26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Aplikasi MoneyTap Baru Ripple Dapat Mendominasi Transfer Bank Jepang

duniafintech.com – Jaringan pembayaran Ripple diprediksi akan mengambil bagian besar dari pasar transfer mata uang Jepang. Perusahaan itumeluncurkan aplikasi MoneyTap dengan dukungan dari SBI Ripple Asia Japanese Bank Consortium.

Aplikasi MoneyTap Terlihat Mengurangi Biaya yang Terkait dengan Layanan Pengiriman Uang Tradisional

Meskipun kesepakatan antara Ripple dan konsorsium telah direncanakan selama beberapa tahun sekarang, sepertinya perusahaan yang terlibat menyusun persiapan akhir bersama untuk meluncurkan aplikasi MoneyTap di Jepang.

Aplikasi belum siap untuk diunduh dulu. Namun, situs web yang ditayangkan menunjukkan akan segera dirilis. Halaman itu sendiri memberikan tanggal peluncuran diproyeksikan musim gugur 2018.

Awalnya, aplikasi akan bekerja dalam kolaborasi dengan hanya tiga anggota SBI Ripple Asia Consortium. Bank pertama yang terlibat adalah SBI Net Sumishin Bank, Suruga Bank dan Resona Bank. Peluncuran pendahuluan ini akan diikuti oleh peluncuran layanan yang untuk 60 anggota lainnya.

Baca

Ripple berharap bahwa langkah itu akan menempatkan mereka di pusat pasar transfer uang internasional Jepang yang luas. Mereka akan head to head dengan layanan yang ada seperti SWIFT dan percaya bahwa mereka dapat menawarkan cara yang jauh lebih terjangkau untuk mentransfer jumlah uang yang lebih kecil daripada yang sebelumnya layak dengan opsi tradisional.

Biaya pengiriman uang tidak hanya turun, tetapi juga waktu yang dihabiskan. Ripple mengklaim bahwa mereka dapat menjamin transfer yang dapat diandalkan. Dengan menawarkan layanan yang mampu mengungguli pesaing sepenuhnya, tampaknya aplikasi MoneyTap akan menjadi hit.

Baca

Namun, penggemar proyek Ripple, dan terutama token XRP asli, harus menunda merayakannya dulu. Tidak ada indikasi dari Ripple bahwa aplikasi MoneyTap akan menggunakan XRP sama sekali. Seperti banyak proyek yang sedang dikerjakan Ripple, bisa jadi layanan itu ada tanpa menggunakan token itu sendiri.

Mengingat kemajuan yang mereka capai dalam dunia perbankan yang mapan, masuk akal bagi Ripple untuk mengesampingkan token XRP mereka mengingat masih belum jelas apakah regulator global menganggapnya sebagai keamanan. Meskipun CEO Brad Garlinghouse memprotes, klasifikasi seperti itu pasti akan membahayakan semua operasi oleh perusahaan yang mengandalkan token itu sendiri.

Baca

picture: pixabay.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE