31.6 C
Jakarta
Kamis, 8 Desember, 2022

BAGAIMANA BLOCKCHAIN AKAN MENGUBAH MASA DEPAN FREELANCE

duniafintech.com – Dalam beberapa tahun terakhir, para pekerja yang mencari lowongan pekerjaan tidak hanya melihat iklan yang setiap akhir pekan banyak dimuat di koran nasional ataupun lewat portal loker, akan tetapi, hal tersebut sepertinya mulai bergeser sedikit demi sedikit.

Dunia masa depan kita sedang dibangun oleh sepasukan konsultan independen dan freelancer (tenaga lepas) yang memungkinkan bisnis dan karyawan untuk menikmati lebih banyak kebebasan.

Tenaga lepas sekarang sudah mencapai lebih dari 35% di Amerika dan bertanggung jawab terhadap nilai GDP AS. Teknologi Blockchain yang sedang ramai dibicarakan mempunyai teknologi unik, teknologi tersebut mampu mendesentralisasi jaringan dan memungkinkan orang untuk connect satu sama lain.

Desentralisasi ini mungkin digunakan guna memacu gelombang melalui kemampuan pendistribusian ledgers digital yang bertindak sebagai data transparan dan catatan transaksi. Dikarenakan Blockchain masih dikenal sepotong-sepotong dan masih (relatif) baru dalam teknologi, sehingga belum dipastikan aplikasi desentralisasi ini akan bertahan jangka panjang. Namun, di kemajuan mendatang, cenderung melihat perubahan mendasar dalam pencarian pasar tenaga kerja.

Salah satu hal menarik dari Blockchain yaitu mempengaruhi industri di ruang freelancer independen. Freelancer dan kontraktor independen membuat bongkahan yang cukup besar dari penduduk AS, tercatat ada lebih dari 55 juta domestik freelancer. Meskipun grup ini telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih dianggap kecil karena banyaknya kompetisi.

Blockchain, secara teori, akan membuka pintu-pintu baru bagi freelancer di seluruh dunia. Mari kita lihat beberapa cara di mana teknologi ini mungkin mengubah masa depan industri freelancer.

-Orientasi Investasi

Freelancer sudah mulai memilih pembayaraan gaji dibayar dengan cryptocurrency. Hubungan antara pencari kerja dan juga pemberi kerja telah memberdayakan keduanya dalam menerima pembayaran dengan cryptocurrency seperti Bitcoin. Dikarenakan cryptocurrency dekat dengan massa-pasar penetrasi, freelancer menjadi berpikir tentang investasi daripada berfokus pada gaji.

Mentalitas investasi ini adalah cara yang sama sekali baru tentang cara berpikir mengenai arus pendapatan mereka. Akan ada banyak kesempatan segar bagi manajer investasi dan konsultan dalam membantu freelancer ini dengan kesediaannya untuk mengambil risiko dan berfokus pada income passive mereka yang nantinya bertumbuh.

-Data Monetisasi

Perusahaan seperti Datum, ialah tempat marketplace data yang dibangun di atas jaringan Ethereum, menggunakan grafik kepercayaan untuk memungkinkan pengguna menyimpan data dalam bentuk database desentralisasi dan kemudian memonitasi informasi. Sementara bagian belakang teknologi ini sangatlah kompleks, kepercayaan grafik menggunakan Blockchain agar membuat aman, jaringan terpercaya untuk menyimpan data.

Kontraktor sehari-hari secara pasif mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dan profesional. Dari reputasi Upwork untuk data Github statistik, data yang mengumpulkan freelancer dapat dimasukkan ke dalam Datum dan membuat queryable dalam Blockchain database. Semua data ini kemudian disimpan dan dibuat tersedia bagi siapa saja yang tertarik dalam pembelian hal tersebut. Pemain besar, termasuk aktor William Shatner, telah mendukung Datum untuk mengontrol data mereka.

Dampak positif freelancer, pertama, hal ini memungkinkan pengusaha untuk membuat keputusan yang lebih tepat tentang siapa yang harus menyewa. Kedua, semua data disimpan dalam database akan diverifikasi oleh pihak ketiga, berarti akan mustahil bagi freelancer untuk menipu sistem. Akhirnya, freelancer sekarang bisa mendapatkan sekitar $2.000 per tahun melalui monetisasi data mereka.

-Dapat Melakukan Diverifikasi Sejarah

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi industri freelance adalah spam dan review palsu. Smart kontrak merupakan komponen kunci dari teknologi Blockchain yang disimpan secara langsung dalam sebuah jaringan kepercayaan (trust network), hal ini dimaknai mereka tidak dapat mengubah atau menghack tanpa diketahui jaringan tersebut.

Dengan cara ini, Blockchains akan meminimalisai kekhawatiran freelancer tentang bagaimana mempromosikan diri mereka sendiri dan memaksimalkan lebih lanjut tentang metrik untuk klien. Selain itu, perusahaan dapat lebih “tenang” dikarenakan freelancer tidak mampu mengutak-atik informasi secara online.

-Peluang Baru Untuk Spesifikasi

Dengan teknologi baru yang datang kepada freelancer dan mengkhususkan diri dalam bidang tersebut. Masa depan perusahaan saat ini diperlukan seorang ahli dan spesialis blockchain guna membantu mereka mengatur sistem kontrak cerdas dan efisiensi sistem Blockchain. Setidaknya 10 tahun ke depan, akan ada banyak kesempatan bagi siapa saja yang tahu bagaimana membangun sistem kontrak digital.

Source: Marshable

Written: Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...

Kemendag Survei Konsumen Indonesia Sudah Pintar Suarakan Haknya

JAKARTA, duniafintech.com - Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono mengungkapkan hasil survei Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Nasional 2022 diperoleh angka...
LANGUAGE