28.7 C
Jakarta
Minggu, 29 Januari, 2023

BOS GOLDMAN SACHS MENGANGGAP BITCOIN SEBAGAI ERA BARU

duniafintech.com – Sebagai sebuah perusahaan, Goldman Sachs telah mengutarakan berbagai pendapatnya terkait Bitcoin. Saat ini secara perlahan, perusahaan ini mulai melirik mata uang virtual itu. CEO Goldman Sachs, Llouyd Blankfein menganggap Bitcoin sebagai mata uang dari dunia baru.

Blankfein mengaku dia memang masih belum berinvestasi pada mata uang kontroversial Wall Street itu. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa gagasan mata uang yang didukung konsensus itu cukup brilian menurutnya.

Sambil mempelajari sejarah mata uang virtual itu, Blankfein mengaku sudah membuat pengamatan menarik tentang apa yang sedang terjadi di dunia cryptocurrency. Situasi apa yang sedang dihadapi oleh mata uang tersebut dan kenapa Bitcoin dianggap bisa menjadi bagian penting di masa depan.

Saya membaca banyak sejarah, dan saya tahu bahwa dulu sekali, koin akan memiliki harga $ 5 jika memiliki emas senilai $ 5 di dalamnya,” kata Blankfein dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. “Sekarang kita punya kertas yang baru saja didukung oleh fiat (yang punya harga meski tidak mengandung emas). Mungkin di dunia baru nanti,  ada sesuatu yang baru yang didukung oleh konsensus.”

Blankfein mungkin secara tidak sengaja, menunjukkan bagaimana situasi uang kertas saat ini tidak masuk akal. Memiliki uang kertas yang hanya didukung oleh fiat, pemerintah, dan otoritas terpusat lainnya bukanlah situasi yang ideal.

Masuk akal jika memiliki mata uang yang didukung murni oleh kesepakatan harga atau konsensus. Bitcoin berada dalam posisi yang unik karena teknologi dasarnya dan posisinya di pasaran menjadikannya sebagai mata uang yang didukung konsensus sempurna.

Ada revolusi Dunia Baru yang sedang berlangsung di berbagai sektor masyarakat, dan di ekosistem moneter, Bitcoin adalah suatu kekuatan, dan teknologi Blockchain menyebarkan pengaruhnya.

Orang Merasa Skeptis pada Uang Kertas

Meskipun uang kertas menjadi andalan bagi Blankfein dan Goldman, tampaknya sang CEO sebenarnya memiliki banyak keraguan tentang hal itu. Dia telah mengatakan sebelumnya, dalam sebuah kicauannya di Twitter bahwa uang kertas dulu pernah mengalami hal yang sama dengan Bitcoin di awal peredarannya.

Sang CEO yang berpikiran terbuka itu mungkin bersikap hati-hati terhadap Bitcoin, namun jelas bahwa ia mencari sesuatu yang baru dan revolusioner. Banyak orang juga sedang melakukan langkah yang sama dengannya.

Saya telah belajar selama bertahun-tahun bahwa ada banyak hal yang tidak saya sukai justru berjalan dengan baik,” sang CEO menyimpulkan.

Source: cointelegraph.com

Written by : Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE