25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Roadmap Blockchain Nasional dan Strateginya di Australia

duniafintech.com – Australia dikabarkan telah meluncurkan strategi dan roadmap blockchain nasional, dengan dorongan AU $ 100.000 ($ 71.200) dalam pendanaan lebih lanjut dari pemerintah federal. Berita itu diumumkan dalam rilis media dua kementerian Australia pada 18 Maret.

Menteri Perindustrian Sains dan Teknologi, Karen Andrews, dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi, Simon Birmingham, bersama-sama menyatakan bahwa peta jalan kebijakan baru ini bertujuan untuk menjadikan industri blockchain Australia yang baru lahir menjadi pemimpin global.

Roadmap Blockchain Nasional: Pengembangan Blockchain Internasional

Peta jalan ini akan mencakup pengembangan “peraturan, ketrampilan dan pengembangan kapasitas blockchain, inovasi, investasi, daya saing dan kolaborasi internasional.”

Menurut rilis media, investasi blockchain sebelumnya dari pemerintah nasional liberal Australia, di bawah Perdana Menteri Scott Morrison, telah memasukkan AU $ 700.000 ($ 500.000) ke Digital Transformation Agency negara pada 2018-19 guna jelajahi manfaat menggunakan blockchain seperti untuk pembayaran pemerintah, serta AU $ 350.000 (~ $ 250.000) ke Standards Australia dalam rangka mempromosikan pengembangan blockchain internasional terstandarisasi.

Pendanaan baru ini secara khusus akan memungkinkan Kementerian Perindustrian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk mensponsori perusahaan-perusahaan Australia untuk bergabung dengan misi Komisi Perdagangan dan Investasi Australia (Austrade) ke konferensi blockchain Konsensus di New York City akhir tahun ini.

Menteri Andrews telah menguraikan bahwa mereka akan bekerja sama dengan para blockchain dan pakar teknologi dari industri dan akademisi. Juga dengan Data61 CSIRO untuk menggabungkan temuan-temuan dari laporan skenario masa depan mereka yang akan datang tentang blockchain.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) adalah entitas korporat pemerintah Australia yang melakukan penelitian ilmiah untuk memajukan industri lokal. Pusat inovasi digitalnya, Data61, telah mempelopori beberapa proyek blockchain besar hingga saat ini.

Pada menjelang akhir Februari lalu, duniafintech.com, mengabarkan pula bahwa, Regulator keuangan Australia, Austrac, sebagai badan intelijen keuangan pemerintah dilaporkan bermitra dengan Universitas Teknologi Swinburne di Melbourne untuk meneliti penggunaan blockchain dan teknologi kontrak pintar dalam rangka membantu mengotomatiskan instruksi transfer dana internasional (IFTI) yang melapor ke Austrac. Entitas pelapor termasuk bank, pengirim dan kasino, menurut ZDNet.

-Kamlet Rosse-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Utang Luar Negeri RI dari Singapura Turun, Nambah Rp17 Triliun di China

JAKARTA, duniafintech.com - Berdasarkan Statistik utang luar negeri (ULN) Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI), terdapat 21 negara yang saat ini memberikan pinjaman untuk...

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...
LANGUAGE