25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

BAHAGIA VERSI DIGITAL HAPPINESS

duniafintech.com –  Digital Happiness merupakan satu-satunya startup game yang berbicara dalam Technopreneur 2017, sebuah event tahunan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Unpad (20/5/2017). Menyajikan pengalaman dan tantangan mengelola bisnis game development dari awal berdirinya, Rachmad Imron, CEO Digital Happiness, juga menampilkan cuplikan interaksi pemain dan karakter dalam game yang dikembangkannya, DreadOut.

DreadOut merupakan IP atau intellectual property pertama yang diluncurkan oleh studio game yang bermarkas di Bandung ini sejak 2014. Mengambil genre horor, Rachmad menyebutkan bahwa tema horor Indonesia dalam DreadOut dihadirkan untuk merepresentasikan kehidupan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya serta untuk menunjukkan bahwa Indonesia pun memiliki karakter yang ‘khas’ seperti game-game lain kebanyakan dari berbagai negara. Diyakini Rachmad bahwa belum ada game sebelumnya yang menampilkan karakter ‘hantu’ Indonesia seperti ini, sehingga apresiasi diterima cukup baik oleh pengguna dari berbagai negara, terbukti dengan jumlah pengunduh telah mencapai 1,5 juta hingga saat ini.

Ide = Murah

Rachmad memaparkan di hadapan para peserta Technopreneur 2017, lima kunci keberhasilan yang harus dimiliki sebelum membangun sebuah perusahaan atau startup, yaitu passion, eksekusi ide, apresiasi hasil kerja Anda dan tim, menjadikan kegagalan sebagai bahan untuk pembelajaran, dan spesialisasikan target market. Menurut Rachmad, passion adalah hal pertama yang mendasari berdirinya Digital Happiness, dan terbukti dengan suksesnya perusahaan ini setelah ‘dieksekusinya’ ide yang muncul. Jadi ide, dikatakannya, adalah sebuah hal yang murah karena bisa datang dengan mudah dari siapapun, tetapi eksekusi atau implementasi idelah yang berharga karena terdapat kerja keras di dalamnya.

‘Selesai’ lebih penting

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun sebuah produk juga disampaikan Rachmad, di antaranya bahwa kembangkanlah produk yang scalable, yang artinya dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang besar, dan dengan representasi visual yang menarik dan ‘jujur’. Selain itu disampaikan juga bahwa produk yang dikembangkan secara terburu-buru hasilnya tidak akan pernah maksimal, tetapi produk yang ‘selesai’ akan lebih baik daripada produk sempurna sekalipun.

Disimpulkan Rachmad di akhir presentasinya bahwa ekosistem yang baik dan kompetisi global yang sehat merupakan beberapa faktor pendukung suksesnya sebuah bisnis, terlepas dari apakah itu sebuah perusahaan B2B, B2C, atau startup, yang semuanya merupakan pilihan. Rachmad pun berharap di masa depan bisa tercipta industri game lokal yang lebih baik, mengingat saat ini porsinya cukup kecil di Indonesia,  sehingga bisa menyamai negara lain yang memiliki industri game yang lebih maju.

Written by: Rosmy Sophia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE