23 C
Jakarta
Jumat, 3 Februari, 2023

APLIKASI CHATTING TELEGRAM SIAPKAN MATA UANG DIGITAL SENDIRI

duniafintech.com – Beberapa waktu yang lalu, Line, perusahaan penyedia aplikasi chatting asal Jepang berhasil menaikkan harga sahamnya berkat rencana mereka mengeluarkan uang virtual sendiri. Telegram, aplikasi chatting buatan warga negara Rusia ini juga sedang merencanakan langkah serupa.

Dilansir oleh Business Inside, Telegram disebut sedang bersiap untuk melakukan ICO (Initial Coin Offerings) untuk meluncurkan mata uang digital mereka sendiri yang akan dinamai Grams.

Baca juga: https://duniafintech.com/seminar-mendapatkan-income-dari-dunia-online/

Melalui Initial Coin Offerings ini, Telegram berharap mampu mengumpulkan setidaknya 15,9 triliun rupiah atau setara dengan 1,2 miliar dolar. Berdasarkan perencanaan, koin mereka ini akan memasuki pasar sekitar tahun 2019.

Di bulan Februari ini, penjualan koin perdana akan dilakukan oleh Telegram secara tertutup. Sedangkan untuk umum, ICO direncanakan akan digelar pada bulan Maret. Dari setiap penawaran yang diberikan, Telegram menargetkan angka 7,9 triliun rupiah atau setara dengan 600 juta dolar.

Baca juga: dosen-universitas-pennsylvania-sebut-blockchain-akan-beri-dampak-besar-dalam-kemajuan-negara/

Yang Membedakan Grams dengan Mata Uang Virtual Lain

Bitcoin selama ini telah berhasil menggantikan posisi emas sebagai aset berharga sedangkan Ethereum dianggap sebagai penyedia layanan yang sempurna untuk crowdsales (pengumpulan dana untuk proyek tertentu secara berkelompok).

Telegram mengklaim bahwa Grams nantinya akan mampu menuntaskan masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh kedua mata uang virtual paling populer di dunia itu.

Baca juga: https://duniafintech.com/pantau-gaya-konsumtif-anak-masa-kini-untuk-memperluas-bisnis-anda/

Telegram memiliki target blockchain mereka, TON bisa menjadi pengganti bagi layanan VISA dan Mastercard dengan sistem yang tidak terpusat. Mereka berharap Grams bisa membuat transaksi harian menjadi lebih efisien dan berencana menggunakan 80% dana ICO yang terkumpul untuk membangun sistem tersebut.

Jika rencana Telegram berjalan mulus, mereka akan mengantongi predikat penjualan token terbesar di dunia dengan total nilai transaksi 15,9 triliun rupiah. Rekor  sebelumnya dipegang oleh Filecoin yang berhasil mengumpulkan 3,4 triliun pada bulan September lalu.

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Menteri Erick Pastikan BUMN Siap Optimalisasi Kedaulatan Pangan Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BUMN siap mengoptimalisasi industri dan kerjasama di sektor pangan demi kedaulatan pangan...

Game Penghasil Crypto tanpa Modal, Intip Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Game penghasil crypto tanpa modal penting diketahui apabila kamu ingin mendapatkan cuan dari suatu permainan. Saat ini, ada banyak game penghasil crypto...

Tips Investasi untuk Pemula dan Daftar Instrumen Investasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi untuk pemula perlu diketahui saat kamu yang masih awam ingin terjun ke dunia penanaman modal. Saat ini, tersedia berbagai jenis...

Platform Trading Crypto Terpercaya di Indonesia, Cek Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Platform trading crypto terpercaya tentu saja penting diketahui jika ingin terjun ke dunia investasi kripto. Dalam beberapa waktu terakhir, aset kripto memang...

Cara Trading Bitcoin tanpa Modal dan Sejumlah Tipsnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara trading Bitcoin tanpa modal tentu perlu diketahui dan dipahami oleh para trader dan peminat aset kripto. Bitcoin sendiri hingga saat ini...
LANGUAGE