27 C
Jakarta
Minggu, 20 September, 2020

Bank Indonesia: Pemakaian QRIS Meningkat di Kalangan Pengusaha

DuniaFintech.com – Menjelang akhir kuartal pertama tahun 2020, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengklaim adopsi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap teknologi transaksi berbasis QR Code terstandar Indonesia, QRIS mencapai 3,27 juta.

Angka tersebut terbilang cukup signifikan, sebelumnya sebanyak 2,7 juta pengusaha telah menggunakan salah satu teknologi keuangan (fintech) di klaster payment gateway tersebut. Meski demikian, Bank Indonesia akan terus melakukan pengenalan sistem transaksi QRIS agar mampu diadopsi seluruh pelaku UMKM.

Menurut Bank Indonesia, jumlah pemakaian QRIS masih terhitung sedikit dibanding total keseluruhan UMKM dalam negeri. Tercatat 90 juta pengusaha mikro telah dikantongi dalam data bank sentral. Oleh sebab itu, Hamid Ponco selaku Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta akan terus menggalakkan sosialisasi kepada pengusaha.

“Kami akan gencarkan edukasi agar implementasi QRIS kepada merchant semakin banyak,”

Hamid menilai, produk QRIS harus terus disosialisasikan agar urusan transaksi di sektor UMKM semakin efisien. Menurutnya, beberapa pengusaha masih belum sepenuhnya yakin terhadap keamanan yang ditawarkan layanan teknologinya.

Baca juga:

Sosialisasi QRIS oleh Fintech Payment Gateway Domestik

Seperti diketahui, QRIS merupakan layanan pembayaran elektronik yang terpadu dengan beberapa fintech pembayaran lainnya, seperti LinkAja, GoPay, OVO dan DANA. Proses sosialisasi juga dilakukan oleh nama-nama tersebut.

Head of Corporate Communications LinkAja, Putri Dianita menyebut pihaknya akan terus memberi pemahamanan kepada konsumen. LinkAja sendiri telah mengantongi 250 ribu mitra dan 40 juta pengguna setelah bekerja sama dengan fintech payment gateway lainnya dalam mengenalkan produk QRIS.

Sementara, Head of Government Relations & Public Policy GoPay, Brigitta Ratih menyebut sosialisasi akan dilakukan secara bertahap sejak Juli 2019 ke beberapa kota di Indonesia.

QRIS merupakan wadah gerbang pembayaran elektronik yang digagas Bank Indonesia dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPII). Awalnya proyek tersebut akan mewadahi penyelenggara payment gateway domestik. Nantinya, proyek akan dikembangkan untuk mengawasi transaksi uang mancanegara ke dalam negeri. Hal ini menyasar kepada sektor devisa seperti pariwisata dan Tenaga Kerja Idnonesia (TKI).

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Proses Restrukturisasi Pinjaman Pada Pinjaman Online, Simak Penjelasannya

DuniaFintech.com – Di masa pandemi seperti sekarang ini, hampir seluruh nasabah kredit membutuhkan adanya restrukturisasi. Hal ini tak lepas dari para peminjam...

Amazon Rekrut Ratusan Ribu Karyawan di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com – Kabar gembira bagi para pencari kerja karena Amazon rekrut ratusan ribu karyawan di tengah pandemi COVID-19. Perusahaan raksasa e-commerce tersebut...

Askrindo Gandeng Jembatan Emas Luncurkan Layanan Fintech

DuniaFintech.com - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo melakukan kerja sama dengan Jembatan Emas, salah satu penyelenggara keuangan berbasis teknologi (fintech). Askrindo...

Top Business Talk: Dilema Perusahaan Hadapi Pandemi Covid-19

DuniaFintech.com - Pandemi virus corona (COVID-19) menjadi pukulan bagi sebagian besar sektor ekonomi. Banyak perusahaan yang bingung dan hilang arah, bagaimana harus...

DANA Delivery Solusi Logistik dari Kolaborasi dengan Shipper

DuniaFintech.com - Penyelenggara teknologi sistem pembayaran DANA berkolaborasi dengan Shipper, layanan logistik dan pengiriman barang. Kerja sama dengan...
LANGUAGE