Bahaya Tidak Membayar Utang Pinjaman Online, Segera lakukan Ini

0
11313
tidak membayar utang pinjaman online
Ilustrasi

Duniafintech.com – Adanya kemajuan zaman dan teknologi membuat perkembangan pinjaman online semakin cepat. Sayangnya kemudahan mendapatkan pinjaman secara online sering kali disalahgunakan oleh beberapa orang. Sehingga mereka lupa bahwa jika tidak membayar utang pinjaman online tepat waktu ada beberapa resiko yang harus ditanggung.

Beberapa orang sering menggunakan jasa pinjaman secara online untuk memenuhi kebutuhannya. Itulah sebabnya banyak orang menjadi ketergantungan dengan layanan ini. Cukup isi semua data yang dibutuhkan serta nominal pinjamannya, maka uang tersebut langsung ditransfer ke rekening peminjam. Maka dari itu, setiap orang yang mengajukan pinjaman secara online harus bijak saat menggunakannya. Karena ada banyak dampak buruk yang akan terjadi bila tidak membayar tagihannya sampai lunas. Inilah yang akan Anda hadapi jika tidak membayar utang pinjaman online.

Aktivitas Jadi Terganggu

Perusahaan fintech manakah yang ingin merugi karena ada nasabah yang tidak membayar utangnya. Untuk itu, jangan heran bila bagian desk collection dari pihak penyelenggara fintech tempat Anda mengajukan pinjaman akan terus menerus menghubungi via telepon hingga tagihan dibayar.

Hal tersebut tentunya akan sangat mengganggu keseharian Anda dalam beraktivitas. Selain itu juga, ini membuat seseorang merasa tidak nyaman. Terkandang muncul rasa takut ketika ada nomor telepon baru yang menghubungi sehingga tak ingin untuk menerima telepon tersebut.

Baca Juga:

Denda dan Bunga Tetap Berjalan

Siapa bilang kalau tidak membayar utang pinjaman online kemudian utang akan lunas begitu saja, justru denda dan bunga akan tetap berjalan.  Hal ini sesuai dengan aturan fintech yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Pihak penyelenggara fintech p2p lending wajib memberikan pijaman dengan bunga hanya 0,8% setiap harinya.

Denda yang telah diakumulasi sebesar 100% dari jumlah pinjaman keseluruhan. Penyelenggara fintech juga memberikan waktu selama 90 hari untuk pelunasan dari batas terakhir bayar tagihan.

Penyelenggara akan Melaporkan ke OJK

Memang ada rasa tenang ketika pihak penyelenggara tidak lagi menagih utang, tapi hal ini tentu akan membuat seorang nasabah merugi. Sebab, Anda akan dilaporkan ke OJK dan secara otomatis akan tercatat dalam daftar orang yang kreditnya bermasalah. Dengan begitu, bila Anda ingin mengajukan pinjaman ke pihak lain baik perbankan atau fintech pinjol lain, maka pengajuan pinjaman tidak akan disetujui karena ketika proses BI Checking nilai kredit sudah jelek.

Namun, Jika perusahaan pinjaman online tersebut melakukan tindakan penagihan yang menjurus ke unsur pidana, seperti meneror, mengancam, hingga melecehkan segera lapor polisi, Anda juga bisa melaporkan fintech terkait ke AFPI, YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), atau ke OJK.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here