah (BSU) tahap 4 akan diberikan kepada para pekerja atau buruh. Bantuan sebesar Rp600.000 ini akan sampai...

Cara Tarik Tunai GoPay di Alfamart, ATM BCA, & Bank Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara tarik tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart berikut ini tentu sangat penting diketahui. Seperti diketahui juga, GoPay merupakan...

Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menabung di Bank Mandiri pada ulasan berikut ini sangat penting untuk diketahui oleh para nasabah Mandiri. Seperti diketahui bersama, Bank Mandiri...
LANGUAGE