26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

B2BPAY, PAYMENT GATEWAY KHUSUS EKSPORTIR

duniafintech.com – Sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh para eksportir mancanegara adalah tingginya biaya dan lamanya transaksi keuangan lintas negara. Kondisi ini bisa mempengaruhi ‘kelincahan’ eksportir dalam menjalankan bisnisnya. B2Bpay hadir menawarkan solusinya.

B2BPay menyediakan solusi pembayaran kepada para eksportir B2B (business to business) global, yang secara sangat signifikan dapat mengurangi biaya transaksi keuangan dan pengurusan dokumen. Banyak pelaku UKM yang mengekspor produknya ke Eropa menghadapi tingginya biaya transaksi serta rumitnya birokrasi ketika menerima uang dari Eropa. Belum lagi ketika suatu kontrak disetujui dalam mata uang Euro atau USD. Pada titik ini, eskportirlah yang menanggung tingginya biaya konversi mata uang asing.

Selama ini, kegiatan impor dan ekspor antar pelaku bisnis menggunakan sistem perbankan untuk mengirim dan menerima pembayaran. Sistem seperti ini sangatlah memakan biaya. Terlebih untuk transaksi kecil akan makin terasa. Rata-rata, pihak bank menarik biaya yang besar untuk transaksi-transaksi seperti ini, yakni antara 3%–6%.

Ada sekitar 200 ribu bank di Eropa. Ketika seorang eksportir global melakukan ekspor barang ke Eropa, ia layaknya sedang ‘berjudi’ dengan bank yang para pelanggan mereka gunakan untuk tujuan transfer uang kepada mereka. Semua bank-bank tersebut bertarif tinggi.

Banyak dari para eksportir tidak bisa berbuat apa-apa dengan permasalahan ini. Mereka tanpa banyak berpikir langsung saja berurusan dengan biaya serta birokrasi tersebut. Sebagian besar perusahaan melakukan pembayaran dengan sistem perbankan melalui transfer open account (bayar di belakang). Metode alternatif lainnya menggunakan digital payment gateway yang sudah ada. Namun, metode-metode pembayaran tersebut relatif mahal untuk transaksi antar pelaku bisnis (B2B) dan tidak umum digunakan dalam hal impor dan ekspor antar pelaku bisnis.

Maka, B2BPay membuat pembayaran antar pelaku bisnis 80% lebih terjangkau dan cepat. B2Bpay juga menyediakan rekening bisnis IBAN (International Bank Account Number) khusus non-Eropa dengan melalui SEPA (Single Euro Payments Area).

B2Bpay menyediakan rekening IBAN Eropa bagi para eksportir B2B global yang dapat mereka gunakan untuk kontrak dan faktur pembayaran mereka. Para importir Eropa dapat melakukan pembayaran SEPA secara gratis (SEPA mencakup 35 negara-negara di Eropa, termasuk seluruh Uni Eropa). Ketika pembayaran sampai di rekening IBAN B2B Pay, pihak eksportir mendapat pemberitahuan dan uang dikirimkan ke bank lokal milik eksportir dengan biaya 80% lebih murah dari biaya yang biasa mereka harus bayar.

Berdirinya B2Bpay tak terlepas dari pengalaman sang pendirinya, Neil Ambikar. Pada tahun 2013, ia membantu merestrukturisasi sebuah perusahaan eksportir farmasi di India. Ketika itu, Neil mengirimkan uang dari Eropa dengan biaya di bawah 1%.

Hal ini berbanding terbalik untuk pembayaran perdagangan internasional. Ketika dijumlahkan, semua biaya yang dibutuhkan untuk transaksi internasional ada di kisaran 3%–5%. Ini sama saja dengan 20% keuntungan bagi sebagian produsen atau pabrikan. Lebih dari 100.000 UKM eksportir ke Eropa mengalami hal ini. Tambah pula, waktu pengirimannya bisa berhari-hari.

Sebagai contoh, mengirim uang ke Brasil dari Eropa dapat memakan waktu 3 atau 4 hari dan biaya konversi adalah 5% atau lebih. Perusahaan financial technology menggunakan proses otomatis dan transfer massal untuk menurunkan biaya tersebut menjadi 1%–2%. Tapi, hanya menurunkan biayanya saja tidak cukup.

Jadi, B2Bpay menawarkan berbagai manfaat bagi penggunanya, yaitu layanan pelanggan yang profesional, penghematan biaya, kelincahan, dan kurangnya kompleksitas. Akun pengguna berlaku untuk transfer Euro di 35 negara Eropa di zona SEPA. Sayangnya, layanan B2Bpay belum bisa dinikmati oleh masyarakat di Indonesia.

Source: b2bpay.co

Written by: Sebastian Atmodjo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE