25.4 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Amazon Web Service Rajai Pasar Infrastruktur Teknologi Cloud Dunia

DuniaFintech.com – Setelah memantapkan dirinya sebagai pioneer di pasar infrastruktur teknologi cloud, Amazon Web Services (AWS) juga telah merajai pasar di dunia. Manfaat yang dihadirkan AWS telah dirasakan berbagai pihak, salah satunya retailer online yang telah terbntu dari segi pengelolaan data.

Temuan Synergy Group Research menyebutkan, pangsa pasar Amazon di pasar infrastruktur teknologi cloud di seluruh dunia mencapai 33 persen pada kuartal kedua tahun 2020, menyamai pangsa pasar gabungan dari tiga pesaing terbesarnya.

Ada pun beberapa pesaing tersebut merupakan nama besar, seperti Google, Alibaba, Azure dan nama-nama besar lainnya. Pada 3 teratas pasar infrastruktur cloud dunia, hanya Azure yang berhasil menembus diatas 10% persen dunia, dengan torehan 18%.

sumber: Statista

Sementara, cloud milik Google telah menyerap pasar dunia sebanyak 9% dan bertengger di posisi 3 besar. Alibaba dan IBM sama-sama bersaing ketat dengan persentase perolehan perbedaan sebanyak 1%, yakni Alibaba sebanyak 6% dan IBM sebanyak 5%.

Baca juga:

Infrastruktur Teknologi Cloud Kantongi Milyaran Dolar AS

Pada kuartal 2 di tahun 2020 infrastruktur teknologi cloud global mendapatkan USD 30 milyar. Jumlah tersebut membuat total keuntungan mencapai USD 111 milyar dalam rentang waktu 12 bulan. John Disdale, Chief Analyst Synergy Group mengklaim layanan komputasi tersebut menjadi solusi kala pandemi COVID-19 menghantam industri.

“pasar ini merupakan salah satu industri yang terbukti kebal terhadap COVID-19. bahkan, pandemi telah membantu menyoroti beberapa manfaat utama cloud publik,”

infrastruktur teknologi cloud terbagi menjadi 3 jenis, yakni Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS) dan terakhir Software as a Service (SaaS). Ketiga jenis tersebut memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, jenis layanan yang populer digunakan industri berbasis teknologi yakni SaaS.

Produk SaaS merupakan infrastruktur teknologi yang dinilai lengkap untuk memenuhi kebutuhan industri. Selain itu, teknologi SaaS lebih cenderung mengacu kepada aplikasi end-user.

Dengan SaaS, pengguna layanan tidak perlu bersusah payah memikirkan pemeliharaan layanan atau pengelolaan infrastruktur yang mendasarinya. Pengguna hanya perlu memikirkan bagaimana perangkat lunak tersebut dioptimalisasi.

Contoh umum aplikasi SaaS yakni email berbasis web yang dapat digunakan untuk mengirim dan menerima email tanpa harus mengelola penambahan fitur ke produk email, atau memelihara server dan sistem operasi tempat program email dijalankan.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...

Cara Isi E-Money via ATM Mandiri dan Update Saldonya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi e-money via ATM Mandiri dalam ulasan berikut ini sangat penting diketahui oleh para pengguna layanan yang satu ini. Kalau kamu...

Langkah Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan sejumlah langkah agar maskapai penerbangan nasional dapat menstabilkan harga tiket pesawat. Erick...
LANGUAGE