28.3 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com – Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan. Langkah ini diambil untuk menjawab permintaan yang terus bertambah dari pelanggan di Indonesia, di mana banyak dari mereka yang meningkatkan adopsi cloud dan dengan cepat mengembangkan strategi transformasi digital mereka. Data center itu akan menambah dua data center sebelumnya yang telah beroperasi sejak 2018 dan 2019.

Dua pusat data tersebut telah mengantongi sertifikat keamanan dan lisensi, termasuk Keamanan Informasi ISO 27001 sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi No.4 Tahun 2016. Kehadiran data center ke-3 ini akan menawarkan beberapa kemampuan, mulai dari database, computing, network, dan data analytics. Sementara itu, Anti-DDos yang berjalan di scrubbing center, akan secara otomatis memitigasi serangan DDoS (Denial-of-service). Setelah data center ketiga didirikan, Alibaba Cloud akan memiliki 64 zona ketersediaan di 21 wilayah di seluruh dunia.

Selain bangun data center ketiga di Indonesia, perusahaan juga mengungkapkan rencananya untuk membangun pusat scrubbing data pertama di Indonesia. Hal tersebut guna membantu pelanggan Indonesia, terutama pelanggan di sektor keuangan dan gim untuk melindungi dari serangan siber. Untuk itu, Alibaba akan menambahkan investasi sebesar 28 miliar dollar AS atau sekitar Rp 403,6 triliun, selama tiga tahun ke depan.

Baca Juga:

Country Manager Alibaba Cloud Indonesia Leon Chen memastikan, ketiga data center-nya akan memberi kemudahan akses dan memperkuat kemampuan pemulihan bencana, yang memungkinkan pelanggan untuk mendistribusikan beban kerja yang sangat penting ke berbagai zona ketersediaan. Menurutnya, hal ini sangat penting karena semakin banyak bisnis, termasuk perusahaan tradisional seperti bank yang memindahkan infrastruktur TI ke cloud setelah masa pandemi virus corona.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate juga melihat bahwa inisiatif ini dapat menjadi upaya percepatan transformasi digital di Indonesia. “proses pengelolaan data nantinya dapat dilakukan selaras dengan prinsip-prinsip pengelolaan data Pemerintah Indonesia, yakni prinsip yang sah secara hukum, patut, dan transparan.”

Tiga data center Alibaba Cloud memastikan kemudahah akses dan memperkuat kemampuan pemulihan bencana, yang memungkinkan pelanggan untuk mendistribusikan beban kerja yang sangat penting ke berbagai zona ketersediaan. Hal ini sangat penting karena semakin banyak bisnis, termasuk perusahaan tradisional seperti bank, yang memindahkan infrastruktur TI mereka ke cloud setelah masa pandemi.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE