25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

BANK INDONESIA SEGERA GUNAKAN BLOCKCHAIN UNTUK TERBITKAN RUPIAH DIGITAL?

duniafintech.com – Peredaran uang palsu memang kerap menjadi permasalahan bank sentral di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Indonesia melontarkan sebuah ide untuk mulai menggunakan teknologi blockchain demi memantau peredaran Rupiah dan mengkonversi mata uang kita ke dalam bentuk digital.

Kemungkinan penggunaan teknologi blockchain ini akan dimanfaatkan untuk menerbitkan rupiah dalam bentuk digital yang artinya juga mengurangi penggunaan uang fisik.

Baca juga: mengapa-blockchain-tumbuh-lebih-pesat-ketimbang-bitcoin-dan-mata-uang-virtual/

Langkah tersebut dilakukan untuk membuat industri pembayaran dalam negeri menjadi lebih efisien. Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi menyebut bahwa ujicoba penggunaan teknologi tersebut akan mulai dilakukan tahun ini.

Mencegah Pemalsuan Uang

Ketika uang digital diterbitkan melalui sistem blockchain, bisa dipastikan pemalsuan rupiah akan menjadi sulit. Hal ini tentu saja akan memangkas angka kriminal dari pelaku pemalsuan uang.

Baca juga: klik-acc-tawarkan-lebih-dari-satu-pinjaman-kepada-pengguna/

Mungkin saja suatu saat sebagian uang fisik akan mulai diedarkan dalam bentuk digital. Memang tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena saat ini pun belum ada negara di dunia yang melakukannya,” ungkap Susi sebagai mana dilansir oleh Kontan, Jumat (26/1) lalu.

Lantas apa bedanya uang rupiah digital ini dengan cryptocurrency seperti Bitcoin? Meskipun sama-sama menggunakan teknologi blockchain, nilai aset yang akan diterbitkan tentu akan jauh lebih besar dari mata uang virtual yang selama ini beredar. Jika mata uang virtual hanya dimiliki oleh perusahaan, maka uang Rupiah digital ini merupakan milik negara.

Sistem buku besar publik alias blockchain yang bisa dilihat dengan jelas adalah seperti yang dilakukan oleh Stellar. Sebagai sebuah perusahaan penyedia cryptocurrency, mereka mencatat semua transaksi dan persebaran mata uang yang mereka terbitkan.

Baca juga: menteri-keuangan-serahkan-keputusan-untuk-berinvestasi-bitcoin-pada-masyarakat/

Langkah Bank Indonesia dalam teknologi blockchain sebenarnya sudah lama mulai berhembus. Namun karena masih ada beberapa risiko yang harus dipelajari, semuanya masih dipertimbangkan secara matang.

Bank Central Asia bersama Bank Danamon Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Permata dan Bank Rakyat Indonesia disebut-sebut akan mengadopsi sistem blockchain.

 

Written by: Dita Safitri

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE