25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Auto Cuan! Cara Membaca Bullish dan Bearish Market di Trading Aset Kripto

Bagi sebagian orang, istilah bullish dan bearish mungkin sudah sangat sering terdengar, apalagi bagi trader aset kripto. Namun begitu, tidak banyak juga yang memahami arti dan perbedaan bearish dan bullish ini. Apa sih pengertian dan perbedaan dari bullish dan bearish pada trading aset kripto?

Sebenarnya, bukan hanya di trading aset kripto saja. Tetapi, juga bisa untuk trading forex dan juga saham. Meskpiun sebenarnya, bullish dan bearish ini lebih sering terucap dari trader aset kripto.

Pengertian Bullish Market

Bullish market merupakan istilah yang kerap terdengar di dunia kripto, artinya kondisi saat harga aset yang ada dalam pasar tengah mengalami tren yang baik. Pasar kripto akan mengalami bullish salah satu penyebabnya adalah karena situasi perekonomian sedang kondusif.

Baca Juga : Gajimu Di Bawah Rp3 Juta? Kamu Bisa Coba Pinjaman Online di Sini

Baca Juga : Harga Bitcoin Hari Ini : Level Golden Buy, Bitcoin Masih Menguat

Bahkan, Investopedia menyebut bahwa istilah bullish ini terjadi apabila pasar mengalami kenaikan harga aset di atas 20 persen setelah mengalami penurunan sebesar 20 persen. Kondisi ini terjadi sebelum dengan penurunan sebesar 20 persen lagi.

Untuk menghadapi situasi ini, tentunya setiap trader atau investor punya strategi jitunya masing-masing. Ada yang membeli banyak aset, ada pula yang menjualnya saat mendapat profit yang sesuai keinginnan.

Pengertian Bearish Market

Jika bullish market merupakan kondisi yang baik, maka berbeda bearish yang justru dihindari banyak trader dan investor. Bearish market merupakan kondisi saat harga aset mengalami tren penurunan. Bahkan, bearish market kerap membuat jumlah permintaan atau pembelian aset juga turut mengalami kelesuan transaksi.  

Bagaimana sih cara menentukan bullish dan bearish market ini?

Cara Menentukan Bullish dan Bearish

Dalam cryptocurrency, ada cara untuk menentukan bullish market dan bearish market ini. Caranya adalah dengan melihat tren yang tengah berkembang ketika itu. Saat kondisi bullish market, trader dan investor akan lebih pede  terhadap harga crypto yang cenderung mengalami kenaikan dalam rentang waktu tertentu.

Meski demikian, tidak gampang untuk memprediksi kapan pasar akan mengalami tren bullish market. Salah satu caranya adalah dengan melihat penerimaan aset kripto di kalangan masyarakat. Apakah semakin banyak beredar? Misalnya dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan koin kripto sebagai alat pembayaran dan lain sebagainya.

Maka dalam bullish market, ketika jumlah permintaan tinggi, maka harga aset dapat lebih meningkat. Mengapa demikian? Hal ini karena permintaan yang tinggi membuat pasokan aset semakin berkurang dan membuat harga pun melambung.

Sedangkan kondisi bearish market berlaku sebaliknya, saat jumlah permintaan berkurang, harga koin pun bisa menurun karena tidak adanya perputaran transaksi yang terjadi.

Sikap Saat Bearish atau Bullish

Ketika menghadapi kondisi seperti bearish market dan bullish market ini, ada baiknya untuk tidak terlalu panik.

Saat harga turun waktunya untuk membeli, saat harga naik waktunya untuk jual. Memang benar. Tapi, kondisi itu tak selalu sama. Mari kita pelajari cara membedakannya.

Sebab hal ini merupakan hal yang lumrah dan kerap terjadi dalam investasi. Ada beberapa cara ketika market mengalami bearish atau bullish, yaitu sebagai berikut.

1. Apabila investor atau trader merupakan orang yang baru atau pemula, maka pelajarilah tren yang terjadi. Selain itu, lakukanlah riset kecil-kecilan terhadap key indicator dan mencari referensi lebih banyak. Dengan memiliki pengetahuan atau wawasan yang baik, maka percayalah bahwa kamu akan bisa menghadapi volatilitas pasar bearish.

2. Dalam dunia kripto, diversifikasi portofolio dan memikirkan strategi investasi merupakan unsur yang sangat penting. Untuk itu, sebelum benar-benar terjun ke dalam dunia investasinya, ada baiknya untuk melakukan riset dan mencari referensi sebanyak-banyaknya pada aset kripto. Pilihlah aset kripto yang sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. Agar saat market mengalami bearish, kamu dapat menghadapinya dengan lebih tenang.

3. Selalu memantau tren market yang tengah bearish. Jangan salah, investor atau trader lihai dalam menganalisis tren, justru dapat memperoleh keuntungan sekalipun kondisi pasar sedang tidak baik. Kunci utamanya adalah tetap tenang dalam menghadapi perubahan harga. Dengan pikiran yang tenang, bukan tidak mungkin kamu malah mendapatkan keuntungan di saat itu.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE