27 C
Jakarta
Selasa, 21 Maret, 2023

BAHAGIA VERSI DIGITAL HAPPINESS

duniafintech.com –  Digital Happiness merupakan satu-satunya startup game yang berbicara dalam Technopreneur 2017, sebuah event tahunan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Unpad (20/5/2017). Menyajikan pengalaman dan tantangan mengelola bisnis game development dari awal berdirinya, Rachmad Imron, CEO Digital Happiness, juga menampilkan cuplikan interaksi pemain dan karakter dalam game yang dikembangkannya, DreadOut.

DreadOut merupakan IP atau intellectual property pertama yang diluncurkan oleh studio game yang bermarkas di Bandung ini sejak 2014. Mengambil genre horor, Rachmad menyebutkan bahwa tema horor Indonesia dalam DreadOut dihadirkan untuk merepresentasikan kehidupan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya serta untuk menunjukkan bahwa Indonesia pun memiliki karakter yang ‘khas’ seperti game-game lain kebanyakan dari berbagai negara. Diyakini Rachmad bahwa belum ada game sebelumnya yang menampilkan karakter ‘hantu’ Indonesia seperti ini, sehingga apresiasi diterima cukup baik oleh pengguna dari berbagai negara, terbukti dengan jumlah pengunduh telah mencapai 1,5 juta hingga saat ini.

Ide = Murah

Rachmad memaparkan di hadapan para peserta Technopreneur 2017, lima kunci keberhasilan yang harus dimiliki sebelum membangun sebuah perusahaan atau startup, yaitu passion, eksekusi ide, apresiasi hasil kerja Anda dan tim, menjadikan kegagalan sebagai bahan untuk pembelajaran, dan spesialisasikan target market. Menurut Rachmad, passion adalah hal pertama yang mendasari berdirinya Digital Happiness, dan terbukti dengan suksesnya perusahaan ini setelah ‘dieksekusinya’ ide yang muncul. Jadi ide, dikatakannya, adalah sebuah hal yang murah karena bisa datang dengan mudah dari siapapun, tetapi eksekusi atau implementasi idelah yang berharga karena terdapat kerja keras di dalamnya.

‘Selesai’ lebih penting

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun sebuah produk juga disampaikan Rachmad, di antaranya bahwa kembangkanlah produk yang scalable, yang artinya dirancang untuk mengantisipasi pertumbuhan pengguna yang besar, dan dengan representasi visual yang menarik dan ‘jujur’. Selain itu disampaikan juga bahwa produk yang dikembangkan secara terburu-buru hasilnya tidak akan pernah maksimal, tetapi produk yang ‘selesai’ akan lebih baik daripada produk sempurna sekalipun.

Disimpulkan Rachmad di akhir presentasinya bahwa ekosistem yang baik dan kompetisi global yang sehat merupakan beberapa faktor pendukung suksesnya sebuah bisnis, terlepas dari apakah itu sebuah perusahaan B2B, B2C, atau startup, yang semuanya merupakan pilihan. Rachmad pun berharap di masa depan bisa tercipta industri game lokal yang lebih baik, mengingat saat ini porsinya cukup kecil di Indonesia,  sehingga bisa menyamai negara lain yang memiliki industri game yang lebih maju.

Written by: Rosmy Sophia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Beli Rumah KPR yang Perlu Dipertimbangkan, Cek Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Tips beli rumah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tentu penting diketahui jika kamu ingin mencoba skema ini. KPR sendiri telah menjadi...

Pinjol Cepat Cair dan Mudah Berizin OJK, Inilah Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah layanan finansial yang wajib diketahui saat mencari pendanaan cepat dan anti ribet. Saat ini, pengajuannya pun terbilang mudah...

BPH Migas Jamin Ketersediaan dan Akses Energi hingga Pelosok Negeri

JAKARTA, duniafintech.com - Produksi energi fosil yang terbatas BPH Migas jamin akses energi membuat ketahanan energi Indonesia cenderung rentan menyesuaikan dengan kondisi perekonomian global....

OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Berikan Akses Pendanaan untuk Petani Sawit

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan pendanaan oleh Industri Jasa Keuangan (IJK) kepada kelompok petani khususnya perkebunan kelapa sawit dengan...

Transfer Makin Murah, ShopeePay dan DANA Gabung BI-FAST

JAKARTA,duniafintech.com - Bank Indonesia mencatat jumlah peserta BI-FAST bertambah, termasuk ShopeePay dan DANA, sebanyak 16 yang terdiri 14 bank dan 2 Lembaga Selain Bank...
LANGUAGE