25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

APAKAH MENURUNNYA HARGA BITCOIN PERLU DIKHAWATIRKAN?

duniafintech.com  – Menurunnya harga Bitcoin seiring dengan meningkatnya kekhawatiran bahwa sistem mata uang digital tumbuh terlalu cepat.

Penurunan tersebut terjadi karena saham teknologi utama A.S. jatuh untuk hari kedua berturut-turut karena kekhawatiran bahwa sektor ini telah meningkat ke tingkat yang tidak berkelanjutan. Namun meskipun demikian, teknologi yang berada di balik mata uang digital, yaitu Blokchain justru berhasil mengumpulkan rekor tinggi dalam pendanaan atas proyek Blockchain.

Kami melihat keserakahan dipamerkan di tempat terbuka,” kata William Mougayar, penulis “The Business Blockchain: Promise, Practice, and Application of the Next Internet Technology.” Ini tidak baik untuk keseluruhan ekosistem. Akhirnya, sesuatu yang lebih normal akan menang. “

Gambar performa satu hari Bitcoin : cnbc

Bitcoin sempat naik di atas level sekitar $3000 Kenaikan harga tersebut juga dipicu oleh faktor fundamental atau berita yang menyatakan bahwa beberapa bursa Bitcoin utama Cina mengizinkan penarikan mata uang setelah absen selama berbulan-bulan.

Namun, Bitcoin tiba-tiba menurun lebih dari 16% yang kemudian pulih kembali untuk diperdagangkan di mana mendekati angka sekitar $2.721 pada hari Minggu malam lalu. Bahkan dengan penurunan harga yang terjadi pada hari Senin, Bitcoin tetap lebih dari 150% lebih tinggi sepanjang sejarah pada tahun ini. Mata uang digital tersebut pertama kali berada di puncak level $2000 pada 20 Mei, sekitar kurang dari empat minggu yang lalu.

Dari kenyataan tersebut di atas, penurunan harga Bitcoin pada dasarnya sesuatu yang biasa terjadi karena sifat harga dari mata uang digital tersebut yang memang bergerak sangat fluktuaktif. Namun penurunan harga yang terjadi pada minggu lalu tetap saja harga Bitcoin masih jauh lebih tinggi daripada harga Bitcoin sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan mata uang tersebut semakin melonjak tajam, sementara persediaan yang ada terbatas. Bitcoin hanya akan ada 21 juta BTC saja sehingga bagaimanapun penurunan harga yang terjadi, dengan keterbatasan persediaan yang ada sementara permintaan semakin banyak, maka harga Bitcoin diprediksi akan terus mengalami kenaikan secara berkala.

Source : cnbc.com

Written by : Arina Calista Putri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE