32.8 C
Jakarta
Selasa, 3 Agustus, 2021

Bank Indonesia: Pemakaian QRIS Meningkat di Kalangan Pengusaha

DuniaFintech.com – Menjelang akhir kuartal pertama tahun 2020, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengklaim adopsi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terhadap teknologi transaksi berbasis QR Code terstandar Indonesia, QRIS mencapai 3,27 juta.

Angka tersebut terbilang cukup signifikan, sebelumnya sebanyak 2,7 juta pengusaha telah menggunakan salah satu teknologi keuangan (fintech) di klaster payment gateway tersebut. Meski demikian, Bank Indonesia akan terus melakukan pengenalan sistem transaksi QRIS agar mampu diadopsi seluruh pelaku UMKM.

Menurut Bank Indonesia, jumlah pemakaian QRIS masih terhitung sedikit dibanding total keseluruhan UMKM dalam negeri. Tercatat 90 juta pengusaha mikro telah dikantongi dalam data bank sentral. Oleh sebab itu, Hamid Ponco selaku Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta akan terus menggalakkan sosialisasi kepada pengusaha.

“Kami akan gencarkan edukasi agar implementasi QRIS kepada merchant semakin banyak,”

Hamid menilai, produk QRIS harus terus disosialisasikan agar urusan transaksi di sektor UMKM semakin efisien. Menurutnya, beberapa pengusaha masih belum sepenuhnya yakin terhadap keamanan yang ditawarkan layanan teknologinya.

Baca juga:

Sosialisasi QRIS oleh Fintech Payment Gateway Domestik

Seperti diketahui, QRIS merupakan layanan pembayaran elektronik yang terpadu dengan beberapa fintech pembayaran lainnya, seperti LinkAja, GoPay, OVO dan DANA. Proses sosialisasi juga dilakukan oleh nama-nama tersebut.

Head of Corporate Communications LinkAja, Putri Dianita menyebut pihaknya akan terus memberi pemahamanan kepada konsumen. LinkAja sendiri telah mengantongi 250 ribu mitra dan 40 juta pengguna setelah bekerja sama dengan fintech payment gateway lainnya dalam mengenalkan produk QRIS.

Sementara, Head of Government Relations & Public Policy GoPay, Brigitta Ratih menyebut sosialisasi akan dilakukan secara bertahap sejak Juli 2019 ke beberapa kota di Indonesia.

QRIS merupakan wadah gerbang pembayaran elektronik yang digagas Bank Indonesia dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPII). Awalnya proyek tersebut akan mewadahi penyelenggara payment gateway domestik. Nantinya, proyek akan dikembangkan untuk mengawasi transaksi uang mancanegara ke dalam negeri. Hal ini menyasar kepada sektor devisa seperti pariwisata dan Tenaga Kerja Idnonesia (TKI).

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Semester I/2021 : BAPPEBTI Blokir 622 Situs Bursa Berjangka Tanpa Izin

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti Kementerian Perdagangan telah memblokir 109 situs web di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK). Situs-situs tersebut tidak berizin...

OJK : Semester I/2021 Sektor Jasa Keuangan Mulai Stabil

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki ekonomi Indonesia. Ini karena...

Apa Itu NFT? Apa Hubungannya NFT dengan Aset Kripto?

NFT saat ini sedang hype atau sedang ramau di dunia kripto dan dunia digital. Apa itu NFT? Mari kita pelajari penjelasannya. Era digitalisasi saat ini...

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp570 Jutaan, Ethereum Juga Bisa Naik

Harga Bitcoin hari ini masih bertahan di Rp570 jutaan. Penurunan harga wajar masih bisa terjadi. Namun, tidak demikian dengan Ethereum. Harga Bitcoin hari ini...

Tanpa Syarat, Indodax Gratskan Biaya Trading dan Withdraw Selamanya

Indodax, startup Bitcoin and crypto exchanges Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada para member dan komunitas aset kripto di Indonesia. Kali ini, Indodax menerapkan gratis...
LANGUAGE