30.2 C
Jakarta
Senin, 27 Mei, 2024

Analisis Fundamental Saham: Pengertian hingga Tips Melakukannya

Analisis fundamental saham adalah salah satu istilah di dunia saham yang penting dipahami oleh trader pemula.

Meski menjanjikan bagi para investor, tetapi investasi saham memang tidak semudah yang dikira. Pasalnya, ada banyak hal yang perlu dipelajari dan dipahami, termasuk analisis yang satu ini.

Nah, untuk mengetahui apa arti dari istilah ini hingga tips untuk melakukannya, simak ulasan berikut ini, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Cara Beli IPO Saham bagi Pemula via Online dan Offline

Analisis Fundamental Saham

Apa Itu Analisis Fundamental Saham?

Analisis fundamental saham merupakan analisis yang dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal yang berpengaruh terhadap pergerakan harga saham. 

Di antara hal itu adalah performa keuangan, potensi industri, tingkat kompetisi usaha, dan lainnya.

Boleh juga disebut bahwa analisis yang satu ini adalah metode pengukuran yang digunakan oleh investor untuk mengetahui keamanan nilai saham.

Perbedaan Analisis Fundamental Saham dan Teknikal

  1. Fokus Analisis

Salah satu pembeda antara analisis fundamental dengan analisis teknikal adalah fokus analisis. Fokus dari analisis fundamental, yaitu menekankan analisis pada kinerja perusahaan dengan melihat laporan keuangannya.

Sementara itu, analisis teknikal lebih kepada tren statistik seputar naik-turunnya harga saham.

  1. Jangka Waktu Investasi

Adapun salah satu hal yang akan membantu investor dalam menentukan analisis mana yang akan digunakan, baik analisis fundamental maupun teknikal, adalah jangka waktu investasi.

Nah, untuk fokus investasi jangka panjang, biasanya investor akan menggunakan analisis fundamental, sementara analisis teknikal dipakai untuk investasi jangka pendek. Analisis teknikal ini banyak diterapkan oleh trader.

  1. Hal yang Harus Dianalisis

Analisis fundamental akan digunakan untuk pergerakan harga saham, seperti laporan laba rugi perusahaan, kinerja keuangan, keadaan ekonomi, dan lainnya.

Sementara itu, analisis teknikal secara umum digunakan untuk mengamati pola perubahan harga saham.

  1. Data yang Digunakan

Data yang digunakan oleh kedua jenis analisis ini juga menjadi salah satu pembedanya. Analisis fundamental akan mempertimbangkan data masa kini dan masa lalu untuk bisa mengambil keputusan.

Sementara itu, analisis teknikal hanya mengandalkan data di masa lampau. Perbedaan di antara keduanya juga bisa dilihat dari manfaat masing-masing analisis, yakni sebagai berikut.

Analisis fundamental:

  • Membantu investor mendapatkan prediksi tren saham jangka panjang
  • Membantu investor menemukan perusahaan atau emiten yang tepat untuk berinvestasi
  • Membedakan saham yang baik dan buruk saat berinvestasi
  • Meminimalisir rasa panik saat terjadi penurunan harga saham

Analisis teknikal:

  • Membantu menganalisis serta mengambil keputusan dengan cepat
  • Tidak memerlukan pengetahuan yang lebih mendalam seputar keuangan, akuntansi, maupun ekonomi
  • Membantu mengidentifikasi waktu yang tepat untuk memperjualbelikan saham
  • Memberikan sinyal lebih awal apabila terjadi perubahan tren harga saham

Pendekatan Analisis Fundamental Saham

1. Pendekatan Top Down

Pendekatan dari atas ke bawah adalah pendekatan yang dilakukan oleh investor dengan memperhatikan kondisi makro ekonomi sebelum mencari sektor usaha unggulan. Lantas, mereka akan melanjutkan langkahnya dengan melihat kinerja keuangan perusahaan.

Kondisi makro ekonomi mempengaruhi kinerja pasar modal dan saham. Kondisi yang lazimnya digunakan sebagai bahan dalam analisis fundamental berupa angka pengangguran, perpajakan, inflasi, suku bunga acuan, perkembangan produk domestik bruto, dan lainnya.

Lewat pendekatan ini, investor memiliki kesempatan untuk dapat melihat peluang di sebuah sektor industri. Misalkan saham di perusahaan-perusahaan konstruksi akan naik seiring dengan meningkatnya anggaran pembangunan infrastruktur yang pemerintah alokasikan.

Nah, kalau sudah mengetahui sektor industri dengan peluang keuntungan maka investor pun akan melakukan analisis mikro. Tujuannya, yaitu untuk mengetahui kondisi perusahaan pada sektor yang mereka tetapkan dengan melihat laporan keuangan perusahaan potensial.

2. Pendekatan Bottom Up

Berbicara soal data analisis fundamental, kamu mungkin ingin lebih rinci mendapatkan informasi seputar pendekatan yang dilakukan, termasuk tentang pendekatan bottom up, dimana analisis saham dilakukan dari bawah ke atas.

Artinya, sebagai investor, kamu harus sudah punya saham incaran dan melihat performa atau laporan keuangan emiten saham. Barulah kemudian kamu kembali melihat apakah saham itu memang layak untuk dipilih dalam jangka panjang.

Adapun caranya, yaitu dengan melihat tren ekonomi makro dan mikro. Selanjutnya, kamu dapat melihat dan memastikan bahwa harga saham yang beredar sesuai dengan seluruh penilaian peluang serta risiko perusahaan incaran.

Analisis Fundamental Saham

Indikator Acuan dalam Analisis Fundamental Saham

  1. Price to Book Value (PBV)

Ini merupakan rasio untuk menilai harga saham su tu perusahaan murah atau mahal. Untuk bisa memperoleh perbandingan rasio itu, kamu harus tahu nilai book value perusahaan tersebut.

Book value adalah modal yang perusahaan kuasai dengan besaran dari pengurangan total aset dengan hutang. Harga saham disebut mahal jika PBV perusahaan tinggi, demikian sebaliknya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Saham yang Menjanjikan untuk Investor Pemula

  1. Price to Earning Ratio (PER)

PER adalah indikator acuan lain dari analisis fundamental. Rasio ini menjelaskan keuntungan perusahaan dibandingkan dengan harga saham perusahaan itu.

Perhitungan PER adalah:

PER= Harga saham dibagi dengan laba per lembar saham

PER = harga saham : EPS

Agar dapat kembali meraih modal yang digunakan oleh investor dalam melakukan analisis fundamental sebelum membeli saham, tentunya mereka memerlukan waktu. Durasi waktu itulah yang dikenal sebagai PER.

Sebagai informasi, saham sebuah perusahaan dianggap murah apabila memiliki PER yang lebih rendah ketimbang PER rata-rata.

  1. Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA)

Adapun rasio yang perusahaan bukukan dari laba bersih dan dibandingkan dengan total kekayaan bersih perusahaan itu dikenal sebagai ROE atau Return on Equity.

Dengan demikian, untuk menghitungnya kamu cukup membagi laba bersih dengan kekayaan bersih perusahaan. Keuntungan yang tinggi dapat diperoleh dari perusahaan dengan ROE dan ROA yang tinggi. 

  1. Earnings per Share (EPS)

Earnings Per Shares adalah istilah yang dipakai untuk laba bersih dari setiap lembaran saham. Misalkan kalau nilai EPS adalah Rp 500 maka setiap lembar saham akan memberikan laba sebesar Rp 500.

Cara menghitung EPS ini tidak begitu sulit sebab kamu hanya perlu membagi laba bersih dengan jumlah lembaran saham yang beredar.

Supaya bisa memperoleh peluang cuan dalam investasi saham, carilah perusahaan yang mempunyai EPS. Kemudian, pastikan bahwa perusahaan itu akan selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Dalam hal ini, peningkatan EPS akan menunjukan bahwa sebuah perusahaan berkembang dengan baik.

  1. Asset and Liability

Aset merupakan segala sesuatu yang perusahaan miliki, sementara liability adalah tanggungan hutang yang menjadi kewajiban perusahaan untuk kemudian dibayarkan. 

Dalam melakukan analisis fundamental, investor pun menjadikan asset dan liability sebagai salah satu indikator acuan. Terkait hal itu, mereka harus tahu apakah aset perusahaan bersumber dari modal atau utang.

  1. Debt Equity Ratio (DER)

Debt Equity Ratio adalah rasio utang yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang. Dalam hal ini, utang itu tidak akan memberatkan keuangan perusahaan.

Ketika akan membeli saham sebuah perusahaan, pastikan bahwa jumlah utang perusahaan lebih kecil dari total modal. Untuk menghitung DER, kamu bisa membagi total kewajiban dengan kekayaan/aset bersih perusahaan.

  1. Analisa Cash Flow

Selanjutnya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dapat juga kamu lihat melalui analisa cash flow.

Di dunia bisnis, kas adalah hal penting yang sudah seharusnya diperoleh dari operasional dan keuntungan perusahaan. Oleh sebab itu, sebaiknya kas tidak berasal dari suntikan modal maupun utang.

  1. Dividen

Adapun pembagian keuntungan yang dibayarkan oleh perusahaan secara tunai kepada para pemegang saham disebut sebagai dividen.

Pembayaran dividen ini pun menjadi indikator perusahaan memiliki laporan keuangan yang sehat dan arus kas (cash flow) yang kuat atau sebaliknya.

Tips Melakukan Analisis Fundamental Saham

  1. Tetapkan time frame
  2. Waspadai PER murah
  3. Pastikan kesahihan data
  4. Gunakan asumsi proyeksi moderat
  5. Pilih sektor bisnis yang menjanjikan
  6. Memiliki keahlian membaca laporan
  7. Perhatikan kondisi ekonomi

Sekian ulasan tentang analisis fundamental saham yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Analisis Fundamental Saham

Baca juga: Tips Memulai Investasi Saham untuk Pemula, Simak 6 Kiat Ini!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU