25.6 C
Jakarta
Kamis, 19 Mei, 2022

Bahama dan Kepulauan Lain Sedang Siapkan Regulasi untuk Kripto

duniafintech.com – Sebuah perusahaan dilaporkan sedang mempersiapkan untuk mengajukan pedoman yang solid untuk penjualan token dan crypto. Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya tempat yang lebih sehat untuk bisnis cryptocurrency dan Blockchain yang terdesentralisasi. Perusahaan tersebut diyakini bereksperimen di bidang aset digital di Bahama.

Sementara di sisi lain, Komisi Sekuritas secara resmi mengajukan rancangan undang-undang beberapa bulan yang lalu untuk mencari peraturan dan alat baru yang dianggap lebih terbuka. Seperti yang kita ketahui, Bahama bukanlah negara kepulauan pelopor yang menunjukkan keprihatinan dalam bidang mata uang kripto.

Baca juga: Bayar Tagihan Telepon Online Kini Bisa Pakai Crypto Melalui BitPay!

Tahun lalu, negara bagian Malta juga telah mengeluarkan tiga undang-undang untuk memungkinkan penerbitan, pertukaran, dan pengarusutamaan mata uang virtual, melalui Otoritas Jasa Keuangan setempat (MFSA). Mata uang ini termasuk BTC, ETH, dan XRP.

Selain itu, Malta telah berhasil menarik perusahan pertukaran berskala global seperti Binance untuk membuka layanannya di Malta. Undang-undang yang sama juga dibuat dan diterapkan di Gibraltar untuk memungkinkan penerbitan dan perdagangan sumber daya virtual. Bermuda telah mengeluarkan aturan yang mengizinkan skema ICO dan akan meminta konfirmasi dari Kementerian Keuangan Bahama.

Ada kemungkinan besar bahwa kripto aset tertentu yang melambangkan bagian paritas harus dibebaskan dari hukum dan peraturan karena ini masih dalam pertimbangan. Sebagaimana dinyatakan dalam RUU tersebut, berbagai aturan dan peraturan akan berlaku pada semua penyedia token, platform pertukaran kripto, operator dan penyedia dompet, dan pihak lain mana pun yang mengadakan dan menyederhanakan ICO.

Perusahaan ini terdorong untuk mengetahui bahwa mereka memiliki cakupan yang cukup sebelum menginisialisasi proyek. Selama pendaftaran, perusahaan diharapkan untuk membawa laporan keuangan inklusif terutama termasuk; penerbitan token yang mengandung teknologi proyek, skalabilitas, risiko yang terkait dengan aturan dan peraturan AML (anti pencucian uang) & CFT (anti pendanaan terorisme), kedaulatan, dan otoritas.

Baca juga: Jangan Ngaku Milenial Kalau Belum Tahu Industri 4.0!

Setiap perusahaan yang mencoba atau melanggar undang-undang yang sudah ditetapkan akan membayar denda sekitar lima ratus ribu dolar ($ 500.000) atau menjalani hukuman maksimum lima hingga sepuluh tahun penjara.

Langkah yang dilakukan beberapa negara kepulauan ini dalam menetapkan regulasi untuk kripto dan Blockchain layak mendapatkan apresiasi. Negara-negara lain diharapkan juga akan melakukan hal serupa demi membantu menciptakan ekosistem kripto global yang aman dan nyaman.

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lagi Cari Cara Investasi Emas dengan Mudah? Simak Ulasannya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas dengan mudah, apakah ada? Tentu saja. Ada banyak cara berinvestasi emas yang tersedia saat ini dan Anda bisa...

Yuk Dicoba! Panduan Cara Mengecek Taspen dengan Mudah

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan cara mengecek Taspen sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN)—disebut juga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seperti diketahui,...

Ekuitas Pemegang Saham: Klasifikasi hingga Komponennya

JAKARTA, duniafintech.com – Secara umum, pengertian ekuitas pemegang saham adalah nilai aset atau sejumlah uang yang akan diberikan oleh perusahaan kepada pemilik saham ketika...

Mudah! Begini Cara Blokir ATM BCA yang Hilang atau Tertelan

JAKARTA, duniafintech.com – Cara blokir ATM BCA berikut ini penting diketahui oleh Anda yang kebetulan kartu ATM-nya hilang atau tertelan ketika melakukan transaksi. Adapun...

Pasti Laris Manis! Yuk Ikuti Cara Posting Jualan di Facebook Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Cara posting jualan di Facebook memang banyak dicari oleh para penjual di lapak-lapak online yang tersedia di salah satu platform media...
LANGUAGE